Gambaran International Healthcare Week (IHW). (Sumber gambar: IHW)

International Healthcare Week 2025 Dorong Inovasi & Ekonomi Sektor Kesehatan

24 June 2025   |   17:08 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

International Healthcare Week (IHW)  2025 siap digelar. Berlangsung pada16-18 Juli di Pusat Pameran dan Perdagangan Internasional Malaysia (MITEC), Kuala Lumpur, acara ini menjadi platform yang mempercepat inovasi, mendorong kolaborasi regional, dan pertumbuhan ekonomi di seluruh sektor layanan kesehatan.

Diselenggarakan Informa Markets, IHW 2025 melibatkan lebih dari 900 peserta pameran baik dari lokal, regional, hingga internasional. Akan ada lebih dari 15.000 produk dan layanan kesehatan yang dihadirkan. 

Baca juga: Inovasi Teknologi sampai Layanan Berkelanjutan Jadi Kunci Utama Kesehatan Ibu dan Anak

Sementara itu, diperkirakan 21.000 profesional dari sekitar 50 negara siap hadir pada perhelatan yang menawarkan peluang untuk membangun jaringan, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan bisnis layanan kesehatan. 

IHW tahun ini memadukan lima pameran dagang internasional pada satu atap. Pameran ini mencakup seluruh rantai nilai layanan kesehatan dan meningkatkan peluang untuk belajar, berkolaborasi, berinvestasi, serta memamerkan inovasi di seluruh sektor layanan kesehatan.

Rungphech (Rose) Chitanuwat, Direktur Portofolio Regional – ASEAN di Informa Markets, menjelaskan bahwa setiap pameran dilengkapi dengan konferensi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan spesifik industri masing-masing. Pertama ada, CPHI South East Asia yang mencakup seluruh rantai pasokan produksi farmasi.

Kedua, WHX Kuala Lumpur (sebelumnya Asia Health), yang berfokus pada perangkat medis, layanan rumah sakit, dan sistem layanan kesehatan. Ketiga, WHX Labs Kuala Lumpur (sebelumnya Medlab Asia) yang merupakan acara laboratorium medis terkemuka di kawasan ini.
 

Gambaran International Healthcare Week (IHW). (Sumber gambar: IHW)

Gambaran International Healthcare Week (IHW). (Sumber gambar: IHW)

Keempat, Medtec Southeast Asia yang mengkhususkan diri dalam desain dan manufaktur perangkat dan teknologi medis. Kelima, Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS), konferensi global yang membahas kesehatan digital, termasuk: kecerdasan buatan, inovasi data, transformasi tenaga kerja, dan pemberian layanan kesehatan yang adil.

“Peserta IHW 2025 akan memiliki keuntungan unik untuk mengeksplorasi berbagai sektor layanan kesehatan dan menghadiri 125 sesi konferensi yang disesuaikan dengan berbagai domain layanan kesehatan, semuanya dalam satu tempat,” sebut Rungphech.

Dengan format terpadu ini, peserta katanya dapat memaksimalkan waktu dan tenaga seraya memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang tren pasar terbaru, teknologi inovatif, dan solusi mutakhir pada industri kesehatan. 

Adapun pemilihan Malaysia sebagai tuan rumah IHW 2025 pada tahun ini lantaran negara tersebut terbilang memimpin perkembangan layanan kesehatan di kawasan. Malaysia mampu memperkuat ekspansi pasar layanan kesehatan, sektor pariwisata medis yang berkembang pesat, lokasi regional yang strategis, inisiatif pemerintah yang mendukung, dan kemajuan berkelanjutan dalam infrastruktur layanan kesehatan.

“Acara ini akan semakin memperkuat status Malaysia sebagai pusat layanan kesehatan utama di ASEAN dan berfungsi sebagai pintu gerbang untuk kolaborasi layanan kesehatan global,” tegas Rungphech.

Sebagai Ketua ASEAN pada 2025, Malaysia katanya memainkan peran penting dalam mempromosikan kerja sama perawatan kesehatan regional, mengatasi tantangan penting seperti ketahanan rantai pasokan, adopsi kesehatan digital, dan pembiayaan kesehatan berkelanjutan melalui platform seperti KTT Kesehatan UE-ASEAN. Posisi ini juga tidak lepas dari peran Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), lembaga promosi perdagangan nasional Malaysia.

Baca juga: Kenali Bahaya Doomscrolling Untuk Kesehatan Mental dan Cara Menghentikannya

Selaras dengan tujuan strategis negara-negara di ASEAN, IHW 2025 ingin memperkuat sistem perawatan kesehatan, meningkatkan hasil kesehatan, dan mempromosikan akses yang adil di seluruh negara anggota. Acara ini berfungsi sebagai platform penting untuk membina jaringan dan kemitraan yang penting untuk memajukan kolaborasi lintas batas, harmonisasi kebijakan, dan peningkatan investasi dalam infrastruktur dan layanan perawatan kesehatan. 

Rungphech menyebut lingkungan kolaboratif ini mendukung inisiatif regional utama termasuk integrasi kesehatan digital, memerangi penyakit tidak menular, dan prioritas kesiapsiagaan pandemi yang ditegaskan oleh tantangan kesehatan masyarakat terkini di Asia Tenggara.

SEBELUMNYA

Cara Bikin Strava Fridge, Tren Memamerkan Statistik Olahraga dengan Gaya Kekinian

BERIKUTNYA

Baby DONT Cry, Girl Group K-Pop Baru Asuhan Label Psy Debut Lewat Single F Girl

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga