Buku The Evolution of Jakarta’s Street Food Raih Penghargaan Gourmand World Cookbook Awards 2025
14 July 2025 |
20:46 WIB
Dunia kuliner Indonesia mendapat pengakuan di kancah internasional. Buku berjudul The Evolution of Jakarta’s Street Food berhasil meraih penghargaan ke-2 Terbaik di Dunia dalam kategori Street Food pada Gourmand World Cookbook Awards 2025 yang diumumkan dalam acara bergengsi Cascais World Food Summit di Portugal, Senin (14/7).
Gourmand World Cookbook Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang diberikan untuk buku-buku kuliner terbaik, baik cetak maupun digital, termasuk acara televisi kuliner. Penghargaan ini telah berlangsung sejak tahun 1995 yang digagas oleh penulis Edouard Cointreau.
Di Gourmand World Cookbook Awards yang ke-30, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food berhasil meraih penghargaan ke-2 Terbaik di Dunia dalam kategori Street Food. Dalam kategori Street Food C15, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food bersaing dengan ratusan judul dari seluruh dunia.
Baca juga: Cerita Tara Basro dan Kecintaannya Membaca Buku
Adapun, buku Guida Street Food 2025 (edisi ke-10) dari Italia, yang diterbitkan oleh Gambero Rosso, berhasil meraih posisi pertama, sementara Indonesia menempati posisi kedua, yang menjadikannya sebagai pencapaian pertama untuk buku yang berfokus pada kuliner jalanan Jakarta.
Mengutip dari laman Red & White Publishing, The Evolution of Jakarta’s Street Food merupakan buku kuliner hasil kolaborasi empat penulis dengan keahlian beragam di bidang kuliner. Mereka adalah Stefu Santoso, seorang chef ternama, yang menyumbangkan wawasan kuliner yang mendalam. Lalu ada Jureke, direktur di Kikkoman Akufood Indonesia, yang membawa perspektif bisnis dan branding.
Sementara itu, Anton Diaz dan Rahmad Gunawan melengkapi dengan pengetahuan mereka tentang sejarah dan budaya makanan, sehingga menciptakan narasi yang kaya dan menyeluruh. Adapun, bukunya diterbitkan tahun 2024 oleh Red and White Publisher.
Seperti judulnya, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food bercerita tentang perkembangan kuliner jalanan di Jakarta, menceritakan kisah di balik layar jajanan-jajanan kali lima di ibu kota, sekaligus menghormati para pedagang kaki lima yang menjadi pahlawan kuliner sehari-hari.
Bukan hanya mengangkat cerita tentang kuliner khas Jakarta seperti masakan Betawi, dihadirkan pula kisah dari makanan-makanan daerah yang disukai warga Jakarta. Termasuk, cerita-cerita di baliknya yang selama ini mungkin belum diketahui publik.
Melalui buku ini, para penulis menghadirkan kisah-kisah penuh warna tentang budaya, ketangguhan, dan kebersamaan masyarakat, dilihat dari perspektif para pahlawan kuliner jalanan yang setiap hari menghidupi kota.
Buku ini dikerjakan selama empat tahun dengan sejumlah proses kolaborasi dan memaparkan perkembangan makanan jalanan yang ada di Jakarta, dari masa lalu hingga sekarang. Pemahaman evolusi yang terjadi pada makanan jalanan ini tidak bisa dianggap sepele karena sangat erat kaitannya dengan perkembangan sejarah dan budaya suatu daerah.
Buku ini mengajak pembaca menyelami evolusi kuliner jalanan Jakarta melalui cerita yang hidup dan ilustrasi yang memikat. Mulai dari garis waktu sejarah yang menelusuri jejak makanan jalanan sejak era kolonial hingga kehadiran platform digital seperti aplikasi pesan-antar, buku ini menunjukkan bagaimana kuliner jalanan beradaptasi dengan zaman.
Disajikan pula hasil wawancara mendalam dengan pedagang-pedagang legendaris yang menghidupkan kisah di balik warung-warung sederhana, serta studi kasus tentang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengungkap bagaimana beberapa di antara dari mereka berkembang menjadi ikon nasional.
Termasuk, menawarkan panduan praktis untuk menjaga kualitas dan membangun merek, menjadikannya inspirasi bagi pelaku usaha kuliner.
Kuliner jalanan Jakarta, atau yang akrab disebut “kaki lima,” adalah cerminan identitas kota yang multikultural. Dipengaruhi oleh tradisi Tionghoa, Arab, India, dan Eropa, makanan seperti soto Betawi, kerak telor, atau nasi goreng tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menceritakan sejarah Jakarta.
"The Evolution of Jakarta's Street Food adalah sebuah kolaborasi untuk mengangkat sejarah dan informasi tentang kuliner street food di Jakarta. Diharapkan buku ini akan membantu pelancong asing dan semua orang untuk mengeksplorasi comfort food dan cerita di balik setiap makanan," kata chef Stefu Santoso dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Gourmand World Cookbook Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang diberikan untuk buku-buku kuliner terbaik, baik cetak maupun digital, termasuk acara televisi kuliner. Penghargaan ini telah berlangsung sejak tahun 1995 yang digagas oleh penulis Edouard Cointreau.
Di Gourmand World Cookbook Awards yang ke-30, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food berhasil meraih penghargaan ke-2 Terbaik di Dunia dalam kategori Street Food. Dalam kategori Street Food C15, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food bersaing dengan ratusan judul dari seluruh dunia.
Baca juga: Cerita Tara Basro dan Kecintaannya Membaca Buku
Adapun, buku Guida Street Food 2025 (edisi ke-10) dari Italia, yang diterbitkan oleh Gambero Rosso, berhasil meraih posisi pertama, sementara Indonesia menempati posisi kedua, yang menjadikannya sebagai pencapaian pertama untuk buku yang berfokus pada kuliner jalanan Jakarta.
Mengutip dari laman Red & White Publishing, The Evolution of Jakarta’s Street Food merupakan buku kuliner hasil kolaborasi empat penulis dengan keahlian beragam di bidang kuliner. Mereka adalah Stefu Santoso, seorang chef ternama, yang menyumbangkan wawasan kuliner yang mendalam. Lalu ada Jureke, direktur di Kikkoman Akufood Indonesia, yang membawa perspektif bisnis dan branding.
Sementara itu, Anton Diaz dan Rahmad Gunawan melengkapi dengan pengetahuan mereka tentang sejarah dan budaya makanan, sehingga menciptakan narasi yang kaya dan menyeluruh. Adapun, bukunya diterbitkan tahun 2024 oleh Red and White Publisher.
Seperti judulnya, buku The Evolution of Jakarta’s Street Food bercerita tentang perkembangan kuliner jalanan di Jakarta, menceritakan kisah di balik layar jajanan-jajanan kali lima di ibu kota, sekaligus menghormati para pedagang kaki lima yang menjadi pahlawan kuliner sehari-hari.
Bukan hanya mengangkat cerita tentang kuliner khas Jakarta seperti masakan Betawi, dihadirkan pula kisah dari makanan-makanan daerah yang disukai warga Jakarta. Termasuk, cerita-cerita di baliknya yang selama ini mungkin belum diketahui publik.
Melalui buku ini, para penulis menghadirkan kisah-kisah penuh warna tentang budaya, ketangguhan, dan kebersamaan masyarakat, dilihat dari perspektif para pahlawan kuliner jalanan yang setiap hari menghidupi kota.
Buku ini dikerjakan selama empat tahun dengan sejumlah proses kolaborasi dan memaparkan perkembangan makanan jalanan yang ada di Jakarta, dari masa lalu hingga sekarang. Pemahaman evolusi yang terjadi pada makanan jalanan ini tidak bisa dianggap sepele karena sangat erat kaitannya dengan perkembangan sejarah dan budaya suatu daerah.
Buku ini mengajak pembaca menyelami evolusi kuliner jalanan Jakarta melalui cerita yang hidup dan ilustrasi yang memikat. Mulai dari garis waktu sejarah yang menelusuri jejak makanan jalanan sejak era kolonial hingga kehadiran platform digital seperti aplikasi pesan-antar, buku ini menunjukkan bagaimana kuliner jalanan beradaptasi dengan zaman.
Disajikan pula hasil wawancara mendalam dengan pedagang-pedagang legendaris yang menghidupkan kisah di balik warung-warung sederhana, serta studi kasus tentang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengungkap bagaimana beberapa di antara dari mereka berkembang menjadi ikon nasional.
Termasuk, menawarkan panduan praktis untuk menjaga kualitas dan membangun merek, menjadikannya inspirasi bagi pelaku usaha kuliner.
Kuliner jalanan Jakarta, atau yang akrab disebut “kaki lima,” adalah cerminan identitas kota yang multikultural. Dipengaruhi oleh tradisi Tionghoa, Arab, India, dan Eropa, makanan seperti soto Betawi, kerak telor, atau nasi goreng tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menceritakan sejarah Jakarta.
"The Evolution of Jakarta's Street Food adalah sebuah kolaborasi untuk mengangkat sejarah dan informasi tentang kuliner street food di Jakarta. Diharapkan buku ini akan membantu pelancong asing dan semua orang untuk mengeksplorasi comfort food dan cerita di balik setiap makanan," kata chef Stefu Santoso dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.