Nicholas Saputra (Sumber Foto: Instagram/rizmanruzaini)

Nicholas Saputra Ungkap Strategi Mengelola Keuangan dan Berbisnis

22 June 2025   |   18:49 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Aktor dan produser film, Nicholas Saputra secara terbuka membagikan prinsip-prinsip mengatur keuangan yang dipegangnya sejak awal merintis karier di dunia hiburan. Tanpa penghasilan tetap seperti pegawai kantoran, dia mengandalkan strategi konservatif dan pola pikir jangka panjang untuk hidup tenang dan terhindar dari kebangkrutan.

Nicholas menyadari bahwa profesinya sebagai aktor tidak menjanjikan pemasukan yang stabil. Pendapatan bisa tinggi di satu bulan dan nihil di bulan-bulan berikutnya. Karena itu, sejak awal berkarier, dia mulai menciptakan sistem keuangan yang dapat menopang kehidupannya secara berkelanjutan.

Baca juga: 6 Jurus Atur Keuangan Keluarga Anti Boncos saat Momen Liburan Sekolah

"Saya enggak dapat gaji bulanan dan enggak ada suatu pendapatan yang bisa diandalkan setiap bulannya. Jadi saya harus menggaji diri saya bulanan, dari mana gaji tersebut? ya dari pengelolaan keuangan yang baik,” ujar Nicholas dalam acara Inspirational Talk bertajuk “ARCHITECTURE OF WEALTH” .

Aktor yang populer lewat film Ada Apa dengan Cinta ini mengaku beruntung mendapatkan bimbingan mengenai pengelolaan uang sejak remaja, tepatnya sejak duduk di bangku kelas dua SMA, ketika dia mulai berakting di layar lebar. Menurutnya, sang ayah adalah sosok pertama yang mengajarkan pentingnya mengelola keuangan.

“Setidaknya saya memahami prinsip dasar seperti diversifikasi, dana darurat, karena ayah saya menyadari saya sudah masuk dunia kerja,” ujarnya.

Nicholas membatasi pengeluaran hanya sekitar seperlima dari penghasilannya. Sisanya dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, dan berbagai investasi yang dia sebut sebagai passive income. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan sejak usia muda ketika beban hidupnya belum terlalu berat.

"Saya hanya spending 20-25 persen dari income saya. Sisanya masuk ke alokasi-alokasi seperti dana darurat, investasi, passive income, dan lain-lain," kata dia.

Nicholas mengakui bahwa seiring bertambahnya usia, kebutuhan hidup pun akan meningkat, sehingga penting untuk menekan gaya hidup konsumtif. Dia berpesan untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, terutama dengan selalu melihat segala sesuatunya dalam perspektif jangka panjang.

Alih-alih menghamburkan uang untuk kemewahan, dia justru menghindari pengeluaran impulsif. Baginya, kemewahan sejati adalah bisa menikmati waktu luang tanpa harus khawatir soal uang. Travelling bisa jadi bentuk self-reward, namun segala sesuatunya tetap harus direncanakan.

"Puncak kemewahan itu ketika kita enggak perlu mikir kapan kita harus travelling dan harus siap duitnya," kata dia.
 

Pernah Gagal Bisnis, Kini Kelola Lima Usaha

Meski dikenal bijak dalam mengatur keuangan, Nicholas mengakui dirinya juga pernah mengalami kerugian, baik dari investasi maupun bisnis. Namun, dia meminimalkan risiko dengan prinsip konservatif. Bahkan ketika terjun ke berbagai usaha, Nicholas tetap selektif dan realistis dengan kapasitas pribadinya.

“Dalam berinvestasi saya cukup konservatif, artinya investasi dengan risiko yang sangat kecil. Saya sangat menjaga itu, karena dari investasi itu saya harus bisa menggaji diri saya sendiri setiap bulan,” ucapnya.

Nicholas pernah gagal dalam bisnis kuliner (F&B), namun kini dia kembali bangkit dengan unit usaha yang cukup berhasil di Bali. Ia kini mengelola lima bisnis berbeda di luar dunia film, mulai dari production house, pariwisata, hingga akomodasi.

“Saya ingin memberikan nyawa saya ke dalam bisnis tersebut, bukan hanya sekadar invest,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Nicholas berpesan kepada generasi muda untuk mulai belajar mengatur keuangan sejak dini. Dia menyarankan untuk menggunakan uang sesuai kebutuhan dan jangan mudah tergoda oleh gaya hidup.

“Saya bilang, mumpung masih muda dan pengeluaran belum banyak, save up. Karena nanti, semakin berumur, pengeluaran dan kebutuhan akan makin banyak, entah untuk kesehatan atau kenyamanan hidup,” pungkasnya.

Baca juga:  4 Strategi Atur Keuangan Agar Tetap Aman saat Resesi Menurut Pakar

SEBELUMNYA

5 Ide Kegiatan Seru Bersama Keluarga di Momen Liburan Sekolah

BERIKUTNYA

Menilik Destinasi Wisata Urban Farming Budidaya Anggur di Kampung Munjul, Jakarta Timur

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga