Selasar Sunaryo Art Space (dok. Facebook/Selasar Sunaryo Art Space)

Minat Pengunjung Selasar Sunaryo Art Space Masih Tinggi

17 September 2021   |   13:33 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Selasar Sunaryo Art Space menyebut bahwa minat masyarakat untuk berkunjung tetap tinggi hingga semester 1 tahun ini. Saat pembatasan sosial berskala besar 2020 hingga 6 bulan pertama tahun ini, jumlah pengunjung tercatat mencapai 100–150 orang per hari.

Kurator Selasar Sunaryo Art Space Heru Hikayat menyebutkan jumlah pengunjung tersebut bahkan bisa lebih tinggi lagi saat akhir pekan.

“Kami membatasi kerumunan dengan cara menetapkan jumlah maksimal pengunjung. Jika batas maksimal tercapai, pengunjung diminta mengantre di tempat yang disediakan,” katanya.

Lalu, saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat diterapkan oleh pemerintah, per 1 Juni 2021, batas pengunjung menjadi 10 orang per jam. Kondisi ini membuat jumlah pengunjung turun di kisaran 30-50 orang dalam satu hari.

Adapun, pada 1 Juli 2021, Selasar Sunaryo Art Space harus tutup untuk umum. Kemudian, kembali buka pada 26 Agustus 2021 dengan batasan-batasan yang pernah diterapkan oleh Selasar Sunaryo Art Space pada Juni.

Saat pameran Wellcome to the Machine dibuka pada 10 September 2021, batasan jumlah pengunjung tetap 10 orang per jam.

Mulai hari ini, 17 September 2021, Selasar Sunaryo Art Space mengadakan 3 pameran, yakni Road to Bandung Photography Triennale di Bale Tonggoh, Rita Wigdado di ruang A & B, serta pameran Yori Antar di ruang sayap.

Kondisi tersebut membuat jumlah pengunjung mengalami peningkatan menjadi 20 orang per jam. “Nah, dengan batas jumlah pengunjung sekarang, maka pengunjung pameran Road to BPT bisa sampai 100 - 140 orang/hari, mulai hari ini,” katanya.

Tentang target, Pameran Welcome to the Machine adalah road to Bandung Photography Triennale. Jadi, bagi Selasar Sunaryo Art Space, ide menyelenggarakan triennale khusus fotografi merupakan ide penting.

Fotografi menjadi kunci gaya hidup masa kini, yang ketergantungan pada gadget. "Targetnya, semoga bisa jadi trienalle fotografi yang akan makin mengangkat nama Bandung sebagai pusat kebudayaan penting," katanya.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Keren, Ini 4 Inovasi Bisnis dari Limbah Makanan

BERIKUTNYA

PUBG: New State Capai 40 Juta Lebih Pengguna Pre-registrasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: