6 Jurus Atur Keuangan Keluarga Anti Boncos saat Momen Liburan Sekolah
22 June 2025 |
07:48 WIB
Libur sekolah merupakan momen yang selalu dinanti karena menjadi kesempatan bagi keluarga untuk liburan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Namun, di balik euforianya, momen ini kerap menguras kantong karena berbagai pengeluaran mulai dari transportasi hingga aktivitas rekreasi, yang seringkali luput dari perencanaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, mobilitas tinggi selama periode libur keagamaan dan libur sekolah merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
Sepanjang kuartal pertama tahun 2025, pengeluaran konsumsi rumah tangga mencatatkan pertumbuhan year-on-year sebesar 4,89 persen mencapai Rp3.089,5 triliun, atau setara dengan 54,53 persen produk domestik bruto (PDB) nasional.
Baca juga: 3 Rekomendasi Hotel Staycation Seru untuk Liburan Keluarga
Baca juga: 3 Rekomendasi Hotel Staycation Seru untuk Liburan Keluarga
Sebagai komponen terbesar dalam struktur PDB Indonesia, konsumsi rumah tangga mencerminkan daya beli dan perilaku belanja masyarakat yang sering kali melonjak di masa liburan.
Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, mengatajan jika tidak dibarengi perencanaan yang matang, lonjakan pengeluaran pada momen libur sekolah dapat berpotensi menekan arus kas keluarga. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk tetap disiplin dalam mengatur pengeluaran agar momen liburan tetap menyenangkan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.
Dia pun memberikan beberapa kiat sederhana namun efektif yang dapat membantu keluarga menjaga kondisi keuangan tetap sehat saat menyambut musim liburan sekolah kali ini, seperti berikut.
1. Siapkan anggaran liburan sejak awal
Jika memungkinkan, buatlah pos keuangan khusus untuk liburan sejak jauh hari. Sisihkan sebagian penghasilan secara rutin dalam bentuk tabungan atau pos khusus liburan. Dengan begitu, liburan terasa lebih ringan sehingga tidak perlu mengganggu dana darurat atau tabungan jangka panjang.
Sebaliknya, jangan menyiapkan dana untuk liburan secara mepet dan pastikan tidak mengambil dari dana darurat atau pos kebutuhan lain. Sisihkan anggaran dari uang bulanan secara rutin agar liburan terasa lebih ringan tanpa beban keuangan.
2. Susun bujet liburan yang realistis
Supaya arus kas tetap terjaga, buat lah perencanaan anggaran yang realistis. Buat check list biaya wajib seperti tiket, hotel, makan, dan transportasi lokal, hingga alokasi biaya untuk pengeluaran tak terduga seperti oleh-oleh atau hiburan. Gunakan aplikasi catatan atau spreadsheet bersama pasangan agar semua pengeluaran tercatat transparan.
Tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan gaya liburan yang mewah. Sebaiknya pilih destinasi dan aktivitas ramah di kantong sesuai dengan kemampuan, tapi tetap berkesan. Kesampingkan gengsi, dan utamakan untuk menikmati momen bersama keluarga.
3. Manfaatkan promo dan diskon
Berbagai promo dan diskon yang ditawarkan dalam momen libur sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk menghemat bujet liburan. Mulai dari tiket pesawat, hotel hingga paket wisata, yang biasanya dihadirkan oleh agen perjalanan atau online travel agent (OTA) seperti Traveloka, Tiket.com dan sebagainya.
Namun, pastikan pengeluaran untuk berlibur tetap sesuai dengan rencana anggaran dan kebutuhan. "Belanja impulsif justru bisa mengganggu stabilitas keuangan pasca liburan," kata Jonathan.
4. Gunakan layanan keuangan dengan bijak
Jika ingin menggunakan metode pinjaman atau cicilan, pastikan skema pembayaran tersebut sesuai dengan kemampuan finansial dan sudah masuk dalam perencanaan anggaran rumah tangga setelah periode liburan.
Jonathan menyampaikan pastikan cicilan bulanannya kurang dari 30 persen dari penghasilan agar tidak memberatkan di bulan-bulan berikutnya. Selain itu, penting untuk memilih platform keuangan berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyediakan simulasi angsuran transparan dan fitur payment reminder, agar pembayaran tetap lancar.
“Memilih platform pinjaman yang terdaftar dan berizin OJK merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan finansial para pengguna, terutama saat masa berlibur yang rawan akan pengeluaran tak terduga," ujarnya.
5. Ajak anak berlajar kelola uang
Liburan juga bisa menjadi momen anak untuk belajar mengelola keuangan. Libatkan anak dalam membuat rencana keuangan liburan, mulai dari menentukan anggaran makan hingga belanja oleh-oleh. Hal ini juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengajarkan literasi finansial sejak dini pada si kecil.
"Penting untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam pengelolaan keuangan selama liburan. Ini dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Anak pun belajar bahwa liburan seru bisa tetap selaras dengan kebiasaan finansial sehat," kata Jonathan.
6. Waspada pengeluaran tambahan & penipuan
Godaan jajan dan belanja saat liburan memang besar. Namun, sebisa mungkin jangan mudah tergoda dan tetapkan batas pengeluaran harian agar kalian tetap sesuai dengan rencana anggaran liburan awal.
Selain itu, musim liburan juga kerap kali menjadi celah bagi para pelaku penipuan untuk beraksi, seperti lewat penawaran palsu agen wisata secara daring, manipulasi kontak hotel atau destinasi wisata berbayar, hingga peretasan data pribadi lewat Wi-Fi publik juga tempat pengisian daya USB di lokasi wisata.
Jonathan menyampaikan untuk menghindari modus-modus penipuan tersebut, pastikan pemesanan hotel, tiket, dan layanan lain hanya melalui situs resmi, tidak membagikan data pribadi atau OTP ke pihak tidak berkepentingan, menghindari penggunaan akses Wi-Fi dan USB charger publik, serta selalu memverifikasi nomor rekening tujuan sebelum melakukan pembayaran.
"Perencanaan yang matang, pengendalian pengeluaran, serta pemanfaatan layanan keuangan secara bertanggung jawab akan menjadi kunci utama dalam menjaga arus kas keluarga tetap sehat selama musim liburan dan setelahnya," ucapnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.