Menteri Fadli Zon Akui Banyak Keluhan Soal Dana Indonesiana, Transparansi Akan Ditingkatkan
05 July 2025 |
16:00 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara terbuka mengakui adanya berbagai keluhan yang masuk dari kalangan seniman, budayawan, dan pegiat budaya terkait pengelolaan Dana Indonesia. Dia pun berjanji akan melakukan sejumlah perbaikan sistemik agar pendistribusian dana abadi kebudayaan tersebut lebih baik.
Dana Indonesiana adalah program pemerintah berupa dana abadi yang dikelola oleh LPDP untuk mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan nasional. Dana ini disalurkan melalui hibah kepada pelaku budaya, baik individu maupun kelompok, yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan.
"Memang cukup banyak komplain, cukup banyak keluhan dari kalangan seniman, budayawan dan pegiat budaya, terutama kesulitan administratif," ungkap Fadli dalam rapat bersama Komisi X DPR RI.
Baca juga: Fadli Zon Janji Penulisan Sejarah Nasional Lebih Terbuka & Berbasis Temuan Baru
Menurut Fadli, banyak program yang akhirnya tidak terserap secara optimal karena hambatan-hambatan birokratis. Padahal, dana Indonesia semestinya bisa dioptimalkan untuk mendorong kemajuan seni dan kebudayaan di berbagai daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, pihaknya kini tengah bernegosiasi dengan pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk menyederhanakan prosesnya dan memperluas cakupan program. Dengan demikian, harapannya akan makin banyak pelaku budaya yang bisa mengaksesnya.
Sebagai langkah konkret, Fadli menegaskan bahwa seluruh data penerima Dana Indonesiana dari tahun-tahun sebelumnya hingga 2024 akan dipublikasikan secara terbuka melalui situs resmi. Tak hanya itu, daftar penerima pada masa mendatang juga akan ditayangkan untuk memastikan akuntabilitas publik.
“Kita akan tayangkan siapa saja penerima Dana Indonesiana dari awal sampai 2024, dan yang baru juga akan dibuka sampai berikut-berikutnya. Kita akan buat laporan ini sehingga ada akuntabilitas di mata publik," imbuhnya.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap mekanisme pendanaan kebudayaan dan menjamin bahwa dana yang digelontorkan benar-benar sampai kepada para pelaku budaya yang membutuhkannya.
Fadli juga mengisyaratkan perlunya reformasi dalam sistem manajemen Dana Indonesiana, bukan hanya di sisi prosedural, tetapi juga pada strategi penyalurannya agar lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan. “Kita ingin Dana Indonesiana lebih inklusif dan transparan," pungkasnya.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, resmi meluncurkan program Dana Indonesiana 2025 pada Senin, 5 Mei 2025. Tahun ini, anggaran yang disediakan mencapai Rp465 miliar, bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan yang totalnya sebesar Rp5 triliun.
Dana tersebut ditargetkan untuk disalurkan kepada sekitar seribu penerima di seluruh Indonesia. Dukungan dari Dana Indonesiana tahun ini akan difokuskan pada empat program utama yang dirancang untuk memperkuat ekosistem budaya nasional secara menyeluruh.
Program tersebut mencakup fasilitasi bagi komunitas dan pelaku budaya, pendanaan kegiatan produksi kebudayaan, layanan produksi media, serta kajian terhadap objek pemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya guna memperkaya khazanah budaya nasional.
Bagi para pelaku budaya yang berminat, dapat mengakses laman pendaftaran. Setelah membuat akun dengan mengisi formulir yang tersedia, peserta dapat masuk menggunakan email dan kata sandi terdaftar, lalu memilih kategori program yang ingin diikuti.
Selanjutnya, pemohon hanya perlu lengkapi formulir proposal dan unggah dokumen administrasi yang disyaratkan. Pastikan semua data telah diisi dengan benar, karena setelah dikirim, formulir tidak dapat diubah lagi. Pemohon juga masih memiliki opsi untuk menyimpan sebagai draf jika masih perlu revisi.
Baca juga: Fadli Zon Beri Penjelasan Soal Pemerkosaan Massal 1998 yang Kontroversial
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dana Indonesiana adalah program pemerintah berupa dana abadi yang dikelola oleh LPDP untuk mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan nasional. Dana ini disalurkan melalui hibah kepada pelaku budaya, baik individu maupun kelompok, yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan.
"Memang cukup banyak komplain, cukup banyak keluhan dari kalangan seniman, budayawan dan pegiat budaya, terutama kesulitan administratif," ungkap Fadli dalam rapat bersama Komisi X DPR RI.
Baca juga: Fadli Zon Janji Penulisan Sejarah Nasional Lebih Terbuka & Berbasis Temuan Baru
Menurut Fadli, banyak program yang akhirnya tidak terserap secara optimal karena hambatan-hambatan birokratis. Padahal, dana Indonesia semestinya bisa dioptimalkan untuk mendorong kemajuan seni dan kebudayaan di berbagai daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, pihaknya kini tengah bernegosiasi dengan pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk menyederhanakan prosesnya dan memperluas cakupan program. Dengan demikian, harapannya akan makin banyak pelaku budaya yang bisa mengaksesnya.
Sebagai langkah konkret, Fadli menegaskan bahwa seluruh data penerima Dana Indonesiana dari tahun-tahun sebelumnya hingga 2024 akan dipublikasikan secara terbuka melalui situs resmi. Tak hanya itu, daftar penerima pada masa mendatang juga akan ditayangkan untuk memastikan akuntabilitas publik.
“Kita akan tayangkan siapa saja penerima Dana Indonesiana dari awal sampai 2024, dan yang baru juga akan dibuka sampai berikut-berikutnya. Kita akan buat laporan ini sehingga ada akuntabilitas di mata publik," imbuhnya.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap mekanisme pendanaan kebudayaan dan menjamin bahwa dana yang digelontorkan benar-benar sampai kepada para pelaku budaya yang membutuhkannya.
Fadli juga mengisyaratkan perlunya reformasi dalam sistem manajemen Dana Indonesiana, bukan hanya di sisi prosedural, tetapi juga pada strategi penyalurannya agar lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan. “Kita ingin Dana Indonesiana lebih inklusif dan transparan," pungkasnya.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, resmi meluncurkan program Dana Indonesiana 2025 pada Senin, 5 Mei 2025. Tahun ini, anggaran yang disediakan mencapai Rp465 miliar, bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan yang totalnya sebesar Rp5 triliun.
Dana tersebut ditargetkan untuk disalurkan kepada sekitar seribu penerima di seluruh Indonesia. Dukungan dari Dana Indonesiana tahun ini akan difokuskan pada empat program utama yang dirancang untuk memperkuat ekosistem budaya nasional secara menyeluruh.
Program tersebut mencakup fasilitasi bagi komunitas dan pelaku budaya, pendanaan kegiatan produksi kebudayaan, layanan produksi media, serta kajian terhadap objek pemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya guna memperkaya khazanah budaya nasional.
Bagi para pelaku budaya yang berminat, dapat mengakses laman pendaftaran. Setelah membuat akun dengan mengisi formulir yang tersedia, peserta dapat masuk menggunakan email dan kata sandi terdaftar, lalu memilih kategori program yang ingin diikuti.
Selanjutnya, pemohon hanya perlu lengkapi formulir proposal dan unggah dokumen administrasi yang disyaratkan. Pastikan semua data telah diisi dengan benar, karena setelah dikirim, formulir tidak dapat diubah lagi. Pemohon juga masih memiliki opsi untuk menyimpan sebagai draf jika masih perlu revisi.
Baca juga: Fadli Zon Beri Penjelasan Soal Pemerkosaan Massal 1998 yang Kontroversial
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.