Children of Heaven (1997). (Sumber gambar: IMDb)

Adaptasi Film Iran Children of Heaven Versi Indonesia Digarap Hanung Bramantyo

02 July 2025   |   12:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Film drama keluarga Iran yang populer era 90-an, Children of Heaven (1997), akan diadaptasi ke dalam versi Indonesia oleh MD Pictures. Kabar itu diumumkan oleh Manoj Punjabi selaku Founder & CEO dari rumah produksi tersebut lewat akun Instagram pribadinya, baru-baru ini. Lewat akun Instagram @manojpunjabimd, Manoj tampak mengunggah skenario film Children of Heaven versi Indonesia.

Dalam naskah itu tertulis bahwa Hanung Bramantyo didapuk sebagai sutradara yang akan menggarap adaptasi tersebut. Diketahui juga bahwa film adaptasi Children of Heaven versi Indonesia akan menggunakan judul yang sama seperti film aslinya. 

Baca juga: Film Warkop DKI Bakal Diadaptasi ke dalam Genre Horor Komedi

Adapun, naskahnya ditulis oleh penulis skenario kenamaan Oka Aurora, bersama Hanan Novianti, Servita Ramadhianti, dan Dinda F. Suratman. "Salah satu film paling menyentuh yang pernah saya tonton. Sekarang, waktunya menghidupkan kembali untuk generasi baru. Children of Heaven, coming soon," tulis Manoj. 

Pengumuman itu pun menuai respons dari kalangan warganet. Di kolom komentar, banyak yang menuliskan bahwa Children of Heaven adalah film yang sangat mengharukan. Mereka pun berharap versi adaptasi Indonesia dari film tersebut dapat hadir dengan lebih baik dan disesuaikan dengan kondisi sosial di dalam negeri.
 


Children of Heaven adalah film drama keluarga Iran yang rilis pada 1997. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Majid Majidi ini pertama kali ditayangkan di di Festival Film Teheran Fajr, serta memenangkan beberapa penghargaan film nasional dan internasional. Bahkan, film ini masuk nominasi Piala Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pada 1998. 

Kisah filmnya berlatarbelakang kehidupan keluarga miskin di Teheran dan menggambarkan perjalanan dua orang anak yang harus menghadapi tantangan hidup di tengah keterbatasan yang ada. Alur ceritanya mengikuti kisah kakak beradik bernama Ali dan Zahra, dan petualangan mereka karena sepasang sepatu yang hilang.

Ali, seorang bocah berusia sembilan tahun, menjadi sosok utama dalam film ini. Ia dikenal sebagai anak yang bertanggung jawab dan penuh kepedulian terhadap adiknya, Zahra, yang masih bersekolah dan sangat bergantung pada Ali.

Suatu hari, sepatu Zahra hilang akibat kelalaian Ali. Namun, lantaran keterbatasan mereka dan tidak ingin membebani orang tua, mereka akhirnya sepakat untuk menyembunyikan soal hilangnya sepatu Zahra. Akhirnya, mereka menyusun siasat untuk bisa mengenakan sepasang sepatu secara bergantian untuk pergi ke sekolah.

Namun, Ali kerap terlambat datang ke sekolah, lantaran menunggu gantian sepatu dari Zahra. Hal itu membuat Ali harus sering menerima cacian dari gurunya. Di sisi lain, Ali juga terkadang harus membantu ayahnya yang tunawicara bekerja, demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Suatu hari, Ali berjanji akan membelikan sang adik sepatu baru. Harapan itu muncul saat Ali ikut lomba lari antar sekolah dengan hadiah sepatu untuk juara ketiga. Namun, meskipun berjuang keras demi tujuan itu, Ali tidak berhasil mendapatkan sepatu itu. Ditambah, satu-satunya sepatu yang mereka kenakan robek akibat digunakan untuk lomba.

Children of Heaven menjadi salah satu film yang paling menyentuh era 1990-an, dan menuai respons positif dari para kritikus. Tak ayal, film ini pun menjadi box office global dengan total pendapatan sebesar US$1,6 juta, dari bujet produksinya yang hanya menghabiskan US$180.000. 

Baca juga: Komik Klasik Panji Tengkorak Diadaptasi Jadi Film Animasi

Kini, setelah hampir tiga dekade, film Children of Heaven akan diadaptasi ke dalam versi Indonesia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, yang telah menggarap banyak film diantaranya Ipar Adalah Maut (2024), Miracle in Cell No. 7 (2022), dan Bumi Manusia (2019).

Sementara itu, sang penulis skenario, Oka Aurora, sebelumnya juga telah terlibat dalam banyak film dan serial diantaranya Ipar Adalah Maut (2024), Bila Esok Ibu Tiada (2024), Layangan Putus (2021-2022), dan Setetes Embun Cinta Niyala (2025).
 

SEBELUMNYA

Ario Bayu Tegaskan FFI 2025 Didukung Penuh oleh Ekosistem Film, Termasuk BPI

BERIKUTNYA

Cara Pakai Aplikasi Super App Polri yang Bisa Urus SIM, SKCK & Pengaduan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga