Hari Asteroid Sedunia (Sumber Foto: Freepik/kjpargeter)

Fakta Menarik dan Sejarah Hari Asteroid Sedunia yang Diperingati Setiap 30 Juni

30 June 2025   |   10:15 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Hari Asteroid Sedunia diperingati setiap 30 Juni. Momen ini bertujuan untuk mengedukasi tentang asteroid dan perannya dalam pembentukan tata surya, sekaligus meningkatkan kesadaran akan bahaya potensi terjadinya tabrakan asteroid dengan Bumi.

Mengutip laman Asteroid Day, tanggal 30 Juni dipilih untuk mengenang peristiwa ledakan besar di Tunguska, Siberia. Pada 30 Juni 1908, sekitar pukul 07:14 pagi, sebuah benda luar angkasa yang kemungkinan asteroid atau komet meledak di udara pada ketinggian sekitar 5-10 km di atas Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia. 

Asteroid tersebut diperkirakan memiliki diameter 50-60 meter atau dalam studi terbaru 200 meter dan masuk dengan kecepatan sekitar Mach 80 (27 km/detik). Ledakan di udara menghasilkan energi setara 3-15 megaton TNT, cukup untuk meratakan hutan seluas sekitar 2.150 km² atau 830 mil persegi atau lebih luas dari kota London. 

Ledakan asteroid tersebut dianggap sebagai peristiwa tumbukan (impact event) terbesar dalam sejarah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi di wilayah terpencil, peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko asteroid yang mengancam kehidupan di Bumi. 

Baca juga: 5 Asteroid yang Bikin Takut Ilmuwan, Salah Satunya Diprediksi Hantam Bumi pada 2024 

Inisiatif peringatan Hari Asteroid Sedunia pertama kali dicetuskan pada 2014. Mereka adalah Brian May, astrofisikawan yang dikenal sebagai gitaris band Queen, Rusty Schweickart astronot Apollo 9, sutradara Grig Richters, dan Danica Remy Presiden Yayasan B612.

Mereka menggagas deklarasi yang disebut “100X Declaration” untuk menyerukan peningkatan skala pencarian asteroid hingga seratus kali lipat dibanding sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mendeteksi sebanyak mungkin asteroid dekat Bumi (near-Earth objects/NEO) demi mencegah bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. 

Kini, petisi ini, Deklarasi 100x, telah ditandatangani oleh ratusan tokoh terkemuka di seluruh dunia, termasuk para pemimpin di bidang sains, teknologi, dan bisnis, serta lebih dari 125 astronot. 

Pada 2016, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menetapkan 30 Juni sebagai International Asteroid Day melalui resolusi A/RES/71/90. Keputusan ini muncul atas inisiatif dari Asosiasi Penjelajah Luar Angkasa (Association of Space Explorers/ASE).

Peringatan Hari Asteroid dirayakan di seluruh dunia setiap tahun, sekitar tanggal 30 Juni. Acara ini sebagian besar diselenggarakan secara independen oleh museum, badan antariksa, universitas, klub, dan pendidik untuk umum dan sebagian besar tidak dipungut biaya. 

Beberapa kegiatannya terdiri dari acara edukatif seperti webinar, kuliah umum, pertunjukan planetarium, dan livestream analisis astronom dari organisasi NASA, ESA, dan lembaga lainnya yang diselenggarakan secara daring dan di berbagai kampus dan museum. 

Salah satu pusat perayaan globalnya diadakan di Luxembourg, yang dikenal aktif dalam mendukung penelitian dan kebijakan luar angkasa. Kegiatan ini juga melibatkan institusi besar seperti NASA, ESA, dan berbagai lembaga riset di berbagai negara. 

Baca juga: Mengenal Misi Pesawat DART NASA yang Tabrak Asteroid Besar

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Island Hopping Sehari di Labuan Bajo: Pulau Padar hingga Pink Beach

BERIKUTNYA

Trailer Lyora: Penantian Buah Hati, Perjuangan Pasangan Karier untuk Memiliki Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga