Tragedi Rinjani, Kemenpar Tegaskan SOP Wajib Ditaati di Destinasi Wisata Ekstrem
28 June 2025 |
17:00 WIB
Insiden jatuhnya wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, di Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi pengingat pahit risiko wisata ekstrem. Menyikapi hal itu, Kementerian Pariwisata menegaskan kewajiban mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian ekstrem, bukan sekadar formalitas, tetapi perlindungan nyata untuk mencegah tragedi serupa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa insiden yang menimpa wisatawan asal Brasil Juliana Marins mengingatkan semua pihak bahwa setiap destinasi wisata ekstrem yang ada memiliki risiko serius. Dengan begitu, penting bagi semua pihak untuk mematuhi SOP yang telah diatur.
“Kami ingin menegaskan kewajiban ketat untuk mematuhi SOP yang telah diatur. Pemenuhan terhadap SOP pendakian ekstrem bukan sekadar formalitas. Namun, kepatuhan itu menjadi benteng utama dalam meminimalkan insiden yang berakibat fatal terhadap pendaki," ujarnya dalam siaran pers pada Sabtu (28/6/2025).
Baca juga: Mau Mendaki Gunung? Kenali Risiko & Cara Mencegahnya
Baca juga: Mau Mendaki Gunung? Kenali Risiko & Cara Mencegahnya
Adapun, SOP pendakian di Gunung Rinjani telah diatur dalam SK Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani No. 19/ 2022.
Selain itu, sehubungan dengan insiden yang menimpa wisatawan asal Brasil tersebut, Widiyanti meminta para pelaku industri dan pengelola destinasi wisata ekstrem di dalam negeri melakukan sejumlah langkah. Pertama adalah pengawasan dan audit mendalam terhadap semua operator serta pemandu di destinasi ekstrem, untuk memastikan mereka memiliki sertifikasi sesuai yang disyaratkan otoritas terkait.
Kedua, para pelaku usaha melakukan pelatihan ulang wajib untuk pemandu dan porter yang mencakup teknik keselamatan, evakuasi darurat, dan komunikasi krisis. Ketiga, pelaku usaha memberikan edukasi publik kepada wisatawan, khususnya turis mancanegara, mengenai pentingnya menggunakan operator resmi, kelengkapan peralatan keselamatan, dan informasi risiko sebelum melakukan aktivitas ekstrem.
Widiyanti menambahkan, Kementerian Pariwisata juga terus melakukan kerja sama lintas Kementerian/Lembaga (Kementerian Kehutanan, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Balai TN, dan Dinas Pariwisata Daerah) untuk memastikan SOP berjalan efektif di lapangan.
Seiring dengan itu, dia juga mengajak masyarakat dan wisatawan yang sedang menikmati liburan sekolah untuk .emastikan telah memilih operator resmi dan pemandu bersertifikat sebelum melakukan aktivitas ekstrem.
Kemudian, dia juga meminta masyarakat mematuhi semua protokol keselamatan dan tidak melakukan kegiatan di luar jalur resmi. Masyarakat juga perlu membuat laporan jika menemukan pelanggaran SOP di lapangan melalui nomor WhatsApp 0811‑895‑6767.
Dia juga menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah tanggung jawab bersama. Kejadian yang menimpa wisatawan asal Brasil beberapa hari lalu menjadi momentum untuk menegakkan SOP panduan wisata ekstrem secara nyata dan menyeluruh, guna mencegah tragedi serupa terulang pada masa mendatang.
Untuk diketahui, wisatawan asal Brasil, Juliana Marins (26), terjatuh saat mendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6/2025). Setelah upaya pencarian selama empat hari, jenazah Juliana ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter pada Selasa (24/6/2025) dan baru dapat dievakuasi pada Rabu (25/6/2025) karena medan ekstrem dan cuaca buruk.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.