Ilustrasi karakter Roblox (Sumber gambar: Instagram/roblox)

CEO Roblox Siapkan Fitur & Ruang Kencan Virtual untuk Pengguna di Atas 21 Tahun

19 July 2025   |   13:19 WIB
Image
Cinta Zamira Mahasiswa Unika Atma Jaya

Roblox yang dikenal sebagai arena bermain anak-anak sedang bergeser menjadi metaverse penuh acara sosial, termasuk konser bahkan kini dirancang untuk kencan virtual bagi orang dewasa. CEO Roblox, David Baszucki, dalam podcast TechStuff, mengatakan fitur kencan ditujukan bagi pengguna berusia 21 tahun ke atas. 

Fitur tersebut bertujuan membantu mereka yang merasa canggung melakukan pertemuan langsung, agar bisa membuka jalan menuju hubungan nyata. Bagi Roblox, fitur kencan ini bukan sekadar tren. Baszucki menegaskan platformnya bisa jadi solusi kreativitas sosial untuk generasi muda yang tengah menghadapi “loneliness epidemic”.

Dia yakin ribuan orang dewasa akan saling mengenal lewat fitur kencan di Roblox, lalu terus berlanjut hingga ke hubungan nyata. Ide ini pertama kali disinggung pada DevCon 2023, dan terus dipertajam dengan penambahan konten ramah dewasa sejak akhir 2023 bertema romantis, komedi dewasa, hingga referensi lainnya yang hanya bisa diakses oleh pengguna 21+, setelah melewati verifikasi dokumen. 

Baca juga: Bahaya Adiksi Roblox, Psikolog Sarankan Hal Ini 

Melansir The Express Tribune, Baszucki membayangkan sebuah skenario ketika pengguna dewasa dapat ikut acara nonton film bareng, konser virtual, hingga speed‑dating di dalam dunia Roblox. Semuanya dikemas dalam lingkungan yang dia klaim “lebih sopan dan berkualitas tinggi” dibanding platform lain. 

Namun tak semua pihak menyambut ide ini dengan antusias. Ada keraguan soal keamanan, mengingat pengguna muda masih mendominasi Roblox. Bahkan, pernah terjadi kasus individu dewasa menjebak anak dalam platform tersebut. Kritik menggarisbawahi bahwa verifikasi usia berbasis dokumen belum cukup kuat menghalau penyalahgunaan. 

Skeptisisme juga muncul dari praktisi industri. James Purell, konsultan Roblox, menyebut ide kencan online sebagai “perjudian” yang bisa menghancurkan identitas platform yang selama ini sukses memikat anak-anak lewat konten permainan. Kekhawatiran ini juga diperkuat oleh kondisi banyak negara yang tengah mewajibkan regulasi ketat soal ruang digital anak. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Roblox (@roblox)


Terlepas dari pro dan kontra, potensi kencan virtual di Roblox tetap membuka kesempatan baru dalam dunia digital. Ini bukan sekadar tambahan fitur, melainkan pergeseran nilai dari ruang bermain anak menuju ruang sosial dewasa.

Jika dijalankan secara hati‑hati, dengan sistem verifikasi dan pemisahan akses yang ketat, konsep ini bisa menjembatani mereka yang kesulitan membangun koneksi langsung di dunia nyata.

Menilik tren bahwa 73 persen Gen Z merasa kesepian, pendekatan berani Roblox bisa jadi alternatif. Tak sekadar hiburan, tapi juga fungsi relasional dalam metaverse. Namun semua ini sangat tergantung bagaimana perusahaan bisa menjaga keselamatan, privasi, dan integritas platformnya.

Kendati begitu, muncul pertanyaan besar: apakah Roblox mampu menyeimbangkan dua hal, yakni untuk menjadi dunia permainan anak dan sekaligus ruang kencan dewasa? Peralihan ini bisa jadi tonggak baru dalam evolusi media sosial atau bisa menjadi ujian terbesar reputasi platform tersebut. 

Apakah menurut Genhype ini ide yang menarik? 

Baca juga: Roblox Perketat Konten Untuk Lindungi Anak Di Bawah Umur 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

JKTGO Crazy Matcha Festival Digelar Agustus 2025, Matcha Lovers Merapat!

BERIKUTNYA

7 Jenis Bunga Lokal yang Cocok Untuk Hiasan & Buket

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga