Ilustrasi perempuan berkebaya. (Sumber gambar: Wikimedia Commons)

Sejarah Hari Kebaya Nasional yang Diperingati Tiap 24 Juli

24 July 2025   |   08:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Setiap 24 Juli, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebaya Nasional. Tahun ini, menjadi edisi kedua peringatan Hari Kebaya Nasional sejak resmi dirayakan pada 2024. Peringatannya dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Nusantara.

Kebaya dikenal sebagai salah satu pakaian tradisional yang dikenakan oleh perempuan Indonesia. Lebih dari sekadar busana, kebaya telah menjadi warisan budaya yang penting di Nusantara di mana setiap helai kain kebaya menyimpan nilai budaya dan filosofi mendalam.

Baca juga: Eksklusif Rahmi Hidayati: Misi Melestarikan Kebaya sebagai Identitas Perempuan Indonesia

Menukil dari situs Indonesia Baik, kebaya merupakan pakaian bagian atas yang memiliki karakteristik terbuka di bagian depan dan dibuat secara tradisional. Menjadi pakaian identik yang dikenakan perempuan Indonesia, kebaya melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan, dan keteguhan perempuan Indonesia.

Setiap unsur dalam sehelai kain kebaya melambangkan makna dan pesona perempuan Indonesia. Modelnya yang sederhana dan dipakai dengan paduan bawahan jarik/kain panjang melambangkan sifat dan tampilan perempuan yang anggun. Sementara lilitan kain yang ketat mewakili karakter perempuan yang lembut dalam tutur kata dan halus dalam bertindak.

Lalu potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh/melekat bermakna perempuan perlu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan mandiri. Adapun, stagen atau ikat pinggang kebaya menyimbolkan usus yang panjang. Dalam filosofi Jawa, bermakna punya kesabaran yang tinggi.

Pada masa lalu, kebaya dikenakan oleh para pejuang perempuan selama masa pra dan pascakemerdekaan. Kini, kebaya eksis digunakan dalam berbagai momen, baik formal seperti upacara adat, kegiatan nasional, momen kelulusan, pernikahan, maupun kegiatan sehari-hari. 

Sejarah Hari Kebaya Nasional
Lantaran menjadi salah satu aset budaya serta memiliki nilai sejarah dan filosofi budaya yang penting, pemerintah akhirnya menetapkan Hari Kebaya Nasional yang diperingati 24 Juli tiap tahunnya. Meski baru diperingati mulai tahun lalu, latar belakang Hari Kebaya Nasional sejatinya merujuk pada histori beberapa dekade silam.

Gagasan untuk menetapkan Hari Kebaya Nasional berakar dari peristiwa bersejarah Kongres Wanita Indonesia (KWI) ke-10 tahun 1964 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut dihadiri 7.000 perempuan, yang hadir mengenakan kebaya sebagai penghormatan terhadap Ibu Negara Fatmawati Soekarno, yang dikenal anggun dengan busana kebaya.

Bahkan Presiden Sukarno kala itu turut hadir dalam kongres itu dan menyaksikan kebersamaan para perempuan dalam balutan kebaya. Momen tersebut menjadi inspirasi bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional.

Dalam Keppres tersebut, tertulis beberapa alasan ditetapkannya Hari Kebaya Nasional. Pertama, kebaya merupakan identitas nasional perekat bangsa yang bersifat lintas etnis, dan telah berkembang menjadi aset budaya yang sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilestarikan
keberadaannya.

Kedua, kebaya berkembang menjadi busana yang digunakan secara nasional dalam berbagai kegiatan baik yang berskala nasional maupun internasional. Ketiga, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya.

Keempat, pada Kongres Wanita Indonesia X yang dihadiri oleh Presiden Sukarno dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan perempuan, dimana seluruh perempuan yang hadir pada kongres tersebut memakai kain
kebaya.

Keppres itu ditetapkan pada 4 Agustus 2023, sehingga peringatan Hari Kebaya Nasional pertama diselenggarakan pada 24 Juli 2024. Meski bukan merupakan hari libur, peringatan Hari Kebaya Nasional memiliki makna yang begitu besar karena menandai pengakuan resmi terhadap kebaya sebagai simbol budaya yang menyatukan berbagai suku di Tanah Air.

Peringatan Hari Kebaya Nasional bukan hanya soal mengenakan busana tradisional, tetapi juga tentang menghargai sejarah, memperkuat jati diri bangsa, dan menjaga warisan leluhur. Dengan terus mengenakan dan melestarikan kebaya, kita turut ambil bagian dalam merawat kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.

Baca juga: 4 Tips Memilih Kebaya yang Tepat & Nyaman ala Fashion Stylist Hagai Pakan

SEBELUMNYA

Seniman Ini Habiskan 21 Tahun Bikin Miniatur Kota New York dari Kayu

BERIKUTNYA

Hari Kebaya Nasional 2025: Intip Busana Favorit Para Selebritas, Andien hingga Maudy Ayunda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: