53 Juta Anak Sekolah Bakal Kebagian Cek Kesehatan Gratis Mulai Juli 2025
01 July 2025 |
20:23 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pemeriksaan kesehatan akan dimulai pada Juli 2025 di lebih dari 282.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memaparkan, CKG diluncurkan pertama kali pada 3 Februari 2025. Berdasarkan data terakhir, program ini sudah menjangkau 11 juta orang dari target 280 juta pemeriksaan kesehatan. Adapun pelaksanaannya dilakukan melalui dua jalur utama, yakni di Puskesmas dan di sekolah.
“Sekolah ini ada sekitar 250.000 lebih, dan secara logistik pelaksanaannya lebih masuk akal karena tempatnya tetap dan tidak berpindah-pindah,” dikutip dari keterangan resminya, Selasa (30/7/2025).
Baca juga: 21 Penyakit dan Layananan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Per Juni 2025
Pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing mulai dari SD, SMP, SMA. Paket skrining mencakup pemeriksaan kesehatan fisik hingga kesehatan jiwa.
Lebih lanjut, Menkes menekankan kesehatan jiwa menjadi perhatian serius karena banyak kasus yang tidak teridentifikasi sejak dini, padahal prevalensinya cukup tinggi di kalangan pelajar.
Saat ini, capaian CKG telah menembus angka 200.000 pemeriksaan per hari. Dengan masuknya sekolah sebagai lokasi pelaksanaan, angka ini diharapkan meningkat signifikan. “Kalau bisa dapat setengahnya dari total anak sekolah, kita bisa selesai dalam tiga bulan ke depan,” ucap Menkes optimis.
Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan jumlah skrining tertinggi, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Adapun, kementerian telah melakukan simulasi teknis dan sistem pelaksanaannya sejak Juni 2025. Sosialisasi juga telah dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.
Pelaksanaan cek kesehatan di sekolah akan didukung oleh dua pilar layanan, yakni Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Alat pemeriksaan akan disediakan secara kolaboratif oleh Puskesmas dan sebagian lagi disiapkan di UKS.
UKS akan direvitalisasi agar bisa berfungsi maksimal sebagai sarana edukasi kesehatan. Harapannya program ini bisa menjadi momentum untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini di kalangan pelajar. “Mudah-mudahan ini bisa jadi momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat sejak dini,” tutupnya.
Sebagai informasi, Cek Kesehatan Gratis merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto untuk direalisasikan Kementerian Kesehatan guna memajukan sektor kesehatan di dalam negeri.
Cek kesehatan bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sebelum munculnya gejala. Dengan melakukan cek kesehatan, seseorang dapat menemukan kemungkinan adanya penyakit seperti kanker, diabetes, atau penyakit jantung sehingga bisa dilakukan pengobatan yang lebih efektif dan meningkatkan peluang pemulihan.
Program cek kesehatan gratis bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai 2025. Masyarakat bisa mengklaim saat hari ulang tahunnya.
Baca juga: Riil, Ini Manfaat Detoks Media Sosial untuk Kesehatan Mental
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memaparkan, CKG diluncurkan pertama kali pada 3 Februari 2025. Berdasarkan data terakhir, program ini sudah menjangkau 11 juta orang dari target 280 juta pemeriksaan kesehatan. Adapun pelaksanaannya dilakukan melalui dua jalur utama, yakni di Puskesmas dan di sekolah.
“Sekolah ini ada sekitar 250.000 lebih, dan secara logistik pelaksanaannya lebih masuk akal karena tempatnya tetap dan tidak berpindah-pindah,” dikutip dari keterangan resminya, Selasa (30/7/2025).
Baca juga: 21 Penyakit dan Layananan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Per Juni 2025
Pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing mulai dari SD, SMP, SMA. Paket skrining mencakup pemeriksaan kesehatan fisik hingga kesehatan jiwa.
Lebih lanjut, Menkes menekankan kesehatan jiwa menjadi perhatian serius karena banyak kasus yang tidak teridentifikasi sejak dini, padahal prevalensinya cukup tinggi di kalangan pelajar.
Saat ini, capaian CKG telah menembus angka 200.000 pemeriksaan per hari. Dengan masuknya sekolah sebagai lokasi pelaksanaan, angka ini diharapkan meningkat signifikan. “Kalau bisa dapat setengahnya dari total anak sekolah, kita bisa selesai dalam tiga bulan ke depan,” ucap Menkes optimis.
Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan jumlah skrining tertinggi, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Adapun, kementerian telah melakukan simulasi teknis dan sistem pelaksanaannya sejak Juni 2025. Sosialisasi juga telah dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.
Pelaksanaan cek kesehatan di sekolah akan didukung oleh dua pilar layanan, yakni Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Alat pemeriksaan akan disediakan secara kolaboratif oleh Puskesmas dan sebagian lagi disiapkan di UKS.
UKS akan direvitalisasi agar bisa berfungsi maksimal sebagai sarana edukasi kesehatan. Harapannya program ini bisa menjadi momentum untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini di kalangan pelajar. “Mudah-mudahan ini bisa jadi momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat sejak dini,” tutupnya.
Sebagai informasi, Cek Kesehatan Gratis merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto untuk direalisasikan Kementerian Kesehatan guna memajukan sektor kesehatan di dalam negeri.
Cek kesehatan bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sebelum munculnya gejala. Dengan melakukan cek kesehatan, seseorang dapat menemukan kemungkinan adanya penyakit seperti kanker, diabetes, atau penyakit jantung sehingga bisa dilakukan pengobatan yang lebih efektif dan meningkatkan peluang pemulihan.
Program cek kesehatan gratis bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai 2025. Masyarakat bisa mengklaim saat hari ulang tahunnya.
Baca juga: Riil, Ini Manfaat Detoks Media Sosial untuk Kesehatan Mental
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.