6 Aksi Kontroversial Ozzy Osbourne, Pernah Gigit Kelelawar
23 July 2025 |
11:11 WIB
Nama musisi Ozzy Osbourne tidak hanya disorot karena karya-karya musiknya yang melegenda, dan dianggap meletakkan warisan penting bagi perkembangan dunia rock dan heavy metal. Dia juga menyita perhatian publik lantaran sejumlah aksi kontroversialnya.
Diketahui, sejak pertengahan 1970-an, Osbourne dan rekan-rekan band-nya di Black Sabbath kecanduan alkohol dan narkoba yang membuat akhirnya Osbourne memutuskan hengkang dari band tersebut pada 1977. Bahkan, setelah keluar dari Sabbath, Osbourne mengunci diri dan menghabiskan tiga bulan mengonsumsi kokain dan minuman keras.
Penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut akhirnya memberikan pengaruh pada kesehatan Osbourne, serta kehidupan personal dan kariernya. Banyak tur yang terpaksa batal karena dirinya teler dan mabuk berat, terlibat pertikaian dengan rekan sesama musisinya, hingga melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya.
Di tengah perjuangan Osbourne melawan kecanduan, dia tercatat pernah melakukan beberapa aksi kontroversial yang menjadi momen-momen kelam dalam perjalanan kariernya. Berikut adalah beberapa diantaranya sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Ozzy Osbourne Tutup Usia, Metallica hingga Aerosmith Beri Salam Penghormatan
Namun, dalam keadaan mabuk, dia malah mengambil seekor merpati dan menggigit kepalanya. Osbourne kemudian meludahi kepala merpati, dengan darah masih menetes dari bibirnya. Saat petugas keamanan mengawalnya keluar gedung, dia mengambil merpati kedua dan juga menggigit kepalanya.
"Saya ingin membuat kesan yang nyata. Penipuannya adalah burung itu sudah mati. Kami berencana melepaskannya di sana, tetapi ia mati lebih dulu. Jadi, daripada menyia-nyiakannya, saya menggigit kepalanya," katanya.
Karena kontroversinya, tindakan menggigit kepala tersebut telah diparodikan dan disinggung beberapa kali sepanjang kariernya dan merupakan bagian dari hal-hal yang membuat Osbourne terkenal.
Osbourne justru mengira kelelawar itu hanya mainan hingga akhirnya dia menggigitnya. Setelah konser berakhir, Osbourne dirawat di rumah sakit setempat karena mengalami rabies. Pada 20 Januari 2019, Osbourne memperingati 37 tahun insiden kelelawar tersebut dengan menjual mainan "Ozzy Plush Bat". Kelelawar dengan kepala yang dapat dilepas itu pun terjual habis hanya dalam beberapa jam.
Osbourne tidak sadar bahwa dia sedang berdiri di monumen setinggi 18 meter yang dianggap suci di kota itu, dan buang air kecil di tempat tersebut. Dibangun pada 1939, monumen Alamo Cenotaph dibangun untuk menghormati mereka yang meninggal dunia yang jenazahnya disemayamkan di tempat lain sekaligus menjadi lambang kebanggaan warga Texas.
Atas insiden tersebut, Osbourne pun dilarang untuk tampil di San Antonio selama 10 tahun. Akan tetapi, dia menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah kota dan menyumbangkan US$10.000 kepada Daughters of the Republic of Texas, organisasi yang mengelola lapangan Alamo, hingga akhirnya diperbolehkan tampil kembali.
Menukil Hindustan Times, insiden itu dilaporkan terjadi pada awal 1980-an ketika Ozzy Osbourne bercerai dengan kekasih pertamanya, Thelma Riley, dan sedang menjalin hubungan dengan Sharon Osbourne, istrinya selama lebih dari 40 tahun. Ketika kecanduannya terhadap zat terlarang mencapai puncaknya, dia menembak 17 kucing peliharaan yang tinggal bersamanya dengan senapan.
"Saya mengonsumsi narkoba begitu banyak sampai-sampai saya hancur. Puncak kemarahan saya datang ketika saya menembak semua kucing kami. Kami punya sekitar 17 ekor, dan saya menjadi gila dan menembak semuanya. Istri saya menemukan saya di bawah piano dengan setelan jas putih, senapan di satu tangan dan pisau di tangan lainnya," kata Osbourne.
"Saya telah melakukan beberapa hal buruk di masa hidup saya. Tapi saya bukan iblis. Saya hanyalah John Osbourne, seorang anak kelas pekerja dari Aston yang berhenti dari pekerjaannya di pabrik dan mencari kesenangan," katanya dalam sebuah biografi yang terbit pada 2010.
Keluarga pemuda lain, Michael Waller, mengajukan gugatan serupa terhadap Osbourne, dengan tuduhan pesan-pesan subliminal yang tersembunyi di dalam "Suicide Solution", yang menyebabkan putra mereka bunuh diri pada 3 Mei 1986.
Lagu-lagu Osbourne juga dianggap sebagai penyebab aksi pembunuhan. Dilaporkan pada malam tahun baru 1983, seorang remaja Kanada bernama James Jollimore membunuh seorang wanita dan kedua putranya di Halifax, Nova Scotia , setelah mendengarkan lagu "Bark at the Moon".
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Diketahui, sejak pertengahan 1970-an, Osbourne dan rekan-rekan band-nya di Black Sabbath kecanduan alkohol dan narkoba yang membuat akhirnya Osbourne memutuskan hengkang dari band tersebut pada 1977. Bahkan, setelah keluar dari Sabbath, Osbourne mengunci diri dan menghabiskan tiga bulan mengonsumsi kokain dan minuman keras.
Penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut akhirnya memberikan pengaruh pada kesehatan Osbourne, serta kehidupan personal dan kariernya. Banyak tur yang terpaksa batal karena dirinya teler dan mabuk berat, terlibat pertikaian dengan rekan sesama musisinya, hingga melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya.
Di tengah perjuangan Osbourne melawan kecanduan, dia tercatat pernah melakukan beberapa aksi kontroversial yang menjadi momen-momen kelam dalam perjalanan kariernya. Berikut adalah beberapa diantaranya sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Ozzy Osbourne Tutup Usia, Metallica hingga Aerosmith Beri Salam Penghormatan
1. Menggigit kepala burung merpati
Pada 1981, setelah menandatangani kontrak rekaman solo pertamanya, Osbourne menggigit kepala seekor merpati saat rapat dengan para eksekutif dari label CBS Records di Los Angeles. Dikutip dari Mojo, awalnya, Osbourne hendak memberikan pidato terima kasih kepada para penontonnya dan kemudian melepaskan tiga merpati perdamaian simbolis.Namun, dalam keadaan mabuk, dia malah mengambil seekor merpati dan menggigit kepalanya. Osbourne kemudian meludahi kepala merpati, dengan darah masih menetes dari bibirnya. Saat petugas keamanan mengawalnya keluar gedung, dia mengambil merpati kedua dan juga menggigit kepalanya.
"Saya ingin membuat kesan yang nyata. Penipuannya adalah burung itu sudah mati. Kami berencana melepaskannya di sana, tetapi ia mati lebih dulu. Jadi, daripada menyia-nyiakannya, saya menggigit kepalanya," katanya.
Karena kontroversinya, tindakan menggigit kepala tersebut telah diparodikan dan disinggung beberapa kali sepanjang kariernya dan merupakan bagian dari hal-hal yang membuat Osbourne terkenal.
2. Menggigit kepala kelelawar
Tak hanya burung merpati, Osbourne juga pernah menggigit kepala seekor kelelawar saat tampil di Veterans Memorial Auditorium di Des Moines, Iowa, AS, pada 1982. Dilansir dari USA Today, kelelawar itu dilempar oleh salah satu penonton ke atas panggung yang dikiranya sudah mati.Osbourne justru mengira kelelawar itu hanya mainan hingga akhirnya dia menggigitnya. Setelah konser berakhir, Osbourne dirawat di rumah sakit setempat karena mengalami rabies. Pada 20 Januari 2019, Osbourne memperingati 37 tahun insiden kelelawar tersebut dengan menjual mainan "Ozzy Plush Bat". Kelelawar dengan kepala yang dapat dilepas itu pun terjual habis hanya dalam beberapa jam.
3. Mengencingi monumen Alamo Cenotaph
Aksi kontroversial lainnya dari Osbourne ialah sang musisi pernah mengencingi sebuah monumen nasional yang dihormati di San Antonio, Texas, bernama Alamo Cenotaph pada 1982. Menurut laporan Loud Wire, kala itu Osbourne dalam keadaan mabuk dan terhuyung-huyung di jalan mengenakan gaun milik calon istrinya, Sharon Osbourne.Osbourne tidak sadar bahwa dia sedang berdiri di monumen setinggi 18 meter yang dianggap suci di kota itu, dan buang air kecil di tempat tersebut. Dibangun pada 1939, monumen Alamo Cenotaph dibangun untuk menghormati mereka yang meninggal dunia yang jenazahnya disemayamkan di tempat lain sekaligus menjadi lambang kebanggaan warga Texas.
Atas insiden tersebut, Osbourne pun dilarang untuk tampil di San Antonio selama 10 tahun. Akan tetapi, dia menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah kota dan menyumbangkan US$10.000 kepada Daughters of the Republic of Texas, organisasi yang mengelola lapangan Alamo, hingga akhirnya diperbolehkan tampil kembali.
4. Menembak 17 ekor kucing
Pengaruh narkoba juga membuat Osbourne melakukan aksi brutal yakni menembak 17 kucing peliharaannya. Dalam sebuah wawancara dengan Guitar Legends, dia mengaku telah membunuh 17 kucing peliharaannya pada awal 1980-an, yang disebutnya sebagai titik balik dalam perjuangannya melawan kecanduan.Menukil Hindustan Times, insiden itu dilaporkan terjadi pada awal 1980-an ketika Ozzy Osbourne bercerai dengan kekasih pertamanya, Thelma Riley, dan sedang menjalin hubungan dengan Sharon Osbourne, istrinya selama lebih dari 40 tahun. Ketika kecanduannya terhadap zat terlarang mencapai puncaknya, dia menembak 17 kucing peliharaan yang tinggal bersamanya dengan senapan.
"Saya mengonsumsi narkoba begitu banyak sampai-sampai saya hancur. Puncak kemarahan saya datang ketika saya menembak semua kucing kami. Kami punya sekitar 17 ekor, dan saya menjadi gila dan menembak semuanya. Istri saya menemukan saya di bawah piano dengan setelan jas putih, senapan di satu tangan dan pisau di tangan lainnya," kata Osbourne.
5. Dianggap satanis
Di samping dianggap sebagai legenda, Osbourne juga kerap dipandang memiliki karya-karya musik rock yang memberikan dampak negatif bagi kaum muda hingga dianggap satanis alias penyembah setan. Osbourne pun tidak menampik bahwa gaya hidup dan lirik-liriknya dalam karyanya 'berlebihan' hingga membuatnya dijuluki sebagai Pangeran Kegelapan. Akan tetapi, dia membantah bahwa dirinya satanis."Saya telah melakukan beberapa hal buruk di masa hidup saya. Tapi saya bukan iblis. Saya hanyalah John Osbourne, seorang anak kelas pekerja dari Aston yang berhenti dari pekerjaannya di pabrik dan mencari kesenangan," katanya dalam sebuah biografi yang terbit pada 2010.
6. Lagu-lagunya mendorong bunuh diri
Lagu-lagu Osbourne juga dianggap sebagai penyebab beberapa aksi bunuh diri. Dikutip dari Ultimate Classic Rock, seorang pemuda bernama John Daniel McCollum menembak mati dirinya sendiri pada 26 Oktober 1984, saat berbaring di tempat tidur sambil mendengarkan rekaman Ozzy Osbourne di rumahnya di Indio, California. Orang tua remaja berusia 19 tahun itu kemudian mengajukan gugatan, menuduh lirik lagu Osbourne "Suicide Solution" sebagai penyebab langsung kematian putra mereka.Keluarga pemuda lain, Michael Waller, mengajukan gugatan serupa terhadap Osbourne, dengan tuduhan pesan-pesan subliminal yang tersembunyi di dalam "Suicide Solution", yang menyebabkan putra mereka bunuh diri pada 3 Mei 1986.
Lagu-lagu Osbourne juga dianggap sebagai penyebab aksi pembunuhan. Dilaporkan pada malam tahun baru 1983, seorang remaja Kanada bernama James Jollimore membunuh seorang wanita dan kedua putranya di Halifax, Nova Scotia , setelah mendengarkan lagu "Bark at the Moon".
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.