Musisi Ozzy Osbourne. (Sumber gambar: Ozzy Osbourne/Instagram)

Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia

23 July 2025   |   09:38 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kepergian musisi legendaris Ozzy Osbourne menyisakan duka mendalam bagi dunia musik internasional. Penyanyi yang dijuluki sebagai "Prince of Darkness" itu telah menjadi salah satu tokoh paling ikonik di dunia musik rock, serta memberikan warisan untuk perkembangan heavy metal dengan suaranya yang unik dan tingkahnya yang penuh kejutan.

Lahir dengan nama asli John Michael Osbourne pada 3 Desember 1948 di Birmingham, Inggris, sang musisi selama lebih dari lima dekade menjadi sorotan sebagai superstar rock. Selama itu pula, perjalanan kariernya dipenuhi liku-liku mulai dari sebagai vokalis Black Sabbath, merintis karier solo, hingga menjadi bintang acara realitas bersama keluarganya.

Baca juga: Legenda Rock Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, 2 Minggu Usai Konser Terakhirnya

Mengutip dari Variety, Osbourne terlahir dari keluarga kelas pekerja dengan enam bersaudara. Sejak kecil, dia telah menunjukkan ketertarikannya di dunia seni dengan tampil dalam operet sekolah menengah, hingga menjadi penggemar berat The Beatles.

Namun, pada usia 15 tahun, dia didiagnosis mengidap disleksia hingga kemudian putus sekolah. Akhirnya, Osbourne bekerja sebagai buruh kasar, hingga ditangkap dan dipenjara karena beberapa kasus pencurian. Setelah bebas dari jeruji besi, dia menerjunkan diri ke dunia musik sebagai bentuk 'pelariannya'.
 


Saat berusia 19 tahun, Osbourne membentuk sebuah band bersama Terence "Geezer" Butler. Dia bertindak sebagai vokalis sementara Geezer sebagai bassis. Tak lama kemudian, dua mantan personel Mythology, gitaris Tony Iommi dan drummer Bill Ward, ikut bergabung bersama mereka.

Awalnya, band kuartet tersebut diberi nama Earth. Namun, mereka terpaksa mengganti nama tersebut setelah mengetahui adanya grup dengan nama yang sama. Para anggota pun memilih Black Sabbath, terinspirasi dari antologi horor karya sutradara Mario Bava tahun 1963.

Dikontrak oleh label Philips Records di Inggris, Black Sabbath merilis album perdananya dengan nama mereka pada tahun 1970. Meskipun album yang kental dengan nuansa suram tersebut dicerca habis-habisan oleh berbagai kalangan termasuk pers, album tersebut berhasil masuk 10 besar di tangga lagu Inggris dan naik ke posisi 23 di Amerika Serikat.

Tak lama berselang, mereka merilis album kedua, Paranoid (1970), yang menempatkan Black Sabbath di puncak tangga lagu Inggris dan mencapai nomor 12 di AS. Album ini berisi beberapa lagu dengan riff yang berat,  yang turut membentuk sound metal seperti "War Pigs," "Paranoid," "Hand of Doom," termasuk yang akhirnya menjadi lagu andalan mereka paling terkenal, "Iron Man".
 


Kesuksesan juga diraih Sabbath dalam album ketiga, Master of Reality (1971), yang menempati posisi ke-8 di tangga lagu AS, menampilkan salah satu nomor ikonik yakni "Sweet Leaf". Mereka juga melakukan eksplorasi musik pada album Vol. 4 (1972) yang menampilkan vokal balada Osbourne yang mengejutkan dalam nomor "Changes", serta album Sabbath Bloody Sabbath (1973) yang dikagumi banyak orang.

Namun, pada pertengahan 70-an, Osbourne dan rekan-rekan bandnya mulai kehilangan arah. Mereka kecanduan alkohol dan narkoba yang mempengaruhi kehidupan personal mereka hingga menyebabkan penurunan kualitas musik dan penjualan rekaman yang signifikan. 

Album Sabotage (1975) misalnya, yang memuncaki nomor 28 di AS, sementara penerusnya, Technical Ecstasy (1976) hanya mampu bertengger di nomor 51. Sementara itu, Osbourne harus bercerai dengan istri pertamanya yang telah dikaruniai dua anak.
 
 

Karier Solo & Reuni

Setelah album tersebut, Osbourne meninggalkan Black Sabbath pada 1977 dan memulai proyek solo dengan merilis album Blizzard of Ozz. Album ini pun menandai langkah awal kesuksesannya dalam karier solo, dan memperkenalkan gitaris utama yang dinamis, Randy Rhoads. Meski, Osbourne sempat kembali ke Sabbath dan merilis album Never Say Die! (1978), hingga menggelar tur di Eropa dan AS yang menjadi tur penuh terakhir dengan Osbourne.

Blizzard of Ozz adalah salah satu dari sedikit album di antara 100 album terlaris tahun 1980-an yang mencapai status multi-platinum tanpa bantuan single top-40. Pada Agustus 1997, album ini telah mencapai status quadruple platinum, menurut RIAA. 

Begitupun dengan album keduanya, Diary of a Madman (1995), yang melahirkan nomor-nomor populer seperti "Over the Mountain" dan "Flying High Again". Kesuksesan album ini melampaui pendahulunya di tangga lagu dan terjual 3 juta kopi. Namun, Osbourne mengalami pukulan berat ketika Rhoads tewas pada 1982 akibat pesawat pribadi yang membawanya jatuh di Florida.

Usai kepergian Rhoads, Osbourne menggandeng Zakk Wylde, mantan anggota grup metal Stonehenge dari New Jersey, sebagai gitaris. Permainan kreatifnya menghasilkan beberapa album seperti No Rest For the Wicked (1998) dan No More Tears (1991).

Pada 1996, setelah tawaran Osbourne ditolak oleh Festival Lollapalooza, Sharon Osbourne, istri sekaligus manajernya, membuat festival metal khusus untuk Osbourne bernama Ozzfest. Diselenggarakan hanya selama dua hari di Arizona dan California, Ozzfest meraih sukses besar, dan menjadi acara tur terlaris di AS dan Inggris yang menarik banyak nama besar di dunia metal.

Ozzfest juga menjadi tempat momentum reuninya Osbourne dengan Black Sabbath. Mereka tampil bersama dalam dua pertunjukan pada 1997 yakni di Bristow, Virginia dan West Palm Beach, Florida. Momen itu membuat Osbourne dan Sabbath juga akhirnya kembali merilis album Reunion (1998), dan menggelar tur album tersebut.

Mereka juga sempat beberapa kali tampil dalam acara reuni, seperti dalam tur dunia dan album baru pada 2011, tur perpisahan The End pada 2016, hingga yang terakhir ialah Back to the Beginning pada 5 Juli 2025.
 


Karier solo Osbourne terus berlanjut hingga tahun 2000-an. Dia produktif merilis sejumlah album seperti Down to Earth (2001), Under Cover (2005), Black Rain (2007), Scream (2010), Ordinary Man (2020), dan yang terakhir yakni Patient Number 9 (2020).

Sejak1980-an, telah banyak juga tur konser yang digelar Osbourne seperti No More Tours Tour (1992), Down to Earth Tour (2002), Scream World Tour (2010–2011), dan No More Tours II (2018). Namun, sejak 2005, Osbourne sudah mengurangi aktivitas manggungnya lantaran sakit.

Berkat kontribusinya di dunia musik, Osbourne pun telah menyabet sejumlah penghargaan mulai dari Grammy Award hingga diakui oleh UK Music Hall of Fame, US Rock and Roll Hall of Fame, dan Rock and Roll Hall of Fame.

Pada 2008, Osbourne dimahkotai dengan penghargaan Living Legend yang bergengsi di Classic Rock Roll of Honour Awards. Osbourne dianggap sebagai ikon musik hard rock, dan salah satu pendiri musik heavy metal melalui karyanya bersama Black Sabbath.

Selain sebagai musisi, Osbourne juga sukses menjadi bintang acara realitas televisi, The Osbournes, sebuah serial yang menampilkan kehidupan rumah tangga Osbourne dan keluarganya. Acara yang tayang pada 2002-2005 ini menjadi salah satu hit terbesar MTV, dan dianggap sebagai program pionir dalam acara televisi realitas di era yang tidak hanya berfokus pada kehidupan keluarga selebritas.

Seiring bertambahnya usia, kesehatan Osbourne pun kian menurun. Pada 2019, dia harus menunda tur No More Tours II di Eropa karena mengidap pneumonia. Pada tahun yang sama, dia juga dilaporkan mengalami cedera serius akibat jatuh di rumahnya di Los Angeles saat masih dalam pemulihan dari pneumonia, hingga didiagnosis menderita penyakit Parkinson.

Baca juga: Konser Terakhir Ozzy Osbourne dan Black Sabbath Disambut Tangis dan Ledakan Rock

Osbourne kehilangan kemampuan untuk berjalan karena penyakit tersebut. Lalu pada 2020, dia juga mengungkapkan bahwa dia menderita emfisema. Setelah menjalani operasi tulang belakang, dia sempat beberapa kali tampil di panggung termasuk pertandingan sepak bola pembuka musim Los Angeles Rams 2022.

Konser reuni Osbourne dengan Black Sabbath, Back to the Beginning, menjadi momen terakhir dirinya menyapa para penggemarnya. Konser yang dihadiri sekitar 42.000 penonton itu digelar di Villa Park, Birmingham, Inggris, pada 5 Juli 2025. Konser amal itu menjadi reuni mereka setelah 20 tahun, sekaligus pertunjukan musik perpisahan dari Osbourne. 
 

SEBELUMNYA

Ozzy Osbourne Tutup Usia, Metallica hingga Aerosmith Beri Salam Penghormatan

BERIKUTNYA

Daftar Film yang Berhasil Lolos Kurasi di Festival Film Venice 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga