Nicky Clara, Founder Alunjiva Indonesia.

SheAblepreneur, Kolaborasi Inklusif Perempuan dan Disabilitas di Dunia UMKM

11 June 2025   |   15:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di balik geliat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terdapat potensi besar yang kerap terabaikan yakni peran perempuan, khususnya penyandang disabilitas. Meski menghadapi hambatan berlapis, mereka terus berjuang meniti jalan kemandirian.

Kini, sebuah inisiatif kolaboratif bertajuk SheAblepreneur hadir menjawab tantangan itu, yakni menghubungkan perempuan pelaku usaha dan perempuan disabilitas dalam ekosistem yang inklusif, suportif, dan transformatif.

Baca juga: Beautyfest Asia 2025 Rayakan Self-Love & Kepemimpinan Perempuan

SheAblepreneur sendiri merupakan program kolaboratif dari Alunjiva Indonesia, Komnas Disabilitas RI, dan Unilever Indonesia yang memberdayakan UMKM perempuan serta perempuan disabilitas melalui pelatihan intensif, mentoring, serta program magang lintas kelompok.

Program ini bukan hanya menjawab kebutuhan teknis, tetapi juga menciptakan ekosistem inklusif yang menghubungkan dua kelompok yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

“UMKM perempuan, apalagi yang disabilitas, sering bekerja sendirian. Mereka kekurangan akses ke mentor, jejaring, dan modal. Kami ingin mengubah itu,” ujar Nicky Clara, Founder Alunjiva Indonesia.

Didirikan pada tahun 2020 sebagai bagian dari ekosistem Setara Berdaya, Alunjiva lahir dari pengalaman personal Nicky sebagai perempuan disabilitas fisik. Ia ingin menciptakan ruang yang memungkinkan perempuan dan penyandang disabilitas untuk berani bermimpi dan mewujudkannya.

“Kadang perempuan dan penyandang disabilitas bahkan tidak berani bermimpi. Kami ingin menghadirkan ruang di mana mereka merasa diizinkan untuk bermimpi karena dengan mimpi, mereka bisa bergerak lebih jauh,” ungkapnya.


Perempuan Disabilitas sebagai Katalis Perubahan

Dalam pelaksanaannya, SheAblepreneur justru menemukan bahwa perempuan penyandang disabilitas bukan hanya penerima manfaat, tapi juga bagian dari solusi. “Perempuan disabilitas punya keterampilan luar biasa mulai dari konten digital, administrasi, hingga desain. Mereka bisa mengisi kekosongan keterampilan yang sering kali menjadi kelemahan UMKM perempuan,” kata Nicky.

Kolaborasi ini tak hanya teknis, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kesadaran sosial. “Kalau kita mau pecahkan stigma soal disabilitas, mulailah dari komunitas perempuan. Mereka punya empati besar dan mampu menjadi jembatan inklusi,” tambahnya.

Hingga 2024, Setara Berdaya telah menjangkau lebih dari 62.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Di bidang kewirausahaan, intervensi mereka mampu meningkatkan omzet usaha hingga 30% secara rata-rata.  

Kristy Nelwan, Head of Communication sekaligus Chair of Equity, Diversity & Inclusion (ED&I) Board Unilever Indonesia, mengatakan bahwa program ini selaras dengan tiga pilar kami yakni Keadilan Gender, Keadilan untuk Individu Disabilitas, dan Penghapusan Diskriminasi serta Stigma.

“Kami ingin memastikan bahwa semua perempuan, termasuk yang memiliki disabilitas, punya peluang yang setara untuk berkembang dan membuktikan potensi mereka,” tuturnya.

Program SheAblepreneur akan berlangsung selama Juni–September 2025 di tiga kota yakni Tangerang, Bandung, dan Yogyakarta. Pelatihan akan menyasar dua kelompok utama yaitu 15 perempuan (disabilitas dan non-disabilitas) yang sudah memiliki usaha dan ingin scaling up, serta 10 perempuan disabilitas yang baru akan memulai usaha.

Dengan pendekatan blended learning (daring dan luring), peserta akan dibekali modul pelatihan yang adaptif dan kontekstual, meliputi Business Model Canvas, Literasi Digital, Literasi Keuangan, hingga pemanfaatan Media Sosial dan pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk bisnis.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan Lewat Akses, Literasi, dan Inklusi

Program ini juga membuka peluang magang di UMKM perempuan untuk peserta disabilitas, menciptakan ruang belajar yang nyata sekaligus memperkuat inklusi di dunia usaha.

 “Harapannya, SheAblepreneur bisa menjadi katalis menuju keadilan sosial, lewat pembangunan ekosistem UMKM yang lebih adil dan inklusif. Kami percaya bahwa dengan membuka akses dan memperkuat kapasitas kelompok marjinal, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya lebih besar, tetapi juga lebih merata dan berkelanjutan,” terangnya.
 

SEBELUMNYA

Tantangan Ganda Perempuan Disabilitas Sebagai Tulang Punggung Keluarga

BERIKUTNYA

Kawasan Pasar Baru Dihidupkan Kembali Jadi Destinasi Wisata Urban

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga