Milan Men's Fashion Week 2026, Semangat Musim Panas dalam Koleksi Busana Pria
25 June 2025 |
06:30 WIB
Milan Fashion Week Men’s kembali digelar pada 20 hingga 24 Juni 2025, menampilkan koleksi musim semi-musim panas 2026 dari para desainer dan rumah mode ternama dunia. Acara digelar di berbagai lokasi ikonik Milan seperti Palazzo Reale, Armani/Teatro, hingga kawasan kreatif Via Tortona.
Rumah mode seperti Prada, Armani, dan Dolce & Gabbana menampilkan koleksi yang tidak hanya modis tetapi juga menyentuh sisi filosofis dari mode pria yang ringan, lebih bebas, namun tetap elegan.
Baca juga: Tren Fashion Musim Panas 2025: Kombinasi Elegansi dan Warna Segar
Salah satu momen yang menjadi sorotan datang dari rumah mode Giorgio Armani. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, sang maestro absen dari peragaan karena alasan kesehatan.
Namun, kekuatan estetika dan dedikasi desainnya tetap terpancar lewat koleksi yang ditampilkan. Digarap oleh tangan kanan setianya, Leo Dell’Orco, koleksi Armani tampil puitis, mengeksplorasi tema pelayaran dan gaya hidup pantai dengan palet lembut serta siluet-siluet longgar yang memberikan kesan nostalgia namun tetap segar.
Sementara itu, Prada memicu perbincangan hangat dengan koleksi yang berani dan tak terduga. Rumah mode ini menampilkan celana super pendek, atasan bergaya smock, serta tekstur ringan yang nyaris transparan.
Duet kreatif Miuccia Prada dan Raf Simons mengusung konsep minimalisme yang penuh muatan emosional, dengan menggabungkan sisi kekanak-kanakan, kerentanan, dan eksplorasi gender dalam pakaian pria. Melalui koleksi ini, Prada menantang norma-norma tradisional dan meredefinisi maskulinitas melalui mode.
Tak hanya rumah mode besar, sejumlah desainer muda yang tergabung dalam Fashion Hub juga mendapat panggung penting. Mereka dengan memperkenalkan koleksi busana berkelanjutan yang menggunakan daur ulang tekstil dan pewarna alami.
Pendekatan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya Camera Nazionale della Moda Italiana dalam mendorong praktik mode yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
Mengutip Vogue, di luar runway Milan Men's Fashion Week 2026, nuansa pekan mode terasa semarak berkat kehadiran sejumlah instalasi seni, pameran pop-up, hingga kegiatan street style di sekitar kawasan Brera, Navigli, dan Duomo.
Semangat musim panas benar-benar menjalar ke seluruh penjuru kota. Para pengunjung lokal maupun internasional tampil modis mengenakan fesyen terbaik mereka, mulai dari setelan linen longgar, motif etnik tropis, hingga aksesori mencolok seperti tas mikro dan sepatu loafers kulit berwarna cerah.
Pekan mode ini juga menjadi penentu tren tekstil untuk tahun depan. Terlihat dari koleksi para desainer dan rumah mode yang banyak menggunakan material kain alami seperti katun, linen, dan sutra yang memberi kesan ringan dan breathable yang cocok untuk iklim tropis.
Baca juga: Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) Kembali Digelar, Angkat Tema Recrafted: A New Vision
Sementara itu, potongan busananya banyak menekankan fluiditas, dalam artian tidak terlalu ketat dan tegas seperti jas formal yang kaku. Melainkan lebih bebas, longgar, dan ringan mengikuti gerak tubuh.
Warna-warna alam seperti beige, putih gading, biru laut, dan hijau zaitun juga mendominasi, berpadu dengan semburat warna-warna cerah yang mencerminkan kebebasan dan optimisme.
Rumah mode seperti Prada, Armani, dan Dolce & Gabbana menampilkan koleksi yang tidak hanya modis tetapi juga menyentuh sisi filosofis dari mode pria yang ringan, lebih bebas, namun tetap elegan.
Baca juga: Tren Fashion Musim Panas 2025: Kombinasi Elegansi dan Warna Segar
Salah satu momen yang menjadi sorotan datang dari rumah mode Giorgio Armani. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, sang maestro absen dari peragaan karena alasan kesehatan.
Namun, kekuatan estetika dan dedikasi desainnya tetap terpancar lewat koleksi yang ditampilkan. Digarap oleh tangan kanan setianya, Leo Dell’Orco, koleksi Armani tampil puitis, mengeksplorasi tema pelayaran dan gaya hidup pantai dengan palet lembut serta siluet-siluet longgar yang memberikan kesan nostalgia namun tetap segar.
Duet kreatif Miuccia Prada dan Raf Simons mengusung konsep minimalisme yang penuh muatan emosional, dengan menggabungkan sisi kekanak-kanakan, kerentanan, dan eksplorasi gender dalam pakaian pria. Melalui koleksi ini, Prada menantang norma-norma tradisional dan meredefinisi maskulinitas melalui mode.
Pendekatan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya Camera Nazionale della Moda Italiana dalam mendorong praktik mode yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
Semarak Pekan Mode Milan dan Tren Mode Pria 2026
Semangat musim panas benar-benar menjalar ke seluruh penjuru kota. Para pengunjung lokal maupun internasional tampil modis mengenakan fesyen terbaik mereka, mulai dari setelan linen longgar, motif etnik tropis, hingga aksesori mencolok seperti tas mikro dan sepatu loafers kulit berwarna cerah.
Pekan mode ini juga menjadi penentu tren tekstil untuk tahun depan. Terlihat dari koleksi para desainer dan rumah mode yang banyak menggunakan material kain alami seperti katun, linen, dan sutra yang memberi kesan ringan dan breathable yang cocok untuk iklim tropis.
Baca juga: Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) Kembali Digelar, Angkat Tema Recrafted: A New Vision
Sementara itu, potongan busananya banyak menekankan fluiditas, dalam artian tidak terlalu ketat dan tegas seperti jas formal yang kaku. Melainkan lebih bebas, longgar, dan ringan mengikuti gerak tubuh.
Warna-warna alam seperti beige, putih gading, biru laut, dan hijau zaitun juga mendominasi, berpadu dengan semburat warna-warna cerah yang mencerminkan kebebasan dan optimisme.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.