Yukka Harlanda, CEO Brodo (Sumber Foto: Hyepeabis.id/Robby Fathan)

Proses Desain Sepatu Brodo, dari Riset sampai Pemilihan Material Kualitas Tinggi

03 July 2025   |   22:26 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Setiap pasang sepatu Brodo telah melalui proses panjang sampai akhirnya bisa dikenakan oleh orang-orang. Mulai dari riset desain, uji pasar, hingga pemilihan material, semuanya dikerjakan dengan cermat untuk memastikan sepatu ini tak hanya tampil menarik dari segi estetika, tetapi juga tahan lama.

Di balik layar, Yukka Harlanda, CEO Brodo, mengungkap bahwa di awal perjalanan Brodo, mereka tidak memiliki tim desainer khusus untuk membuat desain sepatu. Strateginya sederhana, yaitu ATM (amati, tiru, modifikasi), mereka mengamati brand luar yang dianggap keren, lalu memodifikasinya agar sesuai dengan selera pasar lokal.

Baca juga:  Cerita Merek Sepatu Lokal Brodo yang Konsisten di Lini Fashion & Lifestyle Pria

“Dulu di tiga tahun pertama kita nggak punya desainer, karena jual ke teman-teman sendiri jadi yang menurut kita keren, kemungkinan besar teman-teman juga suka. Yang penting bisa dijual, marginnya cukup, dan kita bisa survive,” ujar Yukka.

Pada lima tahun pertama, metode ini terbukti cukup berhasil. Brodo juga memanfaatkan media sosial secara maksimal, bukan hanya untuk promosi. Mereka melibatkan audiens untuk mendapatkan masukan langsung dari mereka mengenai sepatu seperti apa yang diinginkan orang-orang

“Kita sering banget minta feedback di media sosial, bahkan waktu itu masih berupa sketsa aja, kita tanya ke followers, ‘Gimana? Keren nggak?’ Kalau responsnya bagus langsung kita produksi,” jelas Yukka.

Strategi berbasis feedback ini menjadi kekuatan Brodo, terutama di tengah persaingan bisnis feysen era digital saat ini. Menurutnya, ini membuat konsumen merasa ikut terlibat dalam penggarapan sepatu yang mereka inginkan. Sehingga ketika produknya dirilis, mereka antusias untuk membeli.

Selain itu, Brodo juga kerap mengikuti tren mode global. Yukka menyebut, saat ini tren memiliki pengaruh besar terhadap arah desain Brodo, bahkan bisa mencapai 60-70 persen. 

“Enaknya di Indonesia itu, tren global biasanya agak telat masuk. Apa yang ngetren di luar setahun lalu, baru ngetren di sini sekarang. Polanya itu jelas banget, jadi kita bisa antisipasi,” kata Yukka.

Contohnya, saat ini produk terlaris mereka bukan lagi sepatu kulit, melainkan sneakers dengan desain mirip brand New Balance. Sepatu ini bisa ludes dalam hitungan jam begitu dirilis, karena tren sneakers sedang naik.

Meski demikian, Yukka menegaskan pentingnya membedakan antara ‘meniru’ dan ‘terinspirasi’. Setelah mengamati dan meniru, tetap harus melakukan modifikasi desain supaya tetap ada ciri khas merek Brodo yang bisa diingat oleh banyak orang.


 


 
Soal material, Brodo juga punya pertimbangan khusus untuk menjaga keseimbangan antara estetika, ketahanan, dan harga. Yukka menjelaskan, dia sudah punya klasifikasi produk berdasarkan harga dan kualitas materialnya.

“Kalau produk di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, tentu speknya menyesuaikan, dengan ekspektasi ketahanan tertentu. Semakin mahal, kualitas makin bagus, tapi volumenya juga lebih kecil,” jelasnya.

Saat ini, segmen terlaris mereka ada di kisaran harga Rp500 ribuan, terutama untuk kategori sepatu lifestyle seperti sneakers. Produk ini tidak hanya terjangkau, tapi juga diminati konsumen Gen Z yang mendominasi pasar.

Brodo sendiri menggunakan berbagai material untuk lini sepatu sneakers mereka yang dirancang supaya nyaman dipakai dan memiliki daya tahan tinggi. Untuk bagian atas atau upper, menggunakan berbagai jenis material seperti mesh, double-mesh, semi suede, dan kanvas.

Material mesh dipilih karena ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik, cocok untuk aktivitas harian, sementara semi suede memberikan kesan klasik dengan tetap mempertahankan kenyamanan.

Pada varian sneakers berbahan kanvas, menggunakan kanvas berkualitas tinggi yang kuat, fleksibel, dan mudah dibersihkan. Pada bagian dalamnya, memadukan bahan-bahan seperti foam, nylon, dan mesh untuk meningkatkan kenyamanan kaki serta mengurangi risiko iritasi saat dipakai dalam waktu lama.

Untuk bagian outsole, mengandalkan material seperti phylon rubber dan vulcanized rubber yang dikenal ringan, kuat, dan anti selip. Insole-nya pun didesain dengan bantalan multi-foam dan mesh yang memberikan bantalan empuk dan sirkulasi udara baik sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari.

Baca juga:  5 Kiat Mencuci Sepatu dari Kotoran dan Lumpur saat Musim Hujan

SEBELUMNYA

Radiasi Nuklir Bisa Lintas Kawasan, Cek 7 Cara Meminimalisir Dampaknya

BERIKUTNYA

Deretan Serial Terbaik Netflix Juli 2025, The Survivors hingga Sirens

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga