Seorang anak disabilitas dengan boneka yang mirip dengannya (Source: A Doll Like Me)

Gerakan A Doll Like Me dari Amy Jandrisevits, Kisah Boneka yang Mewakili Anak-anak Disabilitas

25 June 2025   |   14:51 WIB
Image
Radityo Adi Wimanto Mahasiswa Unika Atma Jaya

Di balik wajah polos anak-anak dengan kondisi berkebutuhan khusus, ada cerita yang tak kalah spesial tentang keberanian, penerimaan, dan cinta tanpa syarat. Dari semua bentuk dukungan yang hadir untuk mereka, siapa sangka sebuah boneka bisa menjadi simbol representasi yang penting.

Adalah Amy Jandrisevits, seorang mantan pekerja sosial onkologi pediatrik yang kini menjadi penggerak di balik gerakan bernama A Doll Like Me. Lewat tangannya, dia merancang boneka-boneka khusus yang dibuat menyerupai anak-anak dengan disabilitas, kondisi medis tertentu, atau penampilan yang berbeda dari standar umum.

Setiap boneka yang dibuat bukan sekadar mainan, tapi jadi cerminan wajah penerimanya. Mulai dari anak dengan kaki yang diamputasi, anak dengan tanda lahir besar, hingga yang kehilangan rambut karena kemoterapi. 

Baca juga: Profil Wang Ning, Crazy Rich Pendiri Pop Mart yang Viral Berkat Boneka Labubu

Awal mula kisahnya sederhana, tapi bermakna. Saat masih bekerja sebagai pekerja sosial di bidang onkologi anak, Amy kerap menggunakan boneka dalam terapi bermain untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi mereka.

Namun seiring waktu, dia menyadari bahwa boneka-boneka yang ada di pasaran tidak mewakili fisik anak-anak yang sedang didampinginya. Boneka-boneka itu terlalu "sempurna" dengan potongan rambut lebat, tubuh proporsional, tak ada bekas luka, cacat, atau perbedaan apa pun. 

Momen titik balik datang saat seorang ibu menghubunginya dan meminta dibuatkan boneka untuk anaknya yang baru saja diamputasi. Permintaan itu membukakan matanya bahwa selama ini anak-anak dengan kondisi khusus tidak pernah melihat diri mereka dalam bentuk mainan.

Jandrisevits membuat boneka itu dan mengunggah hasilnya ke media sosial. Responsnya luar biasa. Dalam waktu dua bulan, dia menerima lebih dari 200 pesanan khusus hanya untuk boneka dengan perbedaan anggota tubuh. 
 

Sejak itu, A Doll Like Me resmi berdiri sebagai organisasi nirlaba. Lewat inisiatif ini, Jandrisevits telah membuat ratusan boneka secara personal dan memberikannya secara gratis kepada keluarga-keluarga di seluruh dunia. Semua ini bisa dia lakukan berkat dukungan donasi dan kampanye publik, termasuk melalui platform GoFundMe.

"Sulit sekali meyakinkan anak bahwa mereka indah sebagaimana adanya, kalau mereka tak pernah melihat versi diri mereka di dunia luar," kata Amy. 

Itulah yang menjadi semangat dari misinya untuk menciptakan dunia di mana semua anak, termasuk mereka yang kerap dianggap berbeda, merasa bahwa mereka juga layak untuk dilihat dan dirayakan.

Tak sedikit orang tua yang berbagi cerita bagaimana boneka karya Amy mampu memberikan kepercayaan diri baru bagi anak-anak mereka. Ada yang akhirnya mau kembali ke sekolah tanpa takut ditatap aneh. Ada pula yang bisa membuka diri dalam sesi terapi karena merasa ditemani oleh boneka yang terlihat seperti dirinya.

Apa yang dibawa Amy Jandrisevits bukan hanya soal boneka, tapi tentang harapan, empati, dan keajaiban kecil yang membentuk masa depan anak-anak dengan cinta yang utuh. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, dia mengingatkan publik bahwa tindakan kecil penuh perhatian bisa menciptakan dampak yang sangat besar. 

Baca juga: Mengenal Wayang Potehi, Pertunjukan Tradisional Boneka Kain Khas Tionghoa

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Eksklusif Founder Visinema Angga Dwimas Sasongko: Mimpi Jadi Game Changer

BERIKUTNYA

Rumah Subsidi 18 Meter Wajib Punya Ventilasi & Pencahayaan Cukup

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: