Nusa Lembongan dan Pesona Laut di Tengah Kesunyian
17 July 2025 |
10:30 WIB
Di sudut tenggara Pulau Bali, terdapat tiga gugusan pulau yang menyimpan keindahan alam dengan hiruk-pikuk pariwisata yang lebih sunyi. Sayup-sayup desir ombak mengelilingi pulau-pulau itu. Gugusan pulau itu terdiri dari Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.
Pulau yang paling besar, Nusa Penida, terkenal akan wisata budaya dan pantainya yang cukup terjal, tetapi elok dipandang mata. Namun, jika Genhype lebih senang dengan wisata pantai yang tak kalah cantik dan mudah diakses, Nusa Lembongan bisa menjadi pilihan.
Baca juga: Tragedi Rinjani, Kemenpar Tegaskan SOP Wajib Ditaati di Destinasi Wisata Ekstrem
Pergi ke Nusa Lembongan bisa dimulai dari memesan tiket boat di Pelabuhan Sanur, harganya dibandrol dari Rp80.000. Boat akan membawa wisatawan ke tepi Pantai Jungut Batu dengan waktu perjalanan kira-kira 30 menit. Pantai Jungut Batu memiliki hutan mangrove yang indah, kano pun bisa disewa seharga Rp150.000 untuk mengelilingi mangrove.
Berbeda dengan Nusa Penida yang memiliki pantai di bawah tebing terjal, pantai di Nusa Lembongan justru lebih mudah diakses. Banyak wisata pantai membentang di sepanjang daratan bagian utara pulau ini. Misalnya, The Devil’s Tears yang menyajikan pemandangan ombak laut menghantam batuan karang. Tempat ini bisa diakses dengan membayar Rp25.000. Tak jauh dari sana, terdapat hamparan pantai Dream Beach yang menyajikan pesona alam pesisir dengan pasir putih. Pantai ini bagai hidden gem karena lokasinya yang cukup tersembunyi.
Spot wisata untuk melihat sunset pun tak kalah menawan. Genhype bisa mengunjungi La Bianca, sebuah restoran yang menawarkan makanan dengan harga bervariasi. Selain itu, ada juga Cafe & Bar The Deck yang menyajikan pemandangan laut dengan kapal-kapal kecil di atasnya. Semakin sore, lanskap laut berpadu dengan matahari akan terlihat semakin indah.
Nusa Lembongan juga terhubung dengan Nusa Ceningan melalui jembatan kuning. Di sana, Genhype bisa mengunjungi Sea Breeze untuk menikmati hamparan laut biru cerah yang terbentang luas dan hijaunya pepohonan di seberang sembari menyantap makanan. Di pulau ini juga terdapat pantai pantai tersembunyi, Secret Beach yang bisa dikunjungi secara gratis. Selain itu, Pantai Blue Lagoon yang terkenal dengan airnya yang berwarna biru pirus juga berada di sekitar sana dan bisa dikunjungi dengan gratis.
Tak hanya panorama pantai indah yang bisa dinikmati, berbagai aktivitas air seperti snorkeling dan berselancar juga bisa dilakukan di Nusa Lembongan. Beberapa tempat berselancar di Nusa Lembongan di antaranya adalah Shipwrecks Surf Spot, Playgrounds Surf Spot, Lacerations Surf Sport, dan lainnya. Sementara itu, start point untuk snorkeling dari Nusa Lembongan ada di beberapa titik, tetapi tempat snorkeling yang dituju pada dasarnya sama dengan start point snorkeling dari Nusa Penida.
Infrastruktur pariwisata di Nusa Lembongan telah dibangun tak kalah gencar dengan pariwisata di Pulau Bali. Bedanya, jika Genhype ingin jauh dari hiruk-pikuk keramaian pariwisata Bali, maka berwisata ke Nusa Lembongan bisa dijadikan opsi dengan flow liburan yang lebih slow.
Baca juga: Menilik Destinasi Wisata Urban Farming Budidaya Anggur di Kampung Munjul, Jakarta Timur
Pulau yang paling besar, Nusa Penida, terkenal akan wisata budaya dan pantainya yang cukup terjal, tetapi elok dipandang mata. Namun, jika Genhype lebih senang dengan wisata pantai yang tak kalah cantik dan mudah diakses, Nusa Lembongan bisa menjadi pilihan.
Baca juga: Tragedi Rinjani, Kemenpar Tegaskan SOP Wajib Ditaati di Destinasi Wisata Ekstrem
Pergi ke Nusa Lembongan bisa dimulai dari memesan tiket boat di Pelabuhan Sanur, harganya dibandrol dari Rp80.000. Boat akan membawa wisatawan ke tepi Pantai Jungut Batu dengan waktu perjalanan kira-kira 30 menit. Pantai Jungut Batu memiliki hutan mangrove yang indah, kano pun bisa disewa seharga Rp150.000 untuk mengelilingi mangrove.
Berbeda dengan Nusa Penida yang memiliki pantai di bawah tebing terjal, pantai di Nusa Lembongan justru lebih mudah diakses. Banyak wisata pantai membentang di sepanjang daratan bagian utara pulau ini. Misalnya, The Devil’s Tears yang menyajikan pemandangan ombak laut menghantam batuan karang. Tempat ini bisa diakses dengan membayar Rp25.000. Tak jauh dari sana, terdapat hamparan pantai Dream Beach yang menyajikan pesona alam pesisir dengan pasir putih. Pantai ini bagai hidden gem karena lokasinya yang cukup tersembunyi.
Spot wisata untuk melihat sunset pun tak kalah menawan. Genhype bisa mengunjungi La Bianca, sebuah restoran yang menawarkan makanan dengan harga bervariasi. Selain itu, ada juga Cafe & Bar The Deck yang menyajikan pemandangan laut dengan kapal-kapal kecil di atasnya. Semakin sore, lanskap laut berpadu dengan matahari akan terlihat semakin indah.
Nusa Lembongan juga terhubung dengan Nusa Ceningan melalui jembatan kuning. Di sana, Genhype bisa mengunjungi Sea Breeze untuk menikmati hamparan laut biru cerah yang terbentang luas dan hijaunya pepohonan di seberang sembari menyantap makanan. Di pulau ini juga terdapat pantai pantai tersembunyi, Secret Beach yang bisa dikunjungi secara gratis. Selain itu, Pantai Blue Lagoon yang terkenal dengan airnya yang berwarna biru pirus juga berada di sekitar sana dan bisa dikunjungi dengan gratis.
Tak hanya panorama pantai indah yang bisa dinikmati, berbagai aktivitas air seperti snorkeling dan berselancar juga bisa dilakukan di Nusa Lembongan. Beberapa tempat berselancar di Nusa Lembongan di antaranya adalah Shipwrecks Surf Spot, Playgrounds Surf Spot, Lacerations Surf Sport, dan lainnya. Sementara itu, start point untuk snorkeling dari Nusa Lembongan ada di beberapa titik, tetapi tempat snorkeling yang dituju pada dasarnya sama dengan start point snorkeling dari Nusa Penida.
Infrastruktur pariwisata di Nusa Lembongan telah dibangun tak kalah gencar dengan pariwisata di Pulau Bali. Bedanya, jika Genhype ingin jauh dari hiruk-pikuk keramaian pariwisata Bali, maka berwisata ke Nusa Lembongan bisa dijadikan opsi dengan flow liburan yang lebih slow.
Baca juga: Menilik Destinasi Wisata Urban Farming Budidaya Anggur di Kampung Munjul, Jakarta Timur
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.