3 Tips Menjaga Anak di Ruang Digital Agar Lebih Aman
19 July 2025 |
07:00 WIB
Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, mendampingi remaja bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Dunia online memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi, belajar, dan bersosialisasi, tetapi juga menyimpan sejumlah risiko.
Wajar jika muncul kekhawatiran orang tua tentang apa yang dilihat anak di internet, dengan siapa mereka berinteraksi, atau berapa lama waktu yang mereka habiskan di media sosial. Berikut beberapa tips penting menjaga anak di ruang digital ala Meta.
Baca juga: Digital Detox Retreat, Tren Liburan Baru Favorit Milenial & Gen Z 2025
Lebih penting lagi, orang tua perlu menunjukkan ketertarikan yang tulus, bukan sekadar mengawasi. Tanyakan soal jejak digital mereka, ajak bicara soal keamanan akun, atau konsekuensi dari membagikan konten tertentu. Saat remaja merasa didengar, bukan diceramahi, mereka bisa jadi lebih terbuka menceritakan pengalaman mereka termasuk saat menghadapi interaksi negatif atau konten yang mengganggu.
Saat remaja menghadapi situasi yang tidak menyenangkan seperti komentar kasar atau konten yang tidak sesuai, respon tenang dari orang tua bisa sangat membantu. Ajarkan cara menggunakan fitur keamanan seperti blokir, lapor, dan sembunyikan komentar. Ingatkan bahwa mencari bantuan bukan tanda kelemahan bagi anak. Ini bisa menjadi bukti bahwa mereka peduli terhadap keselamatan diri sendiri.
Baca juga: Cara Simpel Decluttering Digital Biar Lebih Sehat Mental
Beberapa fitur yang ditanamkan dalam Akun Remaja ini meliputi pembatasan kontak dengan orang asing, filter konten agar tidak terpapar hal yang tidak pantas, serta pengingat penggunaan layar agar anak tidak terlalu lama online. Khusus untuk anak di bawah 16 tahun, pengaturan ini tidak bisa diubah tanpa izin orang tua sebuah langkah kecil yang berarti besar dalam menjaga keamanan digital anak.
Wajar jika muncul kekhawatiran orang tua tentang apa yang dilihat anak di internet, dengan siapa mereka berinteraksi, atau berapa lama waktu yang mereka habiskan di media sosial. Berikut beberapa tips penting menjaga anak di ruang digital ala Meta.
Baca juga: Digital Detox Retreat, Tren Liburan Baru Favorit Milenial & Gen Z 2025
1. Bangun Komunikasi Dua Arah
Alih-alih memberi perintah atau larangan, orang tua disarankan untuk membuka ruang diskusi dengan anak mengenai dunia digital mereka. Mulailah dengan menanyakan hal-hal ringan seperti aplikasi favorit mereka, kreator konten yang mereka ikuti, atau jenis konten yang membuat mereka tertarik. Cara ini bisa jadi awal yang baik untuk menjembatani komunikasi dan membangun kepercayaan.Lebih penting lagi, orang tua perlu menunjukkan ketertarikan yang tulus, bukan sekadar mengawasi. Tanyakan soal jejak digital mereka, ajak bicara soal keamanan akun, atau konsekuensi dari membagikan konten tertentu. Saat remaja merasa didengar, bukan diceramahi, mereka bisa jadi lebih terbuka menceritakan pengalaman mereka termasuk saat menghadapi interaksi negatif atau konten yang mengganggu.
2. Dukung & Bimbing di Ruang Digital
Media sosial bukan hanya tempat hiburan, tapi juga ruang untuk belajar dan berekspresi. Orang tua memiliki peran penting sebagai pendukung dalam pengalaman digital anak. Dukung anak untuk mengeksplorasi minat dan menggunakan platform secara kreatif. Orang tua bisa melakukannya sambil tetap melakukan pengawasan dengan bijak.Saat remaja menghadapi situasi yang tidak menyenangkan seperti komentar kasar atau konten yang tidak sesuai, respon tenang dari orang tua bisa sangat membantu. Ajarkan cara menggunakan fitur keamanan seperti blokir, lapor, dan sembunyikan komentar. Ingatkan bahwa mencari bantuan bukan tanda kelemahan bagi anak. Ini bisa menjadi bukti bahwa mereka peduli terhadap keselamatan diri sendiri.
3. Terapkan Batasan Sehat dengan Akun Remaja Instagram
Terakhir, orang tua bisa melakukan pengawasan di dunia digital dengan fitur-fitur media sosial seperti pairing account. Misalnya, Meta menghadirkan fitur Akun Remaja Instagram yang secara otomatis memberikan perlindungan ekstra bagi pengguna di bawah 18 tahun. Akun ini dirancang dengan pengaturan privasi yang lebih ketat sejak awal sehingga orang tua bisa lebih tenang saat anak mulai aktif di media sosial.Baca juga: Cara Simpel Decluttering Digital Biar Lebih Sehat Mental
Beberapa fitur yang ditanamkan dalam Akun Remaja ini meliputi pembatasan kontak dengan orang asing, filter konten agar tidak terpapar hal yang tidak pantas, serta pengingat penggunaan layar agar anak tidak terlalu lama online. Khusus untuk anak di bawah 16 tahun, pengaturan ini tidak bisa diubah tanpa izin orang tua sebuah langkah kecil yang berarti besar dalam menjaga keamanan digital anak.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.