Profil Gianfranco D'Attis, CEO Prada yang Resmi Undur Diri
24 June 2025 |
21:00 WIB
Setelah menjabat selama hampir 2 tahun dan menjadi figur sentral dalam transformasi retail dan ekspansi global Prada, Gianfranco D’Attis mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Prada per 30 Juni 2025. D’Attis mengakhiri masa kerjanya dalam keputusan yang disebut sebagai hasil kesepakatannya (mutual agreement) bersama manajemen Prada Group.
Mengutip Vogue, penunjukan D’Attis dimulai pada awal 2023 saat Prada merancang struktur baru, di mana mereka membentuk CEO terpisah untuk merek Prada dan Miu Miu sebagai langkah untuk memperkuat strategi masing-masing merek.
Baca juga: Geser Taylor Swift, Simak Profil Miliarder Termuda Lucy Guo dengan Harta US$1,3 Miliar
Kini posisinya diisi oleh Andrea Guerra, yang telah menjabat sebagai CEO Prada Group sejak 2023 yang membawahi berbagai merek, termasuk Prada, Miu Miu, dan Versace yang baru diakuisisi mereka sejak April 2025. Dengan demikian, Guerra merangkap jabatan sebagai CEO Prada Group dan CEO interim merek Prada mulai 1 Juli 2025.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya, yakni sebagai Direktur Brand IWC Schaffhausen untuk wilayah Timur Tengah dan India, lalu sebagai Presiden untuk kawasan Amerika Serikat dan Kanada.
Kariernya berlanjut ke merek fesyen wanita asal Prancis, Chloé, dan kemudian ke Jaeger-LeCoultre, di mana dia dipercaya menjabat sebagai Managing Director Internasional. Kepiawaiannya dalam mengelola merek dan mendorong ekspansi pasar menjadikannya figur yang dihormati di kalangan eksekutif luxury global.
Namanya makin bersinar ketika bergabung dengan Christian Dior Couture Americas sebagai Presiden. Melalui posisi ini, D’Attis bertanggung jawab atas pertumbuhan bisnis Dior di Amerika Utara, salah satu pasar paling strategis untuk produk-produk mewah.
Pada Desember 2022, Gianfranco D’Attis diumumkan sebagai CEO merek Prada. Keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi internal yang memisahkan peran kepemimpinan untuk tiap merek di bawah Prada Group. Dia resmi menjabat pada 2 Januari 2023 dan langsung mengemban tanggung jawab besar untuk memperkuat identitas merek, memperluas pasar Asia, serta meningkatkan performa retail global.
Di bawah kepemimpinannya, Prada mencatatkan pertumbuhan penjualan retail yang positif pada 2023, terutama di Eropa dan Asia. Namun, memasuki 2024-2025, kinerja Prada mulai melambat sementara merek saudara mereka, Miu Miu, mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 93 persen.
Baca juga: Profil Khaby Lame, Tiktoker dengan Pengikut Terbanyak
Meski Prada tidak menyebutkan alasan spesifik di balik pengunduran dirinya, sejumlah analis menyebut adanya ketegangan internal terkait arah strategis merek dan struktur organisasi baru yang tengah disusun oleh CEO Prada Group, Andrea Guerra. Terlebih lagi, pengunduran D’Attis terjadi tak lama setelah Prada mengumumkan akuisisi besar senilai €1,25 miliar atas Versace.
Meski masa jabatannya di Prada terbilang singkat, kontribusi D’Attis dalam menata ulang arah retail dan membuka pasar-pasar strategis tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan ambisius Prada di industri fesyen mewah global.
Mengutip Vogue, penunjukan D’Attis dimulai pada awal 2023 saat Prada merancang struktur baru, di mana mereka membentuk CEO terpisah untuk merek Prada dan Miu Miu sebagai langkah untuk memperkuat strategi masing-masing merek.
Baca juga: Geser Taylor Swift, Simak Profil Miliarder Termuda Lucy Guo dengan Harta US$1,3 Miliar
Kini posisinya diisi oleh Andrea Guerra, yang telah menjabat sebagai CEO Prada Group sejak 2023 yang membawahi berbagai merek, termasuk Prada, Miu Miu, dan Versace yang baru diakuisisi mereka sejak April 2025. Dengan demikian, Guerra merangkap jabatan sebagai CEO Prada Group dan CEO interim merek Prada mulai 1 Juli 2025.
Profil Gianfranco D’Attis
Gianfranco D’Attis bukan sosok baru di industri fesyen mewah. Pria yang merupakan lulusan Zurich Graduate School of Business Administration tersebut mengawali kariernya bersama grup Richemont dan mengisi berbagai posisi strategis selama lebih dari satu dekade.Beberapa jabatan yang pernah diembannya, yakni sebagai Direktur Brand IWC Schaffhausen untuk wilayah Timur Tengah dan India, lalu sebagai Presiden untuk kawasan Amerika Serikat dan Kanada.
Kariernya berlanjut ke merek fesyen wanita asal Prancis, Chloé, dan kemudian ke Jaeger-LeCoultre, di mana dia dipercaya menjabat sebagai Managing Director Internasional. Kepiawaiannya dalam mengelola merek dan mendorong ekspansi pasar menjadikannya figur yang dihormati di kalangan eksekutif luxury global.
Namanya makin bersinar ketika bergabung dengan Christian Dior Couture Americas sebagai Presiden. Melalui posisi ini, D’Attis bertanggung jawab atas pertumbuhan bisnis Dior di Amerika Utara, salah satu pasar paling strategis untuk produk-produk mewah.
Pada Desember 2022, Gianfranco D’Attis diumumkan sebagai CEO merek Prada. Keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi internal yang memisahkan peran kepemimpinan untuk tiap merek di bawah Prada Group. Dia resmi menjabat pada 2 Januari 2023 dan langsung mengemban tanggung jawab besar untuk memperkuat identitas merek, memperluas pasar Asia, serta meningkatkan performa retail global.
Di bawah kepemimpinannya, Prada mencatatkan pertumbuhan penjualan retail yang positif pada 2023, terutama di Eropa dan Asia. Namun, memasuki 2024-2025, kinerja Prada mulai melambat sementara merek saudara mereka, Miu Miu, mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 93 persen.
Baca juga: Profil Khaby Lame, Tiktoker dengan Pengikut Terbanyak
Meski Prada tidak menyebutkan alasan spesifik di balik pengunduran dirinya, sejumlah analis menyebut adanya ketegangan internal terkait arah strategis merek dan struktur organisasi baru yang tengah disusun oleh CEO Prada Group, Andrea Guerra. Terlebih lagi, pengunduran D’Attis terjadi tak lama setelah Prada mengumumkan akuisisi besar senilai €1,25 miliar atas Versace.
Meski masa jabatannya di Prada terbilang singkat, kontribusi D’Attis dalam menata ulang arah retail dan membuka pasar-pasar strategis tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan ambisius Prada di industri fesyen mewah global.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.