Penyakit ALS (Sumber Foto: Freepik)

Fakta Penyakit ALS yang Diderita Bryan Randall Kekasih Sandra Bullock, Ini Penyebab dan Gejalanya

09 August 2023   |   21:39 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Kekasih artis Hollywood Sandra Bullock, yakni Bryan Randall harus berpulang di usianya yang ke-57 setelah berjuang melawan penyakit ALS yang dideritanya. Keluarga menyebut bahwa Randall sudah 3 tahun mengidap penyakit tersebut, namun dia memilih untuk merahasiakannya dari publik.

Mengutip dari laman resmi ALS Association, dijelaskan bahwa ALS atau amyotrophic lateral sclerosis adalah penyakit yang memengaruhi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan hilangnya kontrol pada otot.

Baca juga: Bikin Sendi Kaku Hingga Kebutaan, Kenali Gejala Penyakit Lyme yang Diderita Bella Hadid

Amyotrophic berasal dari bahasa Yunani, yang artinya A adalah tidak, Myo mengacu pada otot, dan Trofik artinya makanan. Dapat disimpulkan bahwa amyothropic artinya tidak ada nutrisi pada otot. Apabila otot tidak memiliki nutrisi, dia menghentikan pertumbuhannya dan menghilang.

Adapun lateral dikaitkan dengan area sumsum tulang belakang tempat sel saraf yang memberi sinyal untuk mengontrol otot. Sementara sclerosis adalah sebutan untuk penyakit saraf.


Gejala penyakit ALS

Mengutip dari Mayo Clinic, gejala ALS bervariasi pada setiap orang tergantung sel saraf mana yang terpengaruh. Namun, umumnya dimulai dengan kelemahan otot yang menyebar dan memburuk seiring berjalannya waktu. Awalnya otot berkedut, lengan atau kaki melemah, sulit menelan, dan bicara cadel.

Pada dasarnya ALS memengaruhi sel-sel saraf yang mengontrol gerakan otot untuk berjalan dan berbicara yang disebut neuron motorik. Ada dua kelompok neuron motorik, yakni motorik atas dan bawah. Kelompok motorik atas meluas dari otak ke sumsum tulang belakang ke otot di seluruh tubuh. Sementara motorik bawah memanjang dari sumsum tulang belakang ke otot-otot di seluruh tubuh.

ALS menyebabkan kedua kelompok neuron motorik tersebut, secara bertahap akan memburuk di kemudian hari. Ketika neuron motorik rusak, mereka akan berhenti mengirim pesan ke otot, akibatnya otot tidak bisa berfungsi dengan baik seperti sebelumnya.

Selain gejala yang disebutkan tadi, ALS tidak memengaruhi kontrol kandung kemih dan fungsi indera seperti mengecap, mencium, menyentuh, melihat dan mendengar.


Penyebab penyakit ALS

Sampai saat ini penyebab ALS belum diketahui. Peneliti terus mempelajari kemungkinan apa yang menyebabkan penyakit ini, sebagian besar teori mengacu pada interaksi kompleks antara gen dan faktor lingkungan. Sebanyak 10 persen orang di dunia ini mengalami ALS karena faktor genetik, selebihnya penyebabnya tidak diketahui.

Gen risiko yang diturunkan dari anggota keluarga penderita ALS disebut ALS herediter. Orang yang mengidap ALS herediter, kemungkinan anak mereka memiliki peluang 50% untuk mewarisi gen tersebut. Risikonya pun meningkat seiring bertambahnya usia hingga 75 tahun. ALS sendiri paling sering terjadi antara usia 60 dan pertengahan 80-an.

ALS juga dipengaruhi faktor lingkungan, misalnya rokok. Wanita yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini terutama setelah menopause. Selain itu juga paparan racun lingkungan seperti timbal atau zat lain di tempat kerja atau di rumah bisa dikaitkan dengan ALS.

Selain itu, studi menunjukkan bahwa orang yang pernah bertugas di militer berisiko lebih tinggi terkena ALS. Ini mungkin dikaitkan dengan kemungkinan paparan logam atau bahan kimia tertentu, cedera traumatis, infeksi virus, atau aktivitas yang intens.
 

Faktor risiko penyakit ALS

Seiring perkembangan gejalanya, ALS menyebabkan beberapa komplikasi seperti masalah pernapasan karena kelemahan otot yang digunakan untuk bernapas. Dibutuhkan alat seperti ventilator masker untuk membantu mereka bernapas di malam hari. 

Selain itu ALS juga memengaruhi masalah berbicara karena kelemahan otot. Awalnya sering bicara dalam tempo lambat dan pengucapan yang tidak jelas, sampai akhirnya lebih sulit untuk berbicara dengan jelas. Ini dapat berkembang ke titik di mana orang lain tidak dapat memahami ucapan pengidap ALS.

Orang dengan ALS juga mengalami kelemahan otot untuk menelan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan malanutrisi dan dehidrasi. Mereka juga berisiko lebih tinggi memasukkan makanan, cairan, atau air liur ke paru-paru, yang dapat menyebabkan pneumonia.

Baca juga: Kenali Gejala & Penularan Hepatitis A, Penyakit yang Diderita Rapper BIG Naughty

Faktor risiko ALS yang lainnya adalah demensia frontotemporal. Fungsi frontal menyangkut kognitif dan behaviour, sedangkan fungsi bahasa ada pada temporal. Akibatnya kondisi ini memengaruhi perubahan perilaku, personalitas, gangguan bicara, hingga kesulitan memahami kata-kata.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

PSSI Panggil 23 Pemain untuk Pemusatan Latihan Piala AFF 2023, Witan Sulaeman Absen

BERIKUTNYA

Perbandingan Xiaomi Pad 6 & Huawei MatePad 11 2023, Lebih Oke Mana?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: