Cuplikan film Tinggal Meninggal. (Sumber gambar: Imajinari)

Alasan Kristo Immanuel Pakai Teknik Breaking The 4th Wall di Film Tinggal Meninggal

05 June 2025   |   08:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Komedian sekaligus kreator konten Kristo Immanuel memasuki fase baru dalam kariernya, dengan debut menjadi sutradara lewat film Tinggal Meninggal. Dalam film perdananya ini, Kristo memilih untuk menggunakan teknik breaking the fourth wall, guna mendekatkan karakter utama pada penonton.
 
The fourth wall adalah sebutan untuk dinding keempat yang memisahkan dunia aktor dan penonton. Dalam bioskop, dinding keempat yang dimaksud ialah layar lebar, sementara ketiga dinding lainnya ialah yang membentuk ruang teater. 
 
Dalam teknik breaking the fourth wall, aktor dari film mendobrak batasan dinding keempat itu. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi yang dibangun oleh aktor kepada penonton. Aktor melihat ke kamera dan berbicara kepada audiens, seolah tak ada batasan antara dunia fiksi dan kenyataan.

Baca Juga: Kristo Immanuel Debut Sutradara Lewat Film Komedi Getir Tinggal Meninggal
 
Di film Tinggal Meninggal, teknik breaking the fourth wall digunakan oleh karakter utama Gema yang diperankan oleh Omara Esteghlal. Trailer yang dirilis menampilkan cuplikan beberapa adegan Gema menggunakan teknik tersebut.
 
Seperti ketika Gema bertanya pada penonton di awal klip tentang bagaimana semestinya dia harus bersikap di acara duka ayahnya, atau adegan dia berpamitan pada audiens. Begitupun adegan dia curhat ke penonton bahwa dia tidak merasa sedih atas kematian ayahnya.
 

Karakter Gema diperankan oleh Omara Esteghlal. (Sumber gambar: Imajinari)

Karakter Gema diperankan oleh Omara Esteghlal. (Sumber gambar: Imajinari)

Kristo mengatakan penggunaan teknik breaking the fourth wall dalam film Tinggal Meninggal dilatarbelakangi kesukaannya terhadap film-film yang menerapkan konsep itu. Di sisi lain, dia juga merasa bahwa teknik tersebut sangat relevan dengan apa yang dia rasakan khususnya ketika berhadapan dengan momen-momen aneh.
 
"Aku tuh suka banget kaya misalnya kalo di momen-momen awkward, cringe, atau enggak nyaman, misalnya kaya depan aku ada orang berantem nih. Terus kaya aduh ini awkward lagi gitu. Rasanya tuh pengen nyari dan lihat kamera kaya, kalian lihat apa yang gue lihat enggak sih," katanya dalam acara konferensi pers di XXI Metropole Jakarta, Rabu (4/6/2025).
 
"Jadi nanti kalau temen-temen lihat, nanti di filmnya itu breaking the fourth wall-nya itu momen ngomong sendirinya si Gema," imbuhnya.
Dikutip dari The Script Lab, ada sejumlah alasan mengapa teknik breaking the fourth wall digunakan dalam film. Salah satu alasannya ialah untuk mengingatkan kepada penonton bahwa cerita film hanyalah sebuah pertunjukan yang berbeda antara fiksi dari kenyataan.
 
Alasan lainnya adalah untuk memungkinkan karakter mengomentari aksi dalam cerita dan menyajikan sudut pandang yang tidak dapat dibagikan dengan karakter lain. Termasuk, dapat digunakan untuk menambahkan humor ke dalam adegan dengan memberikan pandangan kepada penonton yang dapat berbicara lebih dari sekadar dialog film sesuai skenario.  
 
Meski sebagian besar terjadi dalam genre komedi, breaking the fourth wall juga dapat digunakan di genre drama, misalnya menggunakan narasi sulih suara untuk memberikan penonton gambaran lebih dalam tentang apa yang terlintas dalam pikiran tokoh film.
 
Tinggal Meninggal (TingNing) adalah film drama komedi yang mengangkat tema komedi getir. Cerita film ini datang dari ide jahil Kristo Immanuel yang menggabungkan humor absurd dengan refleksi tentang kesepian, keinginan untuk diterima, dan berbagai lapisan kehidupan sosial yang sering kali diabaikan oleh masyarakat sosial.
 
Kristo mengatakan film TingNing akan mengikuti kisah tentang seorang pemuda bernama Gema (diperankan oleh Omara Esteghlal), yang selalu merasa kesepian. Sejak kecil, dia tidak memiliki teman begitupun tidak punya hubungan yang dekat dengan kedua orang tuanya.
 
Hal itu pun berlanjut ketika Gema sudah dewasa dan bekerja di sebuah kantor agensi. Di tempat kerjanya, Gema juga tidak memiliki teman. Namun, suatu hari, ayahnya meninggal dunia. Alih-alih sedih dan merasa kehilangan seperti anak-anak pada umumnya, Gema justru tidak merasa demikian.
 
Gara-gara kejadian itu, teman-teman di kantornya menjadi empati dan perlahan mendekati Gema. Dia pun merasa senang mendapat perhatian dari teman-temannya. Tetapi, seiring waktu, perhatian itu memudar. Dari situ, Gema pun berpikir bahwa ketika ada yang meninggal dari orang-orang terdekatnya, dia akan punya teman.
 
"Meski selama ini saya memang lebih dikenal lewat sketsa dan komedi, tapi saya selalu ingin bikin sesuatu yang lebih dalam tanpa kehilangan unsur kocaknya. TingNing ini lahir dari keresahan pribadi tentang kesepian, validasi, dan absurdnya hidup, tapi tetap dibungkus tawa," katanya.
 
Kristo mengatakan film TingNing akan mengikuti kisah tentang seorang pemuda bernama Gema (diperankan oleh Omara Esteghlal), yang selalu merasa kesepian. Sejak kecil, dia tidak memiliki teman begitupun tidak punya hubungan yang dekat dengan kedua orang tuanya.
 
Hal itu pun berlanjut ketika Gema sudah dewasa dan bekerja di sebuah kantor agensi. Di tempat kerjanya, Gema juga tidak memiliki teman. Namun, suatu hari, ayahnya meninggal dunia. Alih-alih sedih dan merasa kehilangan seperti anak-anak pada umumnya, Gema justru tidak merasa demikian.
 
Gara-gara kejadian itu, teman-teman di kantornya menjadi empati dan perlahan mendekati Gema. Dia pun merasa senang mendapat perhatian dari teman-temannya. Tetapi, seiring waktu, perhatian itu memudar. Dari situ, Gema pun berpikir bahwa ketika ada yang meninggal dari orang-orang terdekatnya, dia akan punya teman.
 
"Meski selama ini saya memang lebih dikenal lewat sketsa dan komedi, tapi saya selalu ingin bikin sesuatu yang lebih dalam tanpa kehilangan unsur kocaknya. TingNing ini lahir dari keresahan pribadi tentang kesepian, validasi, dan absurdnya hidup, tapi tetap dibungkus tawa," katanya.
 
Selain Omara Esteghlal, Tinggal Meninggal juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, Ardit Erwandha, Shindy Huang, Mario Caesar, Nada Novia, Jared Ali, dan jajaran pemain pilihan lainnya. Film ini dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025 di bioskop Indonesia.
 

SEBELUMNYA

Digital Detox Retreat, Tren Liburan Baru Favorit Milenial & Gen Z 2025

BERIKUTNYA

5 Alasan Serial Nine Perfect Strangers 2 Menarik untuk Ditonton

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga