Ilustrasi anak sekolah (Sumber gambar: Unsplash)

Dimulai 4 Agustus, Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Siswa Hingga Akhir 2025

03 August 2025   |   10:30 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Setelah 6 bulan Cek Kesehatan Gratis (CKG) diluncurkan untuk masyarakat umum, cakupan program ini diperluas ke lingkungan sekolah sebagai langkah strategis menjangkau generasi muda sejak dini. Program CKG Sekolah resmi diluncurkan pada besok, 4 Agustus 2025 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
 
Menurut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, ini merupakan langkah akseleratif dengan perluasan dilakukan ke institusi pendidikan. Pemeriksaan kesehatan di sekolah dipandang sebagai momentum penting untuk mengetahui kondisi anak-anak sejak awal, terutama karena masalah kesehatan pada anak-anak ternyata berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.

Baca juga: 5 Panduan Menjaga Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di Setiap Tahapan Usia
 
Menkes Budi mengonfirmasi pada 14 Juli 2025, pelaksanaan awal program ini telah dilakukan di 72 Sekolah Rakyat yang menjangkau sekitar 7.400 siswa. Data awal menunjukkan bahwa 49% anak mengalami masalah kesehatan gigi, 33%  memiliki tingkat kebugaran yang rendah, dan sebanyak 26,6 % menderita anemia.

Masalah kesehatan lain yang juga ditemukan meliputi gangguan penglihatan, pendengaran, gizi buruk, serta potensi penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).
 
Inisiatif ini menyasar anak-anak dan remaja usia 7 hingga 17 tahun di seluruh Indonesia, yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan formal dan nonformal. Kementerian Kesehatan RI menargetkan lebih dari 53 juta peserta didik dapat dijangkau hingga akhir 2025. 
 
Sebanyak 282.317 satuan pendidikan menjadi target dari program ini, mencakup sekolah dasar, menengah, atas, pesantren, sekolah luar biasa, hingga sekolah rakyat. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap hingga Desember 2025 dengan dukungan logistik dan teknis dari puskesmas setempat. Di sekolah, minimal 2 ruang kelas difungsikan untuk pemeriksaan, sementara lapangan digunakan sebagai lokasi pengukuran kebugaran fisik. 
 
Jenis pemeriksaan disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Berikut daftar CKG Sekolah:


SD (7-12 Tahun): 

  • Status gizi
  • Merokok (kelas 4-6)
  • Tingkat aktivitas fisik (Kelas 4-6)
  • Tekanan darah
  • Gula darah
  • Tuberkulosis
  • Telinga
  • Mata
  • Gigi
  • Jiwa
  • Hati (Hepatitis B)
  • Kesehatan reproduksi (Kelas 4-6)
  • Riwayat imunisasi (Kelas 1)
 

SMP (13-15 Tahun):

  • Status gizi
  • Merokok
  • Tingkat aktivitas fisik
  • Tekanan darah
  • Gula darah (Kelas 7)
  • Tuberkulosis
  • Talasemia
  • Anemia (kelas 7)
  • Telinga
  • Mata
  • Gigi
  • Jiwa
  • Hati (Hepatitis B dan C)
  • Kesehatan reproduksi
  • Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri)
 

SMA (16-17 Tahun): 

  • Status gizi
  • Merokok
  • Tingkat aktivitas fisik
  • Tekanan darah
  • Gula darah
  • Tuberkulosis
  • Talasemia
  • Anemia remaja putri (kelas 10)
  • Telinga
  • Mata
  • Gigi
  • Jiwa
  • Hati (Hepatitis B)
  • Kesehatan reproduksi

Untuk sekolah yang belum sempat dikunjungi tim pemeriksa hingga akhir 2025, siswa tetap bisa mengikuti pemeriksaan langsung ke puskesmas. Mekanisme fleksibel ini disiapkan untuk memastikan tidak ada siswa yang terlewatkan dalam proses memantau kesehatan generasi mendatang sejak dini.

SEBELUMNYA

Chen EXO Nyanyikan Lagu Everytime di KOSTCON 2025 dan Siap Rilis Album Baru

BERIKUTNYA

Kasus Meningkat, Radang Usus Butuh Penanganan Serius

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga