Pengunjung melihat contoh rumah subsidi 14 meter persegi (M2) di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (16/6/2025). (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Rumah Subsidi 18 Meter Wajib Punya Ventilasi & Pencahayaan Cukup

24 June 2025   |   16:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Usulan batas minimal luas bangunan rumah bersubsidi dari 21 meter persegi menjadi 18 meter persegi menimbulkan polemik di tengah masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Selain semakin terbatasya ruang gerak, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan risiko kesehatan yang ditimbulkan. 

Menurut Spesialis Paru dan Pernapasan dari Eka Hospital Permata Hijau, dr. Atmasari Pratiwi, luas rumah sejatinya tidak berpengaruh pada kesehatan paru. Namun dengan catatan, ventilasi dan pencahayaan di rumah tersebut terbilang cukup.

Dia mengaskan, ventilasi yang kurang dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Pasalnya, kondisi rumah bisa menjadi lembap. “Sehingga mudah timbul seperti keluhan saluran pernapasan baik ringan sampai berat,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Baca juga: IAI Kritik Rencana Rumah Subsidi 18 m²: Bukan Hunian, Hanya Tempat Bertahan Hidup

Atmasari juga mengingatkan, selain ventilasi dan pencahayaan cukup, sebaiknya hindari penggunaan atap asbes. Ya, paparan asbes dalam jangka panjang bisa menimbulkan kanker paru hingga asbestosis, penyakit pernapasan kronis.

Disarankan pula agar penghuni yang tinggal di rumah dengan luas sempit untuk berolahraga secara teratur, makan bergizi, tidak merokok, dan menerapkan pola hidup sehat. Olahraga bisa dilakukan di luar rumah. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah lama merilis ciri-ciri rumah sehat. Selain ventilasi udara yang baik, rumah sehat harus memiliki kualitas udara yang baik. Kualitas udara ini diukur mulai dari suhu udara nyaman di rentang 18 hingga 30 derajat Celcius. 

Kemudian, pertukaran udara di rumah setidaknya 5 kaki kubik per menit per penghuni. Kelembapan udara juga pada kisaran 40-70%. Untu konsentrasi gas CO (karbon monoksida) sebaiknya tidak lebih dari 100 ppm per 8 jam dn pemusatan gas SO2 (sulfur dioksida) tidak lebih dari 0,10 ppm per 24 jam. 

Disebutkan pula rumah yang sehat  harus mendapatkan pencahayaan secara alami dan buatan. Minimal intensitasnya adalah 60 lux.

Rumah yang sehat juga tidak boleh padat penghuni, terutama pada kamar tidur. Aturan Kemenkes Republik terkait kepadatan penghuni kamar tidur adalah kamar berukuran 8 m2 tidak boleh dihuni oleh lebih dari 2 orang, kecuali dengan tambahan 1 anak berusia di bawah usia 5 tahun. 

Dengan skema ini, penghuni bisa beristirahat dengan tenang dan memiliki ruang gerak yang nyaman berhubung kamar tidur juga diisi dengan aneka furnitur. Mengutip Dekoruma, standar kepadatan penghuni kamar tidur rumah sehat tadi juga dibuat dengan pertimbangan supaya sirkulasi udara dapat berjalan lancar.

Dari sisi penataan ruang, area dapur disarankan wajib memiliki saluran pembuangan asap. Baik itu menggunakan cooker hood, jendela, atau pintu di dekat kompor.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meluncurkan konsep mock up rumah subsidi minimalis yang diklaim cocok dibangun di wilayah perkotaan. Konsep mock up rumah subsidi itu dibuat oleh Lippo Group dan bisa dilihat publik di Lobby Nobu Bank Plaza Semanggi, Jakarta. 
 
Baca juga: Arsitek Nilai Desain Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Berisiko bagi Kesehatan dan Tak Layak Huni

Ada dua tipe rumah yang ditampilkan yakni Tipe 1 Kamar Tidur (Bedroom) dengan luas bangunan 14 meter persegi dan luas tanah 25 meter persegi (2,6 x 9,6 meter). Untuk pilihan yang lebih luas, yakni Tipe 2 Kamar Tidur (Bedrooms) dengan luas bangunan 23,4 meter persegi dan luas tanah 26,3 meter persegi (2,6 x 10,1 meter).

Desainnya hampir serupa, hanya saja untuk tipe 2 kamar tidur, terdapat mezanin yang terletak di atas ruang kamar tidur utama. Adapun ruang tamu pada kedua tipe rumah, didesain fungsional karena menyatu dengan ruang cuci, dapur, dan tempat bersantai untuk menonton televisi. 

SEBELUMNYA

Gerakan A Doll Like Me dari Amy Jandrisevits, Kisah Boneka yang Mewakili Anak-anak Disabilitas

BERIKUTNYA

Riot Games x  Yuki Chiba Bawa Anthem Baru VCT Pacific Bertajuk Shinpai Muyou

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: