5 Risiko Penyakit Akibat Radiasi Nuklir
24 June 2025 |
20:30 WIB
Konflik yang semakin panas di wilayah Timur Tengah dengan keterlibatan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran akan timbulnya perang nuklir. Senjata paling berbahaya di dunia ini bukan hanya bisa menghancurkan kota, tetapi berpotensi membunuh jutaan orang dan menimbulkan efek jangka panjang.
Menurut International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), senjata nuklir menghasilkan radiasi pengion yang membunuh atau membuat orang yang terpapar menjadi sakit, mencemari lingkungan, dan memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, termasuk kanker dan kerusakan genetik.
Baca juga: Ini 5 Ledakan Nuklir Terkuat Sepanjang Sejarah Dunia, Amerika & Uni Soviet Ada di Baliknya
Penggunaannya secara luas dalam pengujian atmosfer telah menyebabkan konsekuensi jangka panjang yang serius. Lantas apa saja dampak radiasi nuklir pada tubuh? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype.
Mengutip Pusat Penelitian Biomedis Federal Utama di Amerika Serikat (NIH), paparan radioaktif menimbulkan petekie, bintik-bintik bulat kecil yang muncul pada kulit akibat pendarahan. Apabila pembuluh darah pecah, bintik tersebut akan berubah menjadi ungu tua.
Paparan radiasi nuklir diketahui dapat menimbulkan kanker, akibat mutasi DNA. Peningkatan kejadian kanker akibat radiasi nuklir ini tercatat terjadi bertahun-tahun setelah paparan.
Di antara dampak kronis pada korban bom atom yang paling mematikan adalah leukemia. Para peneliti menemukan insiden kanker lain meningkat sekitar satu dekade setelah serangan bom atom di Jepang.
Data dari Radiation Effects Research Foundation (RERF) mengungkapkan bahwa untuk individu dengan paparan dosis radiasi seluruh tubuh, hampir tidak dapat bertahan hidup, risiko kanker pun meningkat lima kali lipat daripada individu yang tidak terpapar.
Anak-anak dari para penyintas radiasi yang lahir diketahui mengalami kecacatan. Beberapa lahir dengan ukuran kepala kecil, cacat mental, dan pertumbuhan fisik terganggu.
Kendati demikian, mereka yang terpapar radiasi nuklir dalam rahim memiliki peningkatan tingkat kanker lebih rendah daripada mereka yang terpapar selama masa anak-anak. Sekitar 40 persen dari para penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki masih hidup saat ini.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Sumber Pangan yang Cocok Ditanam Usai Perang Nuklir
Mengutip Klik Dokter, paru-paru merupakan organ yang paling sensitif terhadap radiasi. Dampaknya yang dapat terjadi adalah pneumonitis radiasi yaitu peradangan paru. Pneumonitis radiasi ditandai oleh rasa sesak, batuk, dan perasaan penuh pada dada.
Paparan radiasi dapat menyebabkan kerusakan sementara sampai permanen pada organ reproduksi, baik bagi wanita maupun pria. Pada wanita, gejala yang dirasakan adalah tidak menstruasi. Sementara itu, pria dapat mengalami gangguan produksi sperma. Kondisi seperti ini dapat mengarah kepada kemandulan.
Menurut International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), senjata nuklir menghasilkan radiasi pengion yang membunuh atau membuat orang yang terpapar menjadi sakit, mencemari lingkungan, dan memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, termasuk kanker dan kerusakan genetik.
Baca juga: Ini 5 Ledakan Nuklir Terkuat Sepanjang Sejarah Dunia, Amerika & Uni Soviet Ada di Baliknya
Penggunaannya secara luas dalam pengujian atmosfer telah menyebabkan konsekuensi jangka panjang yang serius. Lantas apa saja dampak radiasi nuklir pada tubuh? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype.
1. Bintik Kemerahan
Mengutip Pusat Penelitian Biomedis Federal Utama di Amerika Serikat (NIH), paparan radioaktif menimbulkan petekie, bintik-bintik bulat kecil yang muncul pada kulit akibat pendarahan. Apabila pembuluh darah pecah, bintik tersebut akan berubah menjadi ungu tua.
2. Kanker
Paparan radiasi nuklir diketahui dapat menimbulkan kanker, akibat mutasi DNA. Peningkatan kejadian kanker akibat radiasi nuklir ini tercatat terjadi bertahun-tahun setelah paparan.Di antara dampak kronis pada korban bom atom yang paling mematikan adalah leukemia. Para peneliti menemukan insiden kanker lain meningkat sekitar satu dekade setelah serangan bom atom di Jepang.
Data dari Radiation Effects Research Foundation (RERF) mengungkapkan bahwa untuk individu dengan paparan dosis radiasi seluruh tubuh, hampir tidak dapat bertahan hidup, risiko kanker pun meningkat lima kali lipat daripada individu yang tidak terpapar.
3. Cacat Lahir
Anak-anak dari para penyintas radiasi yang lahir diketahui mengalami kecacatan. Beberapa lahir dengan ukuran kepala kecil, cacat mental, dan pertumbuhan fisik terganggu. Kendati demikian, mereka yang terpapar radiasi nuklir dalam rahim memiliki peningkatan tingkat kanker lebih rendah daripada mereka yang terpapar selama masa anak-anak. Sekitar 40 persen dari para penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki masih hidup saat ini.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Sumber Pangan yang Cocok Ditanam Usai Perang Nuklir
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.