Ilustrasi desain interior dalam rumah. (Dok. Vecislavas Popa dari Pexels)

6 Desain Interior Ini Perlu Kamu Pikir Dua Kali Sebelum Digunakan

17 May 2021   |   09:49 WIB

Dalam merencanakan hunian yang sesuai dengan idaman, seringkali ada beberapa hal yang Genhype inginkan meski kadang hal itu punya kesan yang kurang baik bagi orang lain. Salah satunya adalah dalam hal desain interior, baik dalam bahan yang digunakan untuk perancangan ruangan maupun furnitur yang dipakai.

Hypeabis.id merangkum ada enam desain yang bisa bikin Genhype berpikir dua kali untuk mengaplikasikannya ke hunian idaman sebagaimana dikutip dari Renonation.sg.

1. Permukaan dinding semen
 

Ilustrasi rumah dengan lapisan semen. (Dok. Max Vakhtbovych dari Pexels)

Ilustrasi rumah dengan lapisan semen. (Dok. Max Vakhtbovych dari Pexels)


Penggunaan semen sebagai lapisan akhir dinding memang punya kesan industrial, maskulin, dan edgy untuk beberapa hunian. Bahkan bisa jadi penggunaan semen sebenarnya baik untuk menambahkan lapisan tekstur dalam beberapa aspek seperti visual.

Sayangnya, penggunaan semen memiliki sejumlah kekurangan seperti risiko keretakan dalam jangka panjang akibat kualitas material yang digunakan dan risiko kerusakan akibat kelembapan.

2. Pembatas ruangan dari kaca
 

Ilustrasi pintu pembatas dari kaca. (Dok. Max Vakhtbovych dari Pexels)

Ilustrasi pintu pembatas dari kaca. (Dok. Max Vakhtbovych dari Pexels)


Furnitur ini umumnya banyak digunakan untuk rumah-rumah dengan ukuran kecil agar menciptakan kesan luas di dalam rumah dan mampu mengalirkan cahaya agar masuk ke dalam ruangan. Di saat yang sama, pembatas kaca juga bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan privasi.

Akan tetapi, pembatas ini merupakan salah satu furnitur yang sulit dibersihkan dan rentan akan kotoran seperti bekas sidik jari, debu, hingga noda minyak jika diletakkan pada kawasan dapur. Tidak hanya kebersihan, secara aspek keamanan pembatas kaca juga kurang ramah anak dan hewan peliharaan.

3. Wastafel rumah pertanian
 

Ilustrasi dapur dengan wastafel rumah pertanian (farmhouse sink). (Dok. Anna Syla dari Unsplash)

Ilustrasi dapur dengan wastafel rumah pertanian (farmhouse sink). (Dok. Anna Syla dari Unsplash)


Jenis wastafel dengan kedalaman yang besar ini awalnya hadir di berbagai perumahan di pedesaan. Kelebihannya adalah dengan ukurannya yang besar membuatnya mudah untuk digunakan, terutama ketika harus mencuci peralatan masak yang berukuran besar seperti wok atau loyang kue.

Kedalaman wastafel yang besar ini juga menjadi kekurangannya karena akan merugikan mereka yang memiliki tubuh pendek. Tak hanya itu, wastafel ini juga berat sehingga membutuhkan desain kabinet yang kokoh agar bisa menopang wastafel.

4. Ruangan dengan banyak tanaman hias
 

Ilustrasi ruangan dengan tanaman dalam ruangan. (Dok. Helena Lopes dari Unsplash)

Ilustrasi ruangan dengan tanaman dalam ruangan. (Dok. Helena Lopes dari Unsplash)


Tanaman hias memang bisa menambah kesan hijau di dalam hunian, apalagi kepopulerannya yang meroket selama pandemi membuat tanaman hias di dalam ruangan semakin digemari sebagian orang. Tanaman hias baik untuk kesehatan mental dan juga membantu menetralkan udara dengan menyerap zat beracun di dalam lingkungan sekitar.

Dengan tantangan perawatan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan waktu ekstra, opsi menambahkan tanaman di dalam rumah bisa menjadi sebuah kekurangan yang pada akhirnya bisa merugikan pemiliknya.

5. Laci terbuka
 

Ilustrasi laci terbuka. (Dok. Rachel Claire dari Pexels)

Ilustrasi laci terbuka. (Dok. Rachel Claire dari Pexels)


Jenis laci ini umumnya banyak dihadirkan dalam sejumlah majalah dan situs yang berfokus pada desain interior. Dengan kesannya yang minimalis, laci terbuka memberikan estetika yang berbeda dengan laci lainnya yang cenderung tertutup.

Kekurangan laci terbuka ada pada risiko kotoran yang lebih mudah menempel, terutama debu dan noda minyak, sehingga butuh waktu yang lebih sering untuk membersihkan laci ini. Tidak hanya mudah kotor, penataan laci juga menjadi kesulitan lainnya karena jika penataannya kurang baik maka laci bisa terlihat berantakan.

6. Lemari terbuka
 

Ilustrasi lemari pakaian terbuka. (Dok. Olena Sergienko dari Unsplash)

Ilustrasi lemari pakaian terbuka. (Dok. Olena Sergienko dari Unsplash)


Sama halnya dengan laci terbuka, lemari tanpa pintu juga memiliki kesan minimalis dan kesan simpel bagi penggunanya. Kelebihannya ada pada penghematan biaya dan ruang yang membuatnya menjadi salah satu pilihan furnitur dalam rumah. Lemari terbuka juga bisa menghemat waktu dan memberikan kesan elegan layaknya lemari walk-in.

Sayangnya, lemari ini bisa menciptakan kesan berantakan jika penataan pakaiannya tidak benar dan pakaian yang diletakkan cenderung hanya dipaksa masuk ke dalamnya. Kekurangan lainnya adalah risiko debu pada pakaian yang jarang digunakan.

Editor: Indyah Sutriningrum
SEBELUMNYA

Komunikasi Melalui Konferensi Video Bisa Kurangi Demensia pada Lansia

BERIKUTNYA

Makanan Penurun Berat Badan Sekaligus Peningkat Imunitas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: