ilustrasi kelelawar (sumber gambar : HitchHike/pexels)

Wasapadai Hewan-Hewan Pembawa Penyakit Zoonosis

24 June 2025   |   13:54 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Zoonosis, penyakit yang menular dari hewan ke manusia, bukanlah ancaman baru tetapi kini kian menjadi sorotan seiring meningkatnya interaksi manusia dengan hewan baik peliharaan, ternak, maupun satwa liar. Kewasapadaan atas risiko zoonosis pun kian meningkat setelah dunia dilanda pandemi Covid-19.

Ni Luh Putu Ika Mayasari, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University mengatakan, sejumlah kasus zoonosis masih sering terjadi di Indoensia seperti rabies dan flu burung yang disebabkan oleh virus. Penyakit antraks, salmonellosis, brucellosis, dan Bovine Tubercullosis yang disebabkan bakteri serta toksoplasmosis yang disebabkan oleh protozoa.

Baca juga: Mengenal Virus Hanta, Penyakit Zoonosis yang Ditularkan dari Hewan Pengerat

Mekanisme penularan zoonosis dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. “Penularan langsung dapat terjadi bila manusia berkontak langsung dengan hewan yang sakit atau terinfeksi,” ujarnya.

Banyak jenis hewan telah diketahui membawa agen penyakit yang bisa menular ke manusia. Kelelawar, misalnya, menjadi reservoir berbagai virus berbahaya seperti Nipah dan coronavirus. Anjing dikenal sebagai pembawa utama virus rabies yang dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitannya.

Unggas seperti ayam dan bebek menjadi vektor flu burung, dan tikus dapat menyebarkan penyakit seperti leptospirosis. Bahkan hewan ternak seperti sapi pun bisa membawa virus.

Namun, tidak semua hewan memiliki peran yang sama. Menurutnya, peran hewan dalam penyebaran zoonosis sangat tergantung pada spesies dan lingkungannya. “Tidak semua hewan memiliki potensi yang sama dalam menyebarkan penyakit zoonosis,” tuturnya.

Beberapa jenis hewan sudah terbukti menjadi pembawa, seperti kelelawar, anjing, unggas, dan hewan pengerat tapi masih banyak spesies lain yang perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan perannya.

Perubahan lingkungan seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan urbanisasi membuat batas antara habitat hewan dan manusia semakin kabur. Dalam beberapa kasus, hewan liar kehilangan tempat tinggal dan berpindah ke wilayah yang lebih dekat dengan manusia.

Di sisi lain, manusia pun semakin sering memasuki kawasan hutan atau daerah alami lainnya sehingga meningkatkan peluang terjadinya kontak langsung atau tidak langsung.

“Peningkatan interaksi antara manusia dan hewan, khususnya satwa liar, bisa memperbesar peluang terjadinya penularan penyakit. Misalnya ketika hewan kehilangan habitat dan masuk ke wilayah pemukiman, atau manusia masuk ke area hutan tempat hewan liar hidup,” ujar Ni Luh.

Menghadapi ancaman ini, pencegahan menjadi kunci. Salah satu langkah penting adalah melakukan surveilans rutin terhadap hewan, baik peliharaan, ternak, maupun satwa liar, untuk mendeteksi keberadaan agen penyakit secara dini.
Pendekatan ini juga bisa dilakukan dengan mendeteksi antibodi di hewan sebagai indikator adanya infeksi sebelumnya.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga memegang peranan krusial. Masyarakat perlu mengetahui jenis-jenis penyakit zoonosis, bagaimana penularannya, serta apa yang harus dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

Baca juga: Awas, Zoonosis Kini Jadi Biang Keladi Penyakit Infeksi Utama

Di IPB University sendiri, upaya ini telah dilakukan melalui Global Health Agromaritim – One Health Collaborating Center (GHA-OHCC). Pusat kolaborasi ini menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung.

Hewan pembawa zoonosis tidak hanya berada di hutan atau daerah pedalaman, tetapi bisa juga hadir di lingkungan kita sehari-hari. Maka, mengenali hewan-hewan yang berpotensi menyebarkan penyakit serta memahami cara pencegahannya adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya wabah berikutnya.
 

SEBELUMNYA

Review Film Ejen Ali the Movie 2: Misi Satria, Ketika Teknologi AI Diuji Kekuatan Hati Manusia

BERIKUTNYA

Oklahoma City Thunder Kunci Gelar NBA 2025 Usai Kalahkan Pacers

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga