Sepatu (Sumber gambar: New Balance)

Mengenal Teknologi Sepatu Lari yang Bikin Enteng & Tambah Performa

15 July 2025   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Bagi para pelari, sepatu bukan sekadar alas kaki, melainkan alat bantu performa yang krusial. Dalam beberapa tahun terakhir pula, teknologi sepatu lari kini juga makin berkembang pesat sehingga para pelari bisa lebih mempercepat langkah mereka dan menghemat energinya. 

Salah satu inovasi paling menonjol adalah penggunaan pelat karbon di bagian midsole. Teknologi ini pertama kali populer lewat sepatu-sepatu elite maraton dan kini semakin umum digunakan. Akan tetapi, belakangan ini, mengejar performa optimal tak lagi selalu bergantung pada penggunaan pelat karbon.

Beberapa jenama kini mulai mengembangkan teknologi baru yang bisa membuat sepatu lebih enteng dan memaksimalkan kecepatan meski tanpa pelat karbon. Salah satunya adalah jenama New Balance, yang belum lama ini mengembangkan teknologi non-carbon plate melalui sepatu FuelCell Rebel V5. 

Baca juga: 5 Latihan Penting Untuk Kekuatan Otot & Pinggul Sebelum Lari Maraton 

Sports Brand Marketing General Manager MAP Active Martina Harianda Mutis mengatakan meski tidak mengandalkan pelat karbon, sepatu lari kini tetap bisa memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan oleh para pelari. Sebab, teknologi untuk membuat sepatu lebih ringan, responsif, hingga menambah performa kini memang makin berkembang. 

Salah satu caranya ialah dengan membuat formula yang pas di bagian midsole sepatu tersebut. Saat ini salah satu yang menarik di midsole adalah penggunaan PEBA-blended FuelCell yang dibuat dengan teknologi nitrogen-infused foam. Teknologi ini akan memberikan pantulan energy return dan lebih responsif di setiap langkah pelari. 

Teknologi FuelCell Foam yang diinjeksi nitrogen ini memungkinkan energi yang dikeluarkan saat mendarat dikembalikan dalam bentuk dorongan ke depan, sehingga membantu pelari menjaga efisiensi tanpa cepat kelelahan. 

Kombinasi tersebut dapat membantu pelari menjaga ritme tanpa kehilangan stabilitas, bahkan saat pace meningkat. Desain midsole juga penting. Midsole yang lebih tebal dapat membantu meredam benturan tiap langkah.  
 

Sepatu (Sumber gambar: New Balance)

Sepatu (Sumber gambar: New Balance)

Selain itu, pemilihan bobot sepatu juga berpengaruh. Di seri sepatu FuelCell Rebel v5, bobotnya hanya berkisar 207 gram. Bobot ini cukup untuk mendukung pelari lari lebih gesit tanpa mengorbankan stabilitas.

Selain itu, desain base juga penting. Base yang lebih lebar dan drop 6mm akan membantu menjaga transisi yang lembut meski pelari menggebernya dengan pace yang maksimal. Hal ini juga didukung dengan fantomfit dan gusseted tongue yang pas agar menjaga kaki tetap terkunci dengan nyaman selama berjam-jam. 

Martina mengatakan olahraga lari kini terus diminati oleh masyarakat. Motivasi orang untuk berlari pun kian beragam. Dia menyebut ada yang berlari hanya untuk berolahraga dan bersenang-senang. Akan tetapi, pada satu titik, mereka juga akan mulai mempertimbangkan untuk meningkatkan personal best (PB).

"Kini, motivasi bergabung dalam komunitas lari makin beragam, dari mengejar personal best, meningkatkan performa, hingga terapi kesehatan," katanya.

Oleh karena itu, berbagai jenama kini juga makin rajin mengembangkan teknologi dan fitur baru untuk menanggapi pasar. Sebab, bisa dibilang, setiap sepatu sebenarnya punya kegunaan dan keunggulan masing-masing. 

Selain itu, dirinya juga menyarankan agar para pelari juga tak hanya mengandalkan sepatu semata untuk meningkatkan performa. Para pelari mesti memiliki program latihan kombinasi yang rutin dilakukan, dari melakukan tempo run, interval, sampai long run. 

Baca juga: 6 Event Lari Maraton Paling Bergengsi di Dunia 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Paris Haute Couture Fall/Winter 2025-2026, Koleksi Adibusana Gothic sampai Gaun Alga

BERIKUTNYA

Link Pengumuman Olimpiade Siswa Nasional 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: