Cicilia Oday, pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa kategori novel (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Himawan L.N)

Hypeprofil Penulis Cicilia Oday: Mencintai Proses Menulis untuk Terus Berkarya

03 July 2025   |   18:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Penulis bukan profesi yang mudah dan menjanjikan. Mereka yang memutuskan untuk masuk ke dalamnya harus berjibaku agar karya-karya yang dibuat diterima oleh banyak orang. Namun, rasa cinta terhadap proses menulis membuat berbagai kesulitan itu dapat dilewati dan membuat Cicilia Oday konsisten untuk terus berkarya.

Cicilia Oday merupakan salah satu penulis yang menjadi perhatian dalam malam anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa yang berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Bukan tanpa alasan, wanita yang berasal dari Sulawesi Utara itu berhasil menjadi pemenang kategori novel.

Baca juga: Hypeprofil Penulis Skenario Lele Laila: Mengetengahkan Narasi Perempuan di Perfilman Indonesia

Cicilia berhasil mengalahkan penulis lainnya lewat karya berjudul Duri dan Kutuk, yang bercerita bercerita tentang anak pra remaja dengan dorongan seksual.

Selain itu, Duri dan Kutuk juga bercerita mengenai perempuan yang kerap menjadi korban pelecehan seksual. Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan dan pembelaan, sang wanita justru mendapatkan sanksi sosial seolah-olah sebagai pelaku.

Cerita ini lahir dari kepekaannya terhadap kondisi yang masih kerap terjadi di masyarakat, yakni perempuan kerap menjadi korban. Namun, tetap disalahkan dengan berbagai alasan.  "Kadang perempuan dilecehkan, tapi dia yang dianggap pemicu hanya karena cara berpakaian atau perilakunya," ucap Cicilia.

Proses kreatif novel ini memakan waktu yang tidak sebentar. Naskah awalnya merupakan novella yang sempat masuk dalam daftar panjang sebuah kompetisi. Namun, tidak lolos ke babak yang lebih jauh.

Alih-alih menyerah, Cicilia memutuskan untuk menyunting ulang naskah tersebut hingga menjadi novel sekitar 2 tahun. Dia menulis di tengah aktivitas mengasuh sang buah hati dan sebagai seorang ibu rumah tangga.

“Saya menulis full time, saya lumayan intens. Jadi, saya merasa punya leluasa untuk menenggelamkan diri ke dalam proses kreatif itu dan terjadilah novel ini,” katanya.

Cicilia mengungkapkan bahwa ide awal novel Duri dan Kutuk sangat abstrak, yakni berasal dari pengamatan dan sangat personal tentang tanaman yang ada di rumah. Dia memiliki gagasan tentang tanaman yang memiliki wujud seperti manusia. Beberapa bagiannya pun dianalogikannya sebagai tubuh manusia.

Sebagai contoh, batangnya yang berbunga-bunga berbentuk seperti bayi atau tubuh manusia. Dari situ, imajinasinya terpantik untuk menulis cerita tentang tanaman yang bisa berbicara, bisa bergerak – bahkan bergosip, bernyanyi, menari seperti makhluk hidup pada umumnya – manusia dan hewan.  

Analogi tentang tanaman itu kemudian berpadu dengan kondisi yang masih kerap terjadi terhadap perempuan di masyarakat pada saat ini.

Duri dan Kutuk adalah novel kedua sang penulis dalam berkarya sebagai penulis. Sebelumnya, dia telah membuat karya berjudul Keluarga Lego. Namun, jauh sebelum dikenal sebagai seorang penulis novel, Cicilia adalah penulis cerpen.

Bagi Cicilia, penulis bukan profesi yang dicita-citakan. Dia tidak tahu kapan waktu pasti untuk memutuskan menjadi seorang penulis. Namun, dia sudah melakukannya sejak masih belasan tahun. “Pertama kali menulis, saya tidak berpikir ingin menjadi penulis. Jadi, kreativitas itu mengalir saja, proses kreatifnya mengalir saja hingga saya bisa menerbitkan buku dan secara tidak langsung menjadi penulis,” ujarnya.

Tulisan pertamanya adalah cerpen pendek yang terbit di salah satu media di dalam negeri pada 2010 dan terpilih masuk dalam daftar buku kumpulan cerpen terbaik pada saat itu. Setelah itu, karya-karya cerita pendeknya juga termuat dalam antologi bersama, seperti Dari Timur.

Seorang penulis tidak hanya berhenti pada tahap mengeluarkan karya. Ada proses lain yang harus dilalui, yakni membuatnya terjual dan dibaca oleh banyak orang. Bagian ini menjadi tantangan yang sangat besar bagi Cicilia mengingat dirinya adalah pribadi yang introvert.

Meskipun begitu, kehadiran media sosial menjadi berkah bagi sang penulis. Kehadirannya dapat menjadi jembatan bagi dirinya dengan pembaca. Dia seperti banyak penulis di dalam negeri yang juga memanfaatkan media sosial untuk promosi karya selain peran dari penerbit.

Media sosial, tidak bisa dimungkiri, membuat karya-karya sastra lebih tersebar sehingga lebih banyak dikenal oleh para penggunanya. Pada akhirinya, generasi muda yang lebih melek terhadap teknologi bisa mengenal banyak karya seiring dengan langkah penulis dan penerbit yang mengunggah karya.

Pada saat ini, hampir semua penerbit memiliki akun media sosial. Jadi, pendekatannya terhadap pembaca menjadi lebih fleksibel mengingat pembaca tidak lagi perlu ke toko buku karena ada toko-toko buku online dan akun-akun media sosial yang mempromosikan buku-buku.

“Jadi, di situ kita dapat referensi hanya dengan kita menggenggam telepon genggam kita sudah bisa mendapatkan referensi bacaan,” ujaarnya. Dengan begitu, minat baca generasi muda pada saat ini bisa dikatakan cukup tinggi.

Meski begitu, kenyataan profesi sebagai penulis tetap tidak mudah. Cicilia tidak menampik bahwa dunia literasi belum menjadi tempat yang menjanjikan secara ekonomi. Dia menilai bahwa menulis adalah jalan panjang yang penuh ketidakpastian dan ada kerja keras yang sering tidak terlihat.

Penolakan naskah yang dibuat oleh seorang penulis adalah sesuatu yang biasa. Dia mengaku tidak sendirian mengalami fase tersebut mengingat rata-rata penulis – baik yang sudah memiliki nama besar atau belum – akan melaluinya.

Meskipun profesi ini tidak mudah dan menjanjikan secara ekonomi, dia melakoni proses menulis lebih dahulu dari gagasan ingin menjadi penulis. “Makanya, saya mencintai apa yang saya lakukan, bukan apa saya menjadi,” ujarnya.

Baca juga: Hypeprofil Ika Natassa: Dinamika di Balik Penulisan Skenario Film Adaptasi Novel

SEBELUMNYA

Midea Pamer Robot Vacuum Cleaner V12 di PRJ, Solusi Bersihkan 3 Area Rumah Ini

BERIKUTNYA

Gen Z Pemain GTA hingga Minecraft Jadi Sasaran Penjahat Siber, Cegah Dengan Langkah 8 Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: