5 Panduan Menjaga Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di Setiap Tahapan Usia
23 July 2025 |
20:36 WIB
Di tengah tuntutan kehidupan modern yang membuat orang tua harus menjalani berbagai peran sekaligus, menjaga kesehatan anak tidak lagi cukup dilakukan secara reaktif. Diperlukan pendekatan yang preventif dan menyeluruh agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam berbagai aspek.
Orang tua memegang peran kunci dalam mendampingi tumbuh kembang anak, mulai dari fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga memasuki usia sekolah dan remaja. Untuk membantu peran tersebut, dokter spesialis anak Jessica Sugiharto membagikan lima panduan kesehatan menyeluruh yang bisa diterapkan, seperti yang dipaparkan dalam webinar Health Talk by Halodoc dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional.
Baca juga: 5 Cara Jaga Kesehatan Anak di Masa Keemasan
Banyak orang tua masih menganggap vaksinasi dan pemantauan kesehatan anak cukup dilakukan pada dua tahun pertama kehidupan sehingga ketika jarak antar vaksin semakin jarang, vaksinasi lanjutan sering terlupakan.
Jessica Sugiharto, Sp.A menjelaskan bahwa vaksinasi lanjutan seperti booster dan lanjutan masih sangat dibutuhkan meski sudah melewati 1.000 HPK. Dengan mendapatkan vaksinasi, anak akan terlindung dari berbagai penyakit berbahaya. Selain itu juga mencegah komplikasi berat, kecacatan, atau kematian.
“Dengan imunisasi maka anak akan mendapatkan kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga aman dari penularan penyakit menular,” jelasnya.
Selain imunisasi, aspek gizi juga tak kalah penting. Orang tua perlu memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang, termasuk mikronutrien seperti vitamin D dan zat besi yang mendukung daya tahan tubuh serta perkembangan otak.
“Kalau dari makanan belum cukup, suplementasi bisa jadi pilihan,” ujar dr. Jessica.
Hal ini terutama penting di fase anak yang sudah mulai sekolah dan menghadapi tuntutan belajar serta aktivitas sosial yang tinggi. Gizi yang cukup menjadi pondasi untuk konsentrasi, pertumbuhan fisik, dan kestabilan emosi anak.
Kesehatan anak tak hanya soal ketika mereka demam atau batuk. Pemeriksaan berkala mencakup evaluasi fisik, psikologis, dan tumbuh kembang, idealnya dilakukan sesuai tahap usia secara rutin.
Misalnya, saat anak masuk usia prasekolah, orang tua bisa memantau perkembangan bahasa dan motoriknya. Di usia sekolah, evaluasi kesehatan mata, gigi, hingga mental anak juga jadi penting, apalagi di era digital yang kerap memengaruhi kesehatan jiwa anak. Pemeriksaan rutin membantu deteksi dini potensi gangguan yang bisa dicegah atau ditangani sejak awal.
Menurut Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, sekitar 15 persen pemesanan vaksin dilakukan secara kolektif, menandakan bahwa banyak keluarga memanfaatkan masa libur sekolah untuk menjalani perawatan kesehatan bersama.
Merawat kesehatan anak sejak dini bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang. Anak yang sehat secara fisik dan mental cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih produktif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa menjaga kesehatan anak adalah fondasi masa depan bangsa. Peningkatan 74 persen pemesanan vaksin anak di Halodoc semester I/2025 menjadi sinyal positif, tapi masih banyak yang harus dikejar agar setiap anak di Indonesia mendapatkan hak kesehatannya,” tutup Fibriyani.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Orang tua memegang peran kunci dalam mendampingi tumbuh kembang anak, mulai dari fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga memasuki usia sekolah dan remaja. Untuk membantu peran tersebut, dokter spesialis anak Jessica Sugiharto membagikan lima panduan kesehatan menyeluruh yang bisa diterapkan, seperti yang dipaparkan dalam webinar Health Talk by Halodoc dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional.
Baca juga: 5 Cara Jaga Kesehatan Anak di Masa Keemasan
1. Jangan Berhenti di 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Banyak orang tua masih menganggap vaksinasi dan pemantauan kesehatan anak cukup dilakukan pada dua tahun pertama kehidupan sehingga ketika jarak antar vaksin semakin jarang, vaksinasi lanjutan sering terlupakan.Jessica Sugiharto, Sp.A menjelaskan bahwa vaksinasi lanjutan seperti booster dan lanjutan masih sangat dibutuhkan meski sudah melewati 1.000 HPK. Dengan mendapatkan vaksinasi, anak akan terlindung dari berbagai penyakit berbahaya. Selain itu juga mencegah komplikasi berat, kecacatan, atau kematian.
“Dengan imunisasi maka anak akan mendapatkan kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga aman dari penularan penyakit menular,” jelasnya.
2. Lengkapi Nutrisi Anak
Selain imunisasi, aspek gizi juga tak kalah penting. Orang tua perlu memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang, termasuk mikronutrien seperti vitamin D dan zat besi yang mendukung daya tahan tubuh serta perkembangan otak.“Kalau dari makanan belum cukup, suplementasi bisa jadi pilihan,” ujar dr. Jessica.
Hal ini terutama penting di fase anak yang sudah mulai sekolah dan menghadapi tuntutan belajar serta aktivitas sosial yang tinggi. Gizi yang cukup menjadi pondasi untuk konsentrasi, pertumbuhan fisik, dan kestabilan emosi anak.
3. Rutin Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh
Kesehatan anak tak hanya soal ketika mereka demam atau batuk. Pemeriksaan berkala mencakup evaluasi fisik, psikologis, dan tumbuh kembang, idealnya dilakukan sesuai tahap usia secara rutin.Misalnya, saat anak masuk usia prasekolah, orang tua bisa memantau perkembangan bahasa dan motoriknya. Di usia sekolah, evaluasi kesehatan mata, gigi, hingga mental anak juga jadi penting, apalagi di era digital yang kerap memengaruhi kesehatan jiwa anak. Pemeriksaan rutin membantu deteksi dini potensi gangguan yang bisa dicegah atau ditangani sejak awal.
4. Manfaatkan Layanan Kesehatan Digital untuk Efisiensi dan Konsistensi
Orang tua masa kini diuntungkan dengan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan digital yang memungkinkan konsultasi jarak jauh. Melalui platform seperti Halodoc, misalnya, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog, memesan vaksin, hingga menjadwalkan pemeriksaan dari rumah.Menurut Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, sekitar 15 persen pemesanan vaksin dilakukan secara kolektif, menandakan bahwa banyak keluarga memanfaatkan masa libur sekolah untuk menjalani perawatan kesehatan bersama.
5. Jadikan Preventif Sebagai Investasi Masa Depan Anak
Merawat kesehatan anak sejak dini bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang. Anak yang sehat secara fisik dan mental cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih produktif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa menjaga kesehatan anak adalah fondasi masa depan bangsa. Peningkatan 74 persen pemesanan vaksin anak di Halodoc semester I/2025 menjadi sinyal positif, tapi masih banyak yang harus dikejar agar setiap anak di Indonesia mendapatkan hak kesehatannya,” tutup Fibriyani.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.