Profil Kelly Osbourne, Seniman Bertalenta Anak Mendiang Ozzy Black Sabbath
23 July 2025 |
11:30 WIB
Kabar duka menyelimuti dunia musik rock setelah Ozzy Osbourne, legenda sekaligus vokalis ikonik Black Sabbath, tutup usia. Sosok yang dijuluki “The Prince of Darkness” ini bukan hanya dikenal karena kontribusinya yang besar di industri musik, tetapi juga seorang kepala keluarga yang sukses melahirkan anak-anak yang terjun ke dunia seni dan hiburan.
Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah putrinya, Kelly Osbourne. Kelly dikenal bukan hanya karena nama besar keluarganya, tetapi juga karena keberaniannya membangun identitas sendiri di tengah sorotan yang terbebani nama besar ayahnya.
Baca juga: Legenda Rock Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, 2 Minggu Usai Konser Terakhirnya
Dia mampu menunjukkan bahwa di balik ketenaran keluarga Osbourne, ada kisah personal yang tak kalah kuat dan penuh liku. Lahir di London pada 27 Oktober 1984, Kelly dibesarkan dalam dunia yang penuh dengan warna musik dan popularitas.
Sejak kecil, dia kerap menemani sang ayah tur keliling dunia, hidup berpindah-pindah dan tinggal di lebih dari 20 rumah yang tersebar di Inggris maupun Amerika Serikat. Pengalaman itu membentuk kepribadian Kelly yang tangguh dan terbuka terhadap berbagai budaya serta dinamika kehidupan publik.
Mengutip Kellyosbourne.net, publik mulai mengenal luas namanya saat tampil dalam acara reality show The Osbournes yang tayang dari 2002 hingga 2005. Tayangan itu memberikan gambaran sehari-hari keluarga Osbourne yang eksentrik tapi penuh kasih.
Acara ini tidak hanya meraih popularitas besar, tetapi juga memenangkan Emmy Award. Kepribadian Kelly yang vokal, jujur, dan apa adanya membuatnya disukai banyak penonton.
Tak lama setelah acara itu tayang, Kelly merambah ke dunia musik. Dia merilis lagu cover Papa Don’t Preach milik Madonna yang langsung menarik perhatian. Dia kemudian meluncurkan album debut berjudul Shut Up!, meski sayangnya kurang sukses.
Pada 2003, dia kembali ke dunia musik dengan berduet bersama sang ayah dalam lagu Changes. Lagu ini berhasil mencapai peringkat satu di UK Singles Chart kala itu.
Meski tidak semua proyek musiknya sukses secara komersial, Kelly terus mencoba berbagai hal dalam industri hiburan. Selain musik, Kelly juga mengeksplorasi dunia fashion dan televisi.
Usai The Osbournes, dia juga pernah menjadi pembawa acara Project Catwalk, tampil sebagai juri di Fashion Police, Project Runway Junior, hingga Australia’s Got Talent.
Dia juga pernah menjadi kontestan Dancing with the Stars musim kesembilan dan berhasil masuk final. Gayanya yang unik dan komentarnya yang tajam menjadikannya figur yang menonjol di berbagai acara tersebut.
Namun, di balik layar, kehidupan Kelly tak selalu mulus. Ketika sorotan mulai memudar, dia mulai merasa rentan. Seperti sang ayah, dia pun sempat terjerumus dalam kecanduan.
Kelly pernah mengalami masa kelam saat mengonsumsi alkohol dan obat-obatan secara berlebihan, terutama Vicodin. Di puncak kecanduannya, dia bisa mengonsumsi hingga 60 tablet per hari.
Pada 2006, dia menjalani rehabilitasi untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, perjuangan Kelly melawan kecanduan menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Dia terbuka soal perjuangan tersebut dan menjadikannya sebagai bentuk usaha memperbaiki kesehatan mental. Kelly mengalami pasang surut dalam masa pemulihannya, tetapi akhirnya berhasil menunjukkan tekad kuat untuk tetap bertahan dan tumbuh.
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
Di luar musik dan televisi, Kelly juga aktif di dunia mode dan film. Pada 2004, dia meluncurkan lini fesyen bertajuk Stiletto Killers. Dia juga bermain dalam sejumlah film seperti So Undercover, Sharknado 2: The Second One, Should’ve Been Romeo, hingga dokumenter We Sold Our Souls for Rock ’n Roll.
Kini, dengan pengalaman panjang dan kisah hidup yang penuh warna, Kelly Osbourne terus melangkah sebagai salah satu wajah dari generasi penerus seni dalam keluarga Osbourne.
Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah putrinya, Kelly Osbourne. Kelly dikenal bukan hanya karena nama besar keluarganya, tetapi juga karena keberaniannya membangun identitas sendiri di tengah sorotan yang terbebani nama besar ayahnya.
Baca juga: Legenda Rock Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, 2 Minggu Usai Konser Terakhirnya
Dia mampu menunjukkan bahwa di balik ketenaran keluarga Osbourne, ada kisah personal yang tak kalah kuat dan penuh liku. Lahir di London pada 27 Oktober 1984, Kelly dibesarkan dalam dunia yang penuh dengan warna musik dan popularitas.
Sejak kecil, dia kerap menemani sang ayah tur keliling dunia, hidup berpindah-pindah dan tinggal di lebih dari 20 rumah yang tersebar di Inggris maupun Amerika Serikat. Pengalaman itu membentuk kepribadian Kelly yang tangguh dan terbuka terhadap berbagai budaya serta dinamika kehidupan publik.
Mengutip Kellyosbourne.net, publik mulai mengenal luas namanya saat tampil dalam acara reality show The Osbournes yang tayang dari 2002 hingga 2005. Tayangan itu memberikan gambaran sehari-hari keluarga Osbourne yang eksentrik tapi penuh kasih.
Acara ini tidak hanya meraih popularitas besar, tetapi juga memenangkan Emmy Award. Kepribadian Kelly yang vokal, jujur, dan apa adanya membuatnya disukai banyak penonton.
Tak lama setelah acara itu tayang, Kelly merambah ke dunia musik. Dia merilis lagu cover Papa Don’t Preach milik Madonna yang langsung menarik perhatian. Dia kemudian meluncurkan album debut berjudul Shut Up!, meski sayangnya kurang sukses.
Pada 2003, dia kembali ke dunia musik dengan berduet bersama sang ayah dalam lagu Changes. Lagu ini berhasil mencapai peringkat satu di UK Singles Chart kala itu.
Meski tidak semua proyek musiknya sukses secara komersial, Kelly terus mencoba berbagai hal dalam industri hiburan. Selain musik, Kelly juga mengeksplorasi dunia fashion dan televisi.
Usai The Osbournes, dia juga pernah menjadi pembawa acara Project Catwalk, tampil sebagai juri di Fashion Police, Project Runway Junior, hingga Australia’s Got Talent.
Dia juga pernah menjadi kontestan Dancing with the Stars musim kesembilan dan berhasil masuk final. Gayanya yang unik dan komentarnya yang tajam menjadikannya figur yang menonjol di berbagai acara tersebut.
Namun, di balik layar, kehidupan Kelly tak selalu mulus. Ketika sorotan mulai memudar, dia mulai merasa rentan. Seperti sang ayah, dia pun sempat terjerumus dalam kecanduan.
Kelly pernah mengalami masa kelam saat mengonsumsi alkohol dan obat-obatan secara berlebihan, terutama Vicodin. Di puncak kecanduannya, dia bisa mengonsumsi hingga 60 tablet per hari.
Pada 2006, dia menjalani rehabilitasi untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, perjuangan Kelly melawan kecanduan menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Dia terbuka soal perjuangan tersebut dan menjadikannya sebagai bentuk usaha memperbaiki kesehatan mental. Kelly mengalami pasang surut dalam masa pemulihannya, tetapi akhirnya berhasil menunjukkan tekad kuat untuk tetap bertahan dan tumbuh.
Baca juga: Profil & Perjalanan Karier Ozzy Osbourne, dari Black Sabbath Jadi Ikon Musik Rock Dunia
Di luar musik dan televisi, Kelly juga aktif di dunia mode dan film. Pada 2004, dia meluncurkan lini fesyen bertajuk Stiletto Killers. Dia juga bermain dalam sejumlah film seperti So Undercover, Sharknado 2: The Second One, Should’ve Been Romeo, hingga dokumenter We Sold Our Souls for Rock ’n Roll.
Kini, dengan pengalaman panjang dan kisah hidup yang penuh warna, Kelly Osbourne terus melangkah sebagai salah satu wajah dari generasi penerus seni dalam keluarga Osbourne.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.