Panorama Gunung Rinjani. (Sumber gambar: Danny Schleicher/Unsplash)

Mau Mendaki Gunung? Kenali Risiko & Cara Mencegahnya

27 June 2025   |   20:50 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Upaya evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang jatuh di Gunung Rinjani menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Dia akhirnya ditemukan meninggal dunia di kedalaman sekitar 600 meter, setelah berhasil dievakuasi pada Rabu (25/6/2025).

Tidak dipungkiri, Gunung Rinjani yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbilang memiliki jalur pendakian yang ekstrem dan melelahkan. Kendati demikian, sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia dengan ketinggian 3.762 mdpl, banyak pendaki yang menjadikan Gunung Rinjani sebagai salah satu tujuan yang ingin ditaklukkan mengingat panorama yang disajikan begitu mempesona.

Baca juga: Kronologi 20 Pendaki Gunung Merapi Diamankan Akibat Mendaki Ilegal

Kendati demikian, dalam melakukan pendakian, para pegiat alam sebaiknya mengetahui risiko yang akan dihadapi. Terutama risiko jatuh, tergelincir, hingga salah pijakan. “Bisa bikin kaki keseleo, terkilir, engkel, kram,” ujar Mustofa, pendaki yang sempat menjamah Gunung Rinjani, kepada Hypeabis.id, Jumat (27/6/2025).

Untuk mengantisipasi risiko ini, penting melakukan persiapan fisik sebelum pendakian. Dia juga menyarankan untuk fokus memilih pijakan atau jalur selama pendakian dan memakai sepatu yang memang khusus untuk pendakian.

Masalah lain yang bisa dihadapi para pendaki yaitu terjadinya juga hipotermia, kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius, jauh di bawah suhu normal. Mustofa mengatakan dia sempat menolong seseorang yang mengalami hipotermia di jalur pendakian hingga harus memberikan survival blanket yang dia bawa.

Dia menegaskan pendaki wajib membawa survival blanket yang memiliki lapisan untuk menjaga tubuh tetap hangat. Perlengkapan darurat lainnya juga harus masuk ke tas seperti perlengkapan P3K, headlamp atau senter, dan peluit untuk berjaga-jaga jikalau terpisah dari rombongan, tersesat, hingga jatuh selama pendakian. 

Packing selama pendakian juga harus diperhatikan. Mustofa mengimbau agar memisahkan pakaian yang akan dipakai di tenda dengan yang dipakai di jalur. Bila musim hujan, wajib memakai raincoat dan pastiin baju di dalem tas tidak basah karena kehujanan. “Jadi bisa ganti baju kering kalau sudah sampai tempat camp,” jelasnya.

Mustofa mendambahkan agar para pendaki tidak memaksakan pendakian dengan tidak memperdulikan cuaca. Pasalnya risiko besar seperti badai, pohon tumbang, atau longsor bisa saja menghampiri. 

Selalu pakai jalur resmi, kecuali memang sedang mengikuti ekspedisi yang berizin. Pendakian di jalur tidak resmi berisiko tersesat, apalagi jika tidak punya pengalaman mendaki. “Bisa juga risiko kecelakaan besar karena jalurnya mungkin berbahaya,” tuturnya.

Satu lagi yang penting menurut Mustofa yakni sebaiknya tidak mendaki sendirian tanpa izin dan tanpa pengalaman. Sebab, jika terjadi sesuatu saat pendakian, tidak ada yang bisa memberikan pertolongan pertama atau mengabari orang basecamp.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
 

SEBELUMNYA

Penyebab Masyarakat Indonesia Sering Jadi Korban Love Scamming

BERIKUTNYA

Kamila Andini Gabung Academy Awards Wakili Perspektif Asia ke Panggung Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga