Hari Kebaya Nasional, Yuk Kenali Jenis-Jenis Kebaya Khas Nusantara
24 July 2025 |
21:10 WIB
Pada zaman dulu, kebaya tradisional sering kali dipakai oleh para perempuan Indonesia. Seiring berkembangnya zaman yang semakin modern, kebaya hanya dipakai pada hari-hari perayaan tertentu, seperti pernikahan.
Biasanya, kebaya dipadukan dengan bawahan kain atau jarik tradisional, seperti batik atau songket, yang melilit bagian bawah tubuh. Namun, belakangan ini banyak perempuan muda memulai tren mengenakan kebaya dalam keseharian.
Baca juga: Sejarah Hari Kebaya Nasional yang Diperingati Tiap 24 Juli
Tak hanya dipadukan dengan kain, tren ini juga mengajak para perempuan untuk menggunakan kebaya modern dengan jeans atau bawahan yang lebih kasual. Bawahan yang lebih kasual dan santai memungkinkan perempuan untuk bergerak lebih bebas saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dikutip dari buku “Chic in Kebaya”, kebaya menjadi simbol keanggunan dan sifat feminin. Kebaya merupakan hasil budaya yang telah melintasi ruang dan waktu. Baju yang menyatu dengan jiwa perempuan Indonesia ini telah berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Maka tak heran jika kebaya memiliki banyak sekali jenis.
Meski demikian, ada beberapa kebaya tradisional yang memiliki pakem tertentu dalam penggunaannya. Maka dari itu, yuk, kita telusuri beberapa jenis kebaya berikut ini!
Kebaya Janggan
Eksistensi kebaya janggan pernah ramai dibicarakan saat kebaya ini digunakan oleh Dian Sastro di serial “Gadis Kretek”. Kebaya janggan memiliki kerah yang tinggi dan lengan panjang tertutup sehingga terlihat tegas dan anggun. Mulanya, kebaya janggan digunakan oleh perempuan kalangan abdi dalem di keraton Jawa.
Meskipun banyak kebaya yang cocok dipadukan dengan busana modern, kebaya janggan tidak bisa digunakan sembarangan karena terikat oleh pakem (aturan). Kebaya janggan seharusnya dipasangkan dengan kain batik sebagai bawahan. Selain itu, rambut bisa digulung dengan hiasan gelung tekuk dan lungsen agar lebih rapi dan elegan.
Kebaya Encim
Kebaya encim merupakan kebaya khas Betawi yang kemunculan dan perkembangannya dipengaruhi oleh budaya Tionghoa dan Melayu. “Encim” merupakan panggilan untuk “bibi” dalam bahasa Hokkien. Kebaya ini sangat khas dengan warna-warnanya yang cerah dan motif bunga pada beberapa sudut, biasanya bagian bawah dan ujung lengan.
Kebaya encim berlengan panjang akan lebih cocok dipadukan dengan kain batik. Namun, jika Genhype ingin berpenampilan kasual, kebaya encim dengan lengan pendek akan sangat cocok jika dipadukan dengan bawahan yang santai dan sneakers.
Kebaya Kutubaru
Kebaya kutubaru bisa terbuat dari berbagai macam kain. Kebaya ini memiliki ciri khas pada bagian penutup dada kebaya yang dihubungkan dengan bef atau selembar kain berbentuk persegi panjang. Dengan desainnya yang klasik dan tak lekang waktu, kebaya kutubaru masih relevan untuk dipakai secara kasual. Misalnya, dipadukan dengan kain lilit sederhana atau bahkan jeans.
Kebaya kutubaru diketahui berasal dari daerah Jawa. Saat ini, banyak sekali toko kebaya yang menawarkan kebaya kutubaru dengan berbagai motif. Selain di Jawa, kebaya kutubaru juga biasanya digunakan oleh perempuan di Bali. Bedanya, secara tradisional, perempuan Bali akan menambahkan selendang di bagian pinggang.
Kebaya Kartini
Kebaya kartini juga merupakan kebaya khas Jawa-Bali, seperti halnya kebaya kutubaru. Namun, yang membedakan keduanya adalah bagian dadanya. Berbeda dengan kutubaru yang menggunakan bef atau kain sebagai penutup, kebaya model kartini terlihat lebih polos tanpa bef.
Baca juga: Hari Kebaya Nasional 2025: Intip Busana Favorit Para Selebritas, Andien hingga Maudy Ayunda
Kancing bisa disambungkan seperti kemeja dari sisi-sisi dada dengan bagian kerah yang dilipat. Nama kebaya kartini diambil dari Raden Ajeng Kartini yang populer akan potret-potretnya saat mengenakan kebaya model ini. Oleh karenanya, kebaya kartini akan cocok jika dipasangkan dengan kain panjang.
Kebaya Labuh
Sesuai dengan namanya, kebaya labuh merupakan model kebaya yang kain bawahnya labuh (jatuh) hingga ke lutut. Kebaya ini merupakan busana khas dari Riau dan Kepulauan Riau. Kebaya labuh merepresentasikan budaya Melayu yang kental.
Kebaya ini akan lengkap apabila dipadukan dengan kain batik atau tenun songket. Di acara-acara spesial, biasanya para perempuan akan menggunakan kerongsang dan selendang. Kebaya Labuh juga telah terdaftar dalam warisan budaya tak benda versi UNESCO, lho. Jadi, yang mana kebaya favorit Genhype?
Baca juga: Kumpulan 20 Ucapan & Link Twibbon Hari Kebaya Nasional 2025
Biasanya, kebaya dipadukan dengan bawahan kain atau jarik tradisional, seperti batik atau songket, yang melilit bagian bawah tubuh. Namun, belakangan ini banyak perempuan muda memulai tren mengenakan kebaya dalam keseharian.
Baca juga: Sejarah Hari Kebaya Nasional yang Diperingati Tiap 24 Juli
Tak hanya dipadukan dengan kain, tren ini juga mengajak para perempuan untuk menggunakan kebaya modern dengan jeans atau bawahan yang lebih kasual. Bawahan yang lebih kasual dan santai memungkinkan perempuan untuk bergerak lebih bebas saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dikutip dari buku “Chic in Kebaya”, kebaya menjadi simbol keanggunan dan sifat feminin. Kebaya merupakan hasil budaya yang telah melintasi ruang dan waktu. Baju yang menyatu dengan jiwa perempuan Indonesia ini telah berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Maka tak heran jika kebaya memiliki banyak sekali jenis.
Meski demikian, ada beberapa kebaya tradisional yang memiliki pakem tertentu dalam penggunaannya. Maka dari itu, yuk, kita telusuri beberapa jenis kebaya berikut ini!
Kebaya Janggan
Dian Sastro dalam kebaya janggan di serial "Gadis Kretek" (Sumber: Netflix).
Meskipun banyak kebaya yang cocok dipadukan dengan busana modern, kebaya janggan tidak bisa digunakan sembarangan karena terikat oleh pakem (aturan). Kebaya janggan seharusnya dipasangkan dengan kain batik sebagai bawahan. Selain itu, rambut bisa digulung dengan hiasan gelung tekuk dan lungsen agar lebih rapi dan elegan.
Kebaya Encim

Kebaya encim (kanan, Sumber: Instagram/abnonjakpus)
Kebaya encim berlengan panjang akan lebih cocok dipadukan dengan kain batik. Namun, jika Genhype ingin berpenampilan kasual, kebaya encim dengan lengan pendek akan sangat cocok jika dipadukan dengan bawahan yang santai dan sneakers.
Kebaya Kutubaru

Kebaya kutubaru (Sumber: Pexels)
Kebaya kutubaru diketahui berasal dari daerah Jawa. Saat ini, banyak sekali toko kebaya yang menawarkan kebaya kutubaru dengan berbagai motif. Selain di Jawa, kebaya kutubaru juga biasanya digunakan oleh perempuan di Bali. Bedanya, secara tradisional, perempuan Bali akan menambahkan selendang di bagian pinggang.
Kebaya Kartini
Kebaya kartini dalam film "Kartini" (Sumber: IMDB)
Baca juga: Hari Kebaya Nasional 2025: Intip Busana Favorit Para Selebritas, Andien hingga Maudy Ayunda
Kancing bisa disambungkan seperti kemeja dari sisi-sisi dada dengan bagian kerah yang dilipat. Nama kebaya kartini diambil dari Raden Ajeng Kartini yang populer akan potret-potretnya saat mengenakan kebaya model ini. Oleh karenanya, kebaya kartini akan cocok jika dipasangkan dengan kain panjang.
Kebaya Labuh

Kebaya labuh (Sumber: Tanjungpinangkota.go.id)
Kebaya ini akan lengkap apabila dipadukan dengan kain batik atau tenun songket. Di acara-acara spesial, biasanya para perempuan akan menggunakan kerongsang dan selendang. Kebaya Labuh juga telah terdaftar dalam warisan budaya tak benda versi UNESCO, lho. Jadi, yang mana kebaya favorit Genhype?
Baca juga: Kumpulan 20 Ucapan & Link Twibbon Hari Kebaya Nasional 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.