COVID-19 (Sumber Foto: Freepik/tirachardz)

Karakteristik dan Gejala Varian Baru COVID-19 NB.1.8.1 yang Dideteksi WHO

05 June 2025   |   20:35 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Varian baru COVID-19 bernama NB.1.8.1 telah diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian dalam pemantauan (variant under monitoring) sejak 23 Mei 2025. Ketahui beberapa informasi mengenak karakteristik, gejala, dan vaksin yang efektif.

Mengutip Health, varian NB.1.8.1 merupakan turunan dari Omicron JN.1 dan pertama kali terdeteksi pada Januari 2025. Menurut data terbaru dari WHO, varian COVID-19 NB.1.8.1 menunjukkan peningkatan signifikan. Antara 21 dan 27 April 2025, varian ini menyumbang sekitar 10,7 persen dari total kasus COVID-19 yang diurutkan secara global, naik 2,5 persen dari sebulan sebelumnya.

Baca juga: Update COVID-19 di Indonesia, Kemenkes RI Deteksi 7 Kasus Baru

Hingga pertengahan Mei, NB.1.8.1 telah ditemukan di 22 negara, termasuk wilayah Pasifik Barat, Amerika, dan Eropa. Di Amerika Serikat, varian ini pertama kali diidentifikasi melalui penyaringan pelancong internasional di bandara-bandara seperti California, Washington, Virginia, dan New York.

Meskipun jumlah kasus di AS masih relatif rendah, varian ini telah menyebabkan lonjakan kasus di negara-negara seperti China, Hong Kong, dan Thailand.

Melihat dari karakteristiknya, varian ini memiliki beberapa mutasi pada protein spike, seperti T22N, F59S, G184S, A435S, V445H, dan T478I, yang dapat meningkatkan kemampuan virus untuk menular dan menghindari respons imun. 

Gejala umum yang ditimbulkan oleh NB.1.8.1 mirip dengan varian COVID-19 sebelumnya, meliputi demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, hidung tersumbat atau meler, kesulitan bernapas, nyeri otot, sakit kepala, serta kehilangan indra penciuman atau perasa. 

Selain itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa gejala NB.1.8.1 juga menunjukkan gejala gastrointestinal seperti diare, mual, dan sembelit. 

Meskipun varian ini tampaknya lebih mudah menular, WHO menilai risiko dari varian ini sebagai rendah lantaran tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa NB.1.8.1 menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan varian sebelumnya. 

Meski begitu, sebaiknya tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Ini penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, terutama kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Misalnya dengan menjaga kebersihan tangan secara rutin, menggunakan masker di tempat umum yang ramai, menghindari kerumunan dan menjaga jarak fisik, serta mendapatkan vaksinasi dan booster sesuai anjuran.

Vaksin COVID-19 yang telah disetujui saat ini diperkirakan tetap efektif dalam mencegah penyakit simptomatik dan parah akibat infeksi NB.1.8.1. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melanjutkan program vaksinasi guna mengendalikan penyebaran varian ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Negara Tetangga, Kemenpar Koordinasi dengan Kemenkes & CHSE Wajib

SEBELUMNYA

BPOM Ungkap 15 Produk Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia

BERIKUTNYA

Tip Menjaga Kolesterol saat Iduladha Biar Tak Kena 3 Penyakit Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga