Asal-Usul Vokalis Black Sabbath Ozzy Osbourne Dijuluki Prince of Darkness
23 July 2025 |
12:18 WIB
Selama lebih dari lima dekade berkarier di dunia musik, nama musisi Ozzy Osbourne tidak bisa dilepaskan dari band rock Black Sabbath. Bersama Tony Iommi, Bill Ward dan Geezer Butler, Osbourne menjadi ikon penting di jagat musik rock dan heavy metal, hingga dijuluki sebagai "Prince of Darkness" atau Pangeran Kegelapan.
Julukan Pangeran Kegelapan menjadi bagian penting dari identitas Osbourne dan membentuk citra publiknya selama ini. Julukan tersebut semakin menguatkan karakternya yang nyentrik dan persona panggungnya yang unik, sekaligus identik dengan citra horor, misterius, dan gaib.
Baca juga: 6 Aksi Kontroversial Ozzy Osbourne, Pernah Gigit Kelelawar
Osbourne diketahui tidak memilih ataupun membuat julukan tersebut untuk dirinya sendiri. Julukan Prince of Darkness dimulai pada awal 1970-an, saat Black Sabbath sedang naik daun. Tepatnya, julukan itu muncul lantaran lagu "Black Sabbath", yang dianggap sebagai lagu paling menakutkan yang pernah ditulis oleh band tersebut.
Dalam wawancara bersama NME, Osbourne mengatakan dalam momen tampil di panggung, "Black Sabbath" menjadi salah satu lagu yang paling menuai respons keras dari penonton. Bahkan, gara-gara lagu itu, para penonton mengaitkan Black Sabbath dengan tema-tema setan.
"Waktu kami mulai manggung dulu, begitu kami mulai memainkan akord pembuka lagu ini, gadis-gadis muda di antara penonton langsung heboh. Mereka pikir kami teman-teman setan atau semacamnya. Saat itulah semua kekacauan Prince of Darkness dimulai," kata Osbourne.
Kendati demikian, istilah "Prince of Darkness" sebenarnya sudah ada jauh sebelum disematkan pada Osbourne. Dikutip dari The Economic Times, frasa tersebut muncul dalam bahasa Latin sebagai 'princeps tenebrarum', yang berarti pemimpin kegelapan.
Istilah tersebut digunakan dalam teks-teks keagamaan dari abas keempat. Penyair Inggris John Milton juga pernah menggunakan frasa tersebut dalam puisi Paradise Lost tahun 1667 untuk menggambarkan setan. Meskipun berakar pada sastra dan kepercayaan lama, nama itu menemukan makna dan kehidupan baru dalam musik rock melalui Ozzy Osbourne.
Namun, Osbourne tidak pernah menganggap julukan itu serius, sebagaimana dia ungkapkan dalam wawancara bersama Broward New Times tahun 2013. "Awalnya nama itu sebenarnya hanya lelucon. Aku sih oke-oke aja. Itu lebih baik daripada dipanggil brengsek," katanya.
Kendati begitu, julukan Prince of Darkness menjadi bagian dari persona publiknya. Penampilannya di atas panggung dengan musik-musik yang keras memperkuat kesan ini. Dengan kostum yang nyentrik, video musik gothic, dan perilaku yang kerap kontroversial, menguatkan citranya sebagai Pangerang Kegelapan selama beberapa dekade.
Ozzy Osbourne merupakan vokalis utama Black Sabbath yang mengalami puncak popularitas pada era 1970-an. Black Sabbath menjadi salah satu band metal paling berpengaruh dan sukses sepanjang masa, dengan penjualan lebih dari 75 juta album di seluruh dunia.
Akan tetapi, pada 1977, Osbourne memutuskan hengkang dari band. Meski sempat bergabung kembali, Osbourne dipecat dari band pada 1979 lantaran penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang berat.
Pada 1980, sang vokalis mulai merintis karier musik solo dan merilis album studio perdana, Blizzard of Ozz. Album itu pun sukses di pasaran hingga menempati posisi ke-9 dalam daftar 100 Album Metal Terhebat Sepanjang Masa versi Rolling Stone.
Sepanjang karier solonya, Osbourne telah merilis 13 album studio, dengan 7 di antaranya menerima sertifikasi multi-platinum di Amerika Serikat. Sang musisi dilaporkan telah menjual lebih dari 100 juta kopi album, termasuk karya solonya dan rilisan bersama Black Sabbath.
Pada awal 2000-an, nama Osbourne mencuri perhatian publik lantaran menjadi bintang acara realitas televisi MTV The Osbournes bersama istri sekaligus manajernya Sharon Osbourne dan dua anak mereka, Kelly dan Jack.
Namun, pada 2020, Osbourne didiagnosis menderita penyakit Parkinson, dan dia menghentikan tur pada 2023 setelah operasi tulang belakang yang ekstensif. Osbourne telah berjuang melawan masalah kesehatan sejak 2003 menyusul kecelakaan sepeda quad yang hampir fatal, cedera yang diperparah pada 2019 ketika dia terjatuh di rumah.
Ozzy Osbourne meninggal dunia pada Selasa (22/7/2025). Kabar wafatnya sang musisi diumumkan oleh pihak keluarga melalui akun media sosial resmi Ozzy Osbourne. Sang musisi berpulang pada usia 76 tahun, selang dua minggu sejak konser reuni dirinya dengan band Black Sabbath.
Lewat akun Instagram @ozzyosbourne, pihak keluarga mengunggah foto momen sang musisi saat berada di atas panggung. Pihak keluarga mengungkap bahwa mereka sangat kehilangan sosok Osbourne, sekaligus meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarga sang musisi.
"Dengan lebih banyak kesedihan daripada sekadar kata-kata yang dapat disampaikan, kami harus melaporkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta kita telah meninggal pagi ini. Dia bersama keluarganya dan dikelilingi oleh cinta. Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini. Sharon, Jack, Kelly, Aimee dan Louis," tulis pihak keluarga.
Belum diketahui secara pasti terkait penyebab meninggalnya Osbourne. Meski demikian, diketahui bahwa sang musisi selama bertahun-tahun berjuang dengan penyakit parkinson yang dideritanya sejak tahun 2020. Osbourne lantas memutuskan untuk pensiun dari dunia musik pada 2023, dengan alasan cedera tulang belakang yang dialaminya akibat kecelakaan pada 2018.
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
Wafatnya Ozzy Osbourne hanya berselang hampir tiga minggu sejak konser reuni sekaligus perpisahannya dengan Black Sabbath digelar. Konser bertajuk Back to the Beginning itu digelar pada 5 Juli 2025 di Villa Park, Birmingham.
Konser itu menjadi sejarah lantaran untuk pertama kalinya setelah 20 tahun, Osbourne tampil sepanggung dengan para personel Black Sabbath yakni Tony Iommi sebagai gitaris, Bill Ward (drummer) dan Geezer Butler (bassis). Konser tersebut juga menandai akhir dari perjalanan panjang sang Prince of Darkness dalam dunia musik, disaksikan 42.000 penggemar secara langsung dan lebih dari 3 juta penonton lainnya melalui siaran digital berbayar.
Julukan Pangeran Kegelapan menjadi bagian penting dari identitas Osbourne dan membentuk citra publiknya selama ini. Julukan tersebut semakin menguatkan karakternya yang nyentrik dan persona panggungnya yang unik, sekaligus identik dengan citra horor, misterius, dan gaib.
Baca juga: 6 Aksi Kontroversial Ozzy Osbourne, Pernah Gigit Kelelawar
Osbourne diketahui tidak memilih ataupun membuat julukan tersebut untuk dirinya sendiri. Julukan Prince of Darkness dimulai pada awal 1970-an, saat Black Sabbath sedang naik daun. Tepatnya, julukan itu muncul lantaran lagu "Black Sabbath", yang dianggap sebagai lagu paling menakutkan yang pernah ditulis oleh band tersebut.
Dalam wawancara bersama NME, Osbourne mengatakan dalam momen tampil di panggung, "Black Sabbath" menjadi salah satu lagu yang paling menuai respons keras dari penonton. Bahkan, gara-gara lagu itu, para penonton mengaitkan Black Sabbath dengan tema-tema setan.
"Waktu kami mulai manggung dulu, begitu kami mulai memainkan akord pembuka lagu ini, gadis-gadis muda di antara penonton langsung heboh. Mereka pikir kami teman-teman setan atau semacamnya. Saat itulah semua kekacauan Prince of Darkness dimulai," kata Osbourne.
Kendati demikian, istilah "Prince of Darkness" sebenarnya sudah ada jauh sebelum disematkan pada Osbourne. Dikutip dari The Economic Times, frasa tersebut muncul dalam bahasa Latin sebagai 'princeps tenebrarum', yang berarti pemimpin kegelapan.
Istilah tersebut digunakan dalam teks-teks keagamaan dari abas keempat. Penyair Inggris John Milton juga pernah menggunakan frasa tersebut dalam puisi Paradise Lost tahun 1667 untuk menggambarkan setan. Meskipun berakar pada sastra dan kepercayaan lama, nama itu menemukan makna dan kehidupan baru dalam musik rock melalui Ozzy Osbourne.
Namun, Osbourne tidak pernah menganggap julukan itu serius, sebagaimana dia ungkapkan dalam wawancara bersama Broward New Times tahun 2013. "Awalnya nama itu sebenarnya hanya lelucon. Aku sih oke-oke aja. Itu lebih baik daripada dipanggil brengsek," katanya.
Kendati begitu, julukan Prince of Darkness menjadi bagian dari persona publiknya. Penampilannya di atas panggung dengan musik-musik yang keras memperkuat kesan ini. Dengan kostum yang nyentrik, video musik gothic, dan perilaku yang kerap kontroversial, menguatkan citranya sebagai Pangerang Kegelapan selama beberapa dekade.
Ozzy Osbourne merupakan vokalis utama Black Sabbath yang mengalami puncak popularitas pada era 1970-an. Black Sabbath menjadi salah satu band metal paling berpengaruh dan sukses sepanjang masa, dengan penjualan lebih dari 75 juta album di seluruh dunia.
Akan tetapi, pada 1977, Osbourne memutuskan hengkang dari band. Meski sempat bergabung kembali, Osbourne dipecat dari band pada 1979 lantaran penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang berat.
Pada 1980, sang vokalis mulai merintis karier musik solo dan merilis album studio perdana, Blizzard of Ozz. Album itu pun sukses di pasaran hingga menempati posisi ke-9 dalam daftar 100 Album Metal Terhebat Sepanjang Masa versi Rolling Stone.
Sepanjang karier solonya, Osbourne telah merilis 13 album studio, dengan 7 di antaranya menerima sertifikasi multi-platinum di Amerika Serikat. Sang musisi dilaporkan telah menjual lebih dari 100 juta kopi album, termasuk karya solonya dan rilisan bersama Black Sabbath.
Pada awal 2000-an, nama Osbourne mencuri perhatian publik lantaran menjadi bintang acara realitas televisi MTV The Osbournes bersama istri sekaligus manajernya Sharon Osbourne dan dua anak mereka, Kelly dan Jack.
Namun, pada 2020, Osbourne didiagnosis menderita penyakit Parkinson, dan dia menghentikan tur pada 2023 setelah operasi tulang belakang yang ekstensif. Osbourne telah berjuang melawan masalah kesehatan sejak 2003 menyusul kecelakaan sepeda quad yang hampir fatal, cedera yang diperparah pada 2019 ketika dia terjatuh di rumah.
Ozzy Osbourne meninggal dunia pada Selasa (22/7/2025). Kabar wafatnya sang musisi diumumkan oleh pihak keluarga melalui akun media sosial resmi Ozzy Osbourne. Sang musisi berpulang pada usia 76 tahun, selang dua minggu sejak konser reuni dirinya dengan band Black Sabbath.
Lewat akun Instagram @ozzyosbourne, pihak keluarga mengunggah foto momen sang musisi saat berada di atas panggung. Pihak keluarga mengungkap bahwa mereka sangat kehilangan sosok Osbourne, sekaligus meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarga sang musisi.
"Dengan lebih banyak kesedihan daripada sekadar kata-kata yang dapat disampaikan, kami harus melaporkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta kita telah meninggal pagi ini. Dia bersama keluarganya dan dikelilingi oleh cinta. Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini. Sharon, Jack, Kelly, Aimee dan Louis," tulis pihak keluarga.
Belum diketahui secara pasti terkait penyebab meninggalnya Osbourne. Meski demikian, diketahui bahwa sang musisi selama bertahun-tahun berjuang dengan penyakit parkinson yang dideritanya sejak tahun 2020. Osbourne lantas memutuskan untuk pensiun dari dunia musik pada 2023, dengan alasan cedera tulang belakang yang dialaminya akibat kecelakaan pada 2018.
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
Wafatnya Ozzy Osbourne hanya berselang hampir tiga minggu sejak konser reuni sekaligus perpisahannya dengan Black Sabbath digelar. Konser bertajuk Back to the Beginning itu digelar pada 5 Juli 2025 di Villa Park, Birmingham.
Konser itu menjadi sejarah lantaran untuk pertama kalinya setelah 20 tahun, Osbourne tampil sepanggung dengan para personel Black Sabbath yakni Tony Iommi sebagai gitaris, Bill Ward (drummer) dan Geezer Butler (bassis). Konser tersebut juga menandai akhir dari perjalanan panjang sang Prince of Darkness dalam dunia musik, disaksikan 42.000 penggemar secara langsung dan lebih dari 3 juta penonton lainnya melalui siaran digital berbayar.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.