Still photo film Gowok (Sumber gambar: MVP Pictures)

Film Gowok: Kamasutra Jawa Garapan Hanung Bramantyo Tembus Festival di Amerika Serikat

17 June 2025   |   14:54 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah mencuri perhatian di International Film Festival Rotterdam (IFFR) awal tahun ini, film Gowok: Kamasutra Jawa kembali mencatatkan pencapaian membanggakan di kancah global. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo tersebut kini bakal ditayangkan di Amerika Serikat.

Film produksi MVP Pictures dan Dapur Films ini berhasil masuk menjadi bagian dari Official Selection di New York Asian Film Festival (NYAFF) 2025. Ini adalah festival film tahunan yang berfokus pada film-film Asia Timur, Asia Tenggara, dan sesekali Asia Selatan yang diadakan di New York City.

Festival ini dikenal sebagai salah satu festival film Asia yang paling penting di Amerika dan merupakan acara yang dinanti-nantikan oleh para pecinta film dan profesional industri. Sebab, merupakan platform penting untuk memamerkan film-film Asia, dari karya-karya baru maupun klasik kepada audiens di New York dan sekitarnya. 

Baca juga: Review film Gowok Kamasutra Jawa: Berguru Kehidupan Kepada Perempuan

Tahun ini, NYAFF digelar pada 11 Juli sampai 27 Juli 2025 di Film at Lincoln Center, LOOK Cinemas W57 dan Korean Cultural Center New York. “Usai berkompetisi di International Film Festival Rotterdam, Gowok Kamasutra Jawa resmi terpilih sebagai Official Selection di New York Asian Film Festival 2025!,” demikian bunyi pengumuman resmi MVP Pictures.

Sementara itu, sutradara Hanung Bramantyo mengaku bangga filmnya bisa diputar di festival besar di Amerika Serikat. Menurutnya, ini adalah satu capaian tersendiri baginya.

Hanung menyebut setiap kali membuat film, hal yang selalu ada di pikirannya ialah bagaimana membuat penonton bisa merasakan kegelisahan di hidupnya yang tertuang melalui sinema. Dia ingin penonton dapat merasakan cinta, bahagia, sampai tragedi melalui film yang dibuatnya. Baginya, reaksi penonton merupakan hal yang membahagiakan juga untuknya.

Namun, dia juga tak menampik, selama ini ada kesan film-filmnya seolah hanya dibuat oleh penonton Indonesia, atau jauh-jauh hanya di rumpun Melayu, seperti Malaysia dan Brunei. 

“Tapi di film Gowok ini, saya memperoleh pengalaman yang saya impikan sejak saya berkarier sebagai filmmaker di Indonesia. Yaitu membuat film dari hati, dapet penonton seenggaknya 500 ribuan, tapi juga dapet perhatian di dunia International lewat Film Festival,” ungkapnya.

Film Gowok bercerita tentang  Ratri (Alika Jantinia), putri dari seorang pekerja seks yang tumbuh tanpa pernah mengenal sosok ayahnya. Sejak kecil, Ratri diasuh oleh Nyai Santi (Lola Amaria), seorang gowok berwibawa dan dihormati di lingkungannya.

Di bawah didikan Nyai Santi, Ratri tumbuh menjadi perempuan cantik dan berbakat. Dia disiapkan untuk mewarisi pengetahuan dan peran sebagai gowok. Akan tetapi, sebelum waktunya, Ratri jatuh hati pada Kamanjaya (Devano Danendra), pemuda dari keluarga bangsawan. Hubungan mereka berujung pada janji pernikahan yang tak pernah ditepati oleh Kamanjaya.

Dua dekade kemudian, Ratri (kini diperankan Raihaanun) kembali berhadapan dengan Kamanjaya (Reza Rahadian), yang kini datang bersama putranya, Bagas (Ali Fikry), untuk berguru pada Nyai Santi.

Tanpa mengetahui latar belakang masa lalu orang tuanya, Bagas jatuh cinta pada Ratri. Kesempatan itu digunakan Ratri untuk merancang balas dendam melalui pesona dan kecerdasannya.

Gowok sendiri merupakan profesi yang pernah populer di Tanah Jawa zaman dahulu. Gowok merupakan seorang wanita yang dipercaya untuk mengajari calon pengantin laki-laki muda yang belum pernah menikah.
 
Gowok memegang peran penting dalam membimbing para pria untuk memahami cara mencintai, menghormati, dan membahagiakan istrinya, sekaligus mengenalkan seluk-beluk tubuh perempuan. 

Baca juga: Film Gowok Bakal Tayang 2 Versi, Ini Alasannya 
 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News).
Editor:

SEBELUMNYA

Alice in Wonderland Karya Indonesia Dance Company Hadir di Jakarta

BERIKUTNYA

Pameran Once Was: Memori yang Bergerak Lewat Boneka dan Arang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga