Mengenang Musisi Dangdut Hamdan ATT, Deretan Lagu Populer & Pencapaiannya
01 July 2025 |
20:13 WIB
Kabar duka datang dari belantika musik di dalam negeri. Penyanyi dangdut senior Hamdan ATT meninggal dunia hari ini, Selasa, 1 Juli 2025. Musisi berdarah Arab-Ambon itu telah banyak memberikan warna-warna di dunia musik Tanah Air, khususnya musik rakyat, dangdut.
Ketika berbicara tentang namanya, ingatan banyak orang akan langsung tertuju kepada lagu yang membuat sang artis melambung tinggi di belantika musik Indonesia, yakni "Termiskin Di Dunia" pada era 1980an. Lagu itu mendapat sambutan hangat dari para penikmat musik lokal.
Karya ini bercerita tentang seseorang yang menolak cinta pasangannya lantaran tidak yakin mampu membahagiakan sang kekasih dengan kondisi ekonominya.
Dari lirik lagunya, bisa diketahui kepiawaian sang musisi dalam membuat karya dengan lugas, sederhana, dan begitu mudah dipahami. Tidak hanya itu, penyematan simbol-simbol dalam liriknya juga begitu dekat dengan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Musisi Muda Gustiwiw Meninggal Dunia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Jenius dan Tulus
Setelah legendaris itu, Hamdan ATT juga dikenal oleh masyarakat dengan beberapa karyanya. Sebut saja "Tidak Semua Laki-laki", "Jangan Cintai Aku", "Putus Cinta", "Berkawan Dalam Duka", "Bekas Pacar", dan masih banyak lagi.
Selain kondang berkat karya-karyanya, sang penyanyi juga dikenal oleh pencinta lagu dangdut dengan suaranya yang khas, seperti serak bergetar. Tidak hanya itu, dia juga mampu menghayati setiap karya yang dibawakannya dengan hangat dan syahdu.
Meskipun begitu terkenal di industri musik dangdut, musisi itu justru memulai karier bermusik terinspirasi dari Hank Marvin yang merupakan gitaris dari grup musik Inggris, The Shadows. Grup ini memiliki genre musik instrumental dan rock.
Dia pernah memiliki grup musik dan menamakannya dengan Quinta Bayangan pada 1964. Langkah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap The Shadows. Jadi, dia kerap membawakan lagu-lagu dari grup tersebut.
Hamdan ATT pernah menjadi bagian dari band bernama Nada Buana dan kerap tampil di stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) ketika memutuskan untuk terjun lebih dalam ke dalam industri tarik suara. Pada saat itu, dia mengisi posisi sebagai vokal.
Penampilannya di layar televisi itu juga membuat wajahnya kian akrab di mata masyarakat. Akan tetapi, sang penyanyi hanya sekitar 1 tahun bersama dengan Nada Buana. Pria yang lahir di Aru, Maluku, Pada 1949 itu memutuskan sejenak berhenti dari industri hiburan tanah air untuk kuliah.
Selesai kuliah, dia memutuskan untuk berkarier sebagai penyanyi dangdut. Pada era 1980an, namanya yang sudah dikenal oleh publik karena kerap tampil di TVRI kian melambung tinggi saat lagu Termiskin di Dunia mendapatkan sambutan hangat dari pencinta musik dangdut.
Dalam berkarya, sang penyanyi juga kerap berduet dengan penyanyi dangdut Indonesia lainnya dan mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat. Sepanjang perjalanan kariernya, Hamdan ATT juga tercatat pernah beberapa kali menjadi nominasi dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards.
Pada 2001 atau ajang AMI Awards ke-5, dia masuk nominasi kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. Pada tahun tersebut, sang musisi bersaing dengan Caca Handika, Irvan Mansyur S, dan Mansyur S. Hamdan masuk nominasi melalui karya berjudul "Dingin". Sayangnya, sang musisi tidak menjadi pemenang.
Setelah itu, dia kembali masuk nominasi AMI Awards pada edisi ke-8 atau 2004 untuk kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. Pada edisi tersebut, Hamdan berhasil menjadi pemenang melalui karya berjudul Ada Rasa. Di ajang AMI Awards edisi ke-14 atau 2011, nama Hamdan ATT kembali masuk nominasi untuk kategori Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik. Pada kali ini, dia tidak membawa pulang piala tersebut.
Pada 2015 atau ajang AMI Awards ke-18, sang penyanyi berhasil masuk menjadi nominasi 3 kategori, yakni Artis Solo Pria Dangdut Terbaik, Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik, dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik.
Dari 3 kategori tersebut, Hamdan ATT berhasil memenangkan kategori Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik. Dia membawa pulang piala Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik melalui karya Ilus Cinta.
Sementara itu, piala kategori Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik melalui Best Hamdan ATT & Monata. Selain itu, pada 2021, sang musisi juga membawa pulang penghargaan Lifetime Achievement Indonesian Dangdut Awards.
Hamdan ATT menjadi salah satu musisi dangdut legendaris Indonesia yang telah melalui beberapa generasi. Karya-karyanya terus abadi di telinga para pencinta musik dangdut Indonesia di tengah banyak karya baru.
Baca juga: Seniman Hamzah Sulaiman alias Raminten Meninggal Dunia, Simak Rekam Jejaknya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ketika berbicara tentang namanya, ingatan banyak orang akan langsung tertuju kepada lagu yang membuat sang artis melambung tinggi di belantika musik Indonesia, yakni "Termiskin Di Dunia" pada era 1980an. Lagu itu mendapat sambutan hangat dari para penikmat musik lokal.
Karya ini bercerita tentang seseorang yang menolak cinta pasangannya lantaran tidak yakin mampu membahagiakan sang kekasih dengan kondisi ekonominya.
Dari lirik lagunya, bisa diketahui kepiawaian sang musisi dalam membuat karya dengan lugas, sederhana, dan begitu mudah dipahami. Tidak hanya itu, penyematan simbol-simbol dalam liriknya juga begitu dekat dengan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Musisi Muda Gustiwiw Meninggal Dunia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Jenius dan Tulus
Setelah legendaris itu, Hamdan ATT juga dikenal oleh masyarakat dengan beberapa karyanya. Sebut saja "Tidak Semua Laki-laki", "Jangan Cintai Aku", "Putus Cinta", "Berkawan Dalam Duka", "Bekas Pacar", dan masih banyak lagi.
Selain kondang berkat karya-karyanya, sang penyanyi juga dikenal oleh pencinta lagu dangdut dengan suaranya yang khas, seperti serak bergetar. Tidak hanya itu, dia juga mampu menghayati setiap karya yang dibawakannya dengan hangat dan syahdu.
Meskipun begitu terkenal di industri musik dangdut, musisi itu justru memulai karier bermusik terinspirasi dari Hank Marvin yang merupakan gitaris dari grup musik Inggris, The Shadows. Grup ini memiliki genre musik instrumental dan rock.
Dia pernah memiliki grup musik dan menamakannya dengan Quinta Bayangan pada 1964. Langkah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap The Shadows. Jadi, dia kerap membawakan lagu-lagu dari grup tersebut.
Hamdan ATT pernah menjadi bagian dari band bernama Nada Buana dan kerap tampil di stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) ketika memutuskan untuk terjun lebih dalam ke dalam industri tarik suara. Pada saat itu, dia mengisi posisi sebagai vokal.
Penampilannya di layar televisi itu juga membuat wajahnya kian akrab di mata masyarakat. Akan tetapi, sang penyanyi hanya sekitar 1 tahun bersama dengan Nada Buana. Pria yang lahir di Aru, Maluku, Pada 1949 itu memutuskan sejenak berhenti dari industri hiburan tanah air untuk kuliah.
Selesai kuliah, dia memutuskan untuk berkarier sebagai penyanyi dangdut. Pada era 1980an, namanya yang sudah dikenal oleh publik karena kerap tampil di TVRI kian melambung tinggi saat lagu Termiskin di Dunia mendapatkan sambutan hangat dari pencinta musik dangdut.
Dalam berkarya, sang penyanyi juga kerap berduet dengan penyanyi dangdut Indonesia lainnya dan mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat. Sepanjang perjalanan kariernya, Hamdan ATT juga tercatat pernah beberapa kali menjadi nominasi dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards.
Pada 2001 atau ajang AMI Awards ke-5, dia masuk nominasi kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. Pada tahun tersebut, sang musisi bersaing dengan Caca Handika, Irvan Mansyur S, dan Mansyur S. Hamdan masuk nominasi melalui karya berjudul "Dingin". Sayangnya, sang musisi tidak menjadi pemenang.
Setelah itu, dia kembali masuk nominasi AMI Awards pada edisi ke-8 atau 2004 untuk kategori Artis Solo Pria Dangdut Terbaik. Pada edisi tersebut, Hamdan berhasil menjadi pemenang melalui karya berjudul Ada Rasa. Di ajang AMI Awards edisi ke-14 atau 2011, nama Hamdan ATT kembali masuk nominasi untuk kategori Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik. Pada kali ini, dia tidak membawa pulang piala tersebut.
Pada 2015 atau ajang AMI Awards ke-18, sang penyanyi berhasil masuk menjadi nominasi 3 kategori, yakni Artis Solo Pria Dangdut Terbaik, Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik, dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik.
Dari 3 kategori tersebut, Hamdan ATT berhasil memenangkan kategori Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik dan Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik. Dia membawa pulang piala Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik melalui karya Ilus Cinta.
Sementara itu, piala kategori Album Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik melalui Best Hamdan ATT & Monata. Selain itu, pada 2021, sang musisi juga membawa pulang penghargaan Lifetime Achievement Indonesian Dangdut Awards.
Hamdan ATT menjadi salah satu musisi dangdut legendaris Indonesia yang telah melalui beberapa generasi. Karya-karyanya terus abadi di telinga para pencinta musik dangdut Indonesia di tengah banyak karya baru.
Baca juga: Seniman Hamzah Sulaiman alias Raminten Meninggal Dunia, Simak Rekam Jejaknya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.