Ilustrasi ledakan nuklir. (Sumber gambar: Freepik)

Radiasi Nuklir Bisa Lintas Kawasan, Cek 7 Cara Meminimalisir Dampaknya

03 July 2025   |   22:21 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan keterlibatan Amerika Serikat belum juga reda. Terbaru, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghentikan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), sebuah lembaga pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Lepas dari polemik ini, muncul pertanyaan jika pengembangan nuklir terus meningkat dan risiko perang nuklir pecah di Timur Tengah, apakah dampaknya bisa menjangkau lintas negara dan kawasan?

“Ya, efek radiasi nuklir dapat dengan mudah melintasi negara dan bahkan kawasan,” ujar Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syaiful Bakhri kepada Hypeabis.id, baru-baru ini.

Baca juga: 5 Risiko Penyakit Akibat Radiasi Nuklir

Dia menjelaskan contoh paling nyata risiko radiasi nuklir bisa lintas negara atau kawasan adalah bencana Chernobyl pada 1986. Radiasi dari ledakan reaktor Chernobyl menyebar ke seluruh Eropa dan bahkan terdeteksi di bagian Asia. 

“Partikel radioaktif terbawa oleh angin dan kemudian mengendap, mencemari tanah, air, tanaman, dan ternak di berbagai negara,” tuturnya.

Demikian pula uji coba senjata nuklir di masa lalu, sering kali menghasilkan fallout yang terdeteksi di seluruh dunia. Meskipun paparan di tempat yang sangat jauh biasanya dalam dosis yang lebih rendah dan tidak langsung menyebabkan penyakit radiasi akut, menurut Syaiful, akumulasi jangka panjang dari paparan tingkat rendah ini masih dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama kanker.

Syaiful menerangkan, jangkauan radiasi nuklir sangat bervariasi tergantung pada jenis insiden nuklir, misal ledakan bom, kecelakaan reaktor, kebocoran limbah. Radiasi juga tergantung jumlah material radioaktif yang dilepaskan dan faktor-faktor lingkungan seperti arah dan kecepatan angin, curah hujan, serta topografi.

Radiasi bisa langsung atau dari sumber, yakni di sekitar lokasi ledakan nuklir atau reaktor yang rusak parah. Jangkauannya relatif terbatas, biasanya dalam hitungan kilometer.

Syaiful menyebut radiasi juga bisa dalam bentuk jatuhan radioaktif (fallout). Ini adalah partikel radioaktif yang terlempar ke atmosfer setelah ledakan atau kecelakaan, kemudian jatuh kembali ke bumi. 

“Fallout adalah ancaman yang jauh lebih luas. Partikel ini dapat terbawa oleh angin ribuan kilometer jauhnya dari lokasi kejadian,” tegasnya. 

Bila radiasi yang lepas ke udara (atmosfer) lalu jatuh ke darat, risikonya yakni terserap di tanah lalu masuk ke rantai makanan seperti tumbuhan atau hewan. Sementara penyebaran radiasi nuklir lewat darat tergantung energi dan sistem proteksi radiasi. Adapun radiasi juga bisa masuk ke aliran air laut seperti peristiwa Fukushima atau masuk melalui aliran air yang lain. 

Sementara itu, Syaiful menyampaikan ada beberapa langkah awal untuk meminimalkan dampak nuklir. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini yuk, Genhype

1. Segera menjauh dari sumber radiasi
Jika memungkinkan dan aman, segera evakuasi dari area yang terkontaminasi untuk meminimalisir dampaknya.

2. Dekontaminasi diri
Lepaskan semua pakaian luar (pakaian dapat menahan partikel radioaktif) dan masukkan ke dalam kantong plastik tertutup. Cuci seluruh tubuh dengan sabun dan air mengalir sesegera mungkin. Beri perhatian khusus pada rambut dan kuku. Ini membantu menghilangkan partikel radioaktif dari kulit dan rambut.

3. Lindungi saluran pernapasan
Gunakan masker atau kain basah untuk menutupi mulut dan hidung untuk mencegah menghirup partikel radioaktif.

4. Minum kalium iodida (jika tersedia dan sesuai)
Tablet kalium iodida (KI) dapat melindungi kelenjar tiroid dari penyerapan iodium radioaktif, yang sering dilepaskan dalam kecelakaan nuklir tertentu. Namun, ini hanya efektif untuk iodium radioaktif dan harus dikonsumsi sesuai petunjuk medis dan hanya jika direkomendasikan oleh otoritas kesehatan. Jangan mengonsumsi tanpa instruksi.

5. Cari pertolongan medis segera
Segera pergi ke fasilitas medis terdekat atau hubungi layanan darurat. Beri tahu petugas medis tentang kemungkinan paparan radiasi. Mereka akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat paparan dan memberikan perawatan yang sesuai, termasuk pemeriksaan darah untuk memantau sel darah dan pengobatan suportif.

6. Batasi interaksi dengan orang lain
Sampai dekontaminasi selesai, batasi kontak dekat dengan orang lain untuk menghindari penyebaran kontaminasi.

7. Ikuti instruksi dari pihak berwenang
Dengarkan dan patuhi petunjuk dari otoritas kesehatan masyarakat dan manajemen darurat.

Baca juga:  Teknologi CT Scan Terbaru Hasilnya Lebih Presisi dan Minim Radiasi

SEBELUMNYA

Dunia Sepak Bola Berduka atas Kepergian Sang Penyerang Diogo Jota

BERIKUTNYA

Proses Desain Sepatu Brodo, dari Riset sampai Pemilihan Material Kualitas Tinggi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: