Pengunjung beraktivitas di salah satu bioskop Cinema XXI di Jakarta, Senin (28/7/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)

Pesta Film Box Office, Cinema XXI Raup Cuan Rp324 Miliar

28 July 2025   |   20:14 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Jaringan bioskop Cinema XXI yang dimiliki oleh PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk., mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2025. Perusahaan berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,8 triliun dengan laba bersih mencapai Rp324 miliar. 

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut tidak lepas dari meningkatnya jumlah penonton Indonesia sepanjang semester pertama tahun ini. Pihaknya mencatat total penonton pada periode Januari hingga Juni 2025 sudah mencapai 42,5 juta orang. 

Baca juga: Kartini di Industri Film, Deretan Sutradara Perempuan yang Karyanya Tembus Box Office

Sepanjang semester pertama ini, kata Suryo, kuartal kedua menjadi faktor penting. Sebab, pada periode ini terjadi lonjakan tajam dengan jumlah penonton yang bertambah lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal pertama.

Meningkatnya jumlah penonton pada kuartal kedua tahun ini bukan tanpa sebab. Suryo menyebut pada kuartal kedua terdapat momentum Lebaran yang turut menjadi pendorong utama lonjakan penonton. Selain itu, kehadiran sejumlah film box office, baik produksi nasional maupun internasional, ikut menarik minat masyarakat untuk kembali menonton di bioskop. 

Namun, masih mempertahankan tradisi seperti tahun-tahun sebelumnya, tren positif dari film nasional masih memberi dampak signifikan pada performa Cinema XXI. Dia menyebut sepanjang semester pertama 2025, kontribusi film nasional mencapai lebih dari 65 persen dari total jumlah penonton. 

“Sebagai jaringan bioskop terbesar di Indonesia, kami bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kemajuan film Indonesia,” ujar Suryo dalam keterangannya di laman resmi Cinema XXI.

Berdasarkan data dari filmindonesia.or.id, terdapat sembilan film nasional yang berhasil menembus angka lebih dari satu juta penonton di seluruh jaringan bioskop pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa film Indonesia mampu bersaing secara komersial dengan film impor.

Tiga film nasional dengan penonton terbanyak pada periode tersebut adalah Jumbo, yang mencatatkan sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan raihan 10.197.790 penonton, diikuti Pabrik Gula dengan 4.726.760 penonton, dan Petaka Gunung Gede dengan 3.242.843 penonton.

Dua film teratas, yakni Jumbo dan Pabrik Gula, merupakan film yang dirilis pada momentum Lebaran. Sementara itu, film Petaka Gunung Gede dirilis lebih dahulu, yakni pada 6 Februari 2025.

Secara umum, laba bersih yang dirah Cinema XXI didapat dari dua lini bisnis utama, yakni penjualan tiket dan penjualan makanan-minuman. Dari total pendapatan, sebesar 62,4 persen berasal dari penjualan tiket, sedangkan 33,6 persen dari penjualan produk F&B.

Baca juga: Ketika Rekor Box Office Jadi Sebuah Anomali di Balik Layar Bioskop Indonesia

Suryo mengatakan pada semester pertama 2025, rata-rata pengeluaran penonton untuk makanan dan minuman (spend per head/SPH) meningkat. Pada periode ini, pengeluaran untuk makanan dan minuman penonton meningkat menjadi sekitar Rp25 ribu, dibandingkan Rp23 ribu pada periode yang sama tahun 2024. 

“Kenaikan SPH ini menjadi indikator penting bahwa ketertarikan penonton terhadap produk F&B kami terus berkembang secara positif,” ungkap Suryo.

Cinema XXI merupakan kelompok bioskop terbesar di Indonesia. Sampai dengan 30 Juni 2025, Cinema XXI telah menghadirkan 1.360 layar di 259 lokasi bioskop yang tersebar di 66 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. 

SEBELUMNYA

Enno Lerian Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Hanya Namamu Dalam Doaku

BERIKUTNYA

Aksi Pagelaran Sabang Merauke Ala Broadway Ramaikan CFD Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: