Still photo Tinggal Meninggal. (Sumber gambar: Imajinari)

5 Fakta Menarik Film Tinggal Meninggal, Komedi Getir ala Kristo Immanuel

19 August 2025   |   10:32 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Tinggal Meninggal atau TingNing adalah salah satu film Indonesia yang tengah tayang di bioskop. Mengangkat tema komedi getir, film ini hadir sebagai pengingat hangat bagi mereka yang pernah merasa berbeda, canggung, atau tidak pada tempatnya, bahwa semua perasaan itu valid dan tidak apa-apa.
 

Tinggal Meninggal adalah film drama komedi yang mengangkat tema komedi getir. Bercerita tentang Gema (diperankan oleh Omara Esteghlal), seorang pemuda canggung yang terkejut ketika mendapat perhatian hangat dari teman-teman kantornya ketika ayahnya meninggal dunia.
 

Namun, saat kehangatan itu menghilang, ia mulai bertanya, “Siapa lagi yang harus meninggal?”. Dari pertanyaan itulah lahir rangkaian kebohongan yang memicu kekacauan, membawa penonton pada tawa, keharuan, sekaligus refleksi.

Baca juga: Aktor Omara Esteghlal Dituntut Berganti Emosi dalam 10 Detik di Film Tinggal Meninggal
Selain Omara Esteghlal, Tinggal Meninggal juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, Ardit Erwandha, Shindy Huang, Mario Caesar, Nada Novia, Jared Ali, dan jajaran pemain pilihan lainnya. Di balik ceritanya yang absurd dalam balutan komedi yang tak biasa, terdapat beberapa fakta menarik dari film TingNing seperti berikut ini.
 

1. Debut Kristo Immanuel Jadi Sutradara

TingNing merupakan film debut penyutradaraan komedian, aktor sekaligus kreator konten Kristo Immanuel. Sebelum menjadi sutradara, dia lebih dulu mengawali karier profesionalnya sebagai aktor dengan membintangi sejumlah film dan serial diantaranya The Big 4 (2022), Sleep Call (2023), dan 24 Jam bersama Gaspar (2024).
 
Dalam debut penyutradaraannya ini, Kristo berduet dengan sang istri, Jessica Tjiu, yang bertindak sebagai ko-sutradara. Selain sebagai sutradara, Kristo dan Jessica juga bertindak sebagai penulis skenario. Tinggal Meninggal digarap di bawah naungan rumah produksi Imajinari. 
 

V

Still photo Tinggal Meninggal. (Sumber gambar: Imajinari)


2. Terinspirasi Pengalaman Personal

Kisah film TingNing terinspirasi dari pengalaman pribadi Kristo. Dia bercerita saat duduk di bangku SD, dirinya cenderung tidak memiliki teman yang akrab hingga sering merasa kesepian. 
 
Menurutnya, tidak semua orang diberkahi dengan teman-teman yang tulus untuk memberikan empati dan perhatian. Bahkan, tak sedikit orang yang merasakan hal tersebut hingga dia beranjak dewasa. 
 
Cerita film ini datang dari ide jahil yang menggabungkan humor absurd dengan refleksi tentang kesepian, keinginan untuk diterima, dan berbagai lapisan kehidupan sosial yang sering kali diabaikan oleh masyarakat sosial.
 
"Meski selama ini aku memang lebih dikenal lewat sketsa dan komedi, tapi aku selalu ingin bikin sesuatu yang lebih dalam tanpa kehilangan unsur kocaknya. TingNing ini lahir dari keresahan pribadi tentang kesepian, validasi, dan absurdnya hidup, tapi tetap dibungkus tawa," katanya.
 

Still photo Tinggal Meninggal. (Sumber gambar: Imajinari)

Still photo Tinggal Meninggal. (Sumber gambar: Imajinari)


3. Angkat Tema Komedi Getir

TingNing mengangkat tema komedi getir yang terbilang jarang hadir di perfilman Indonesia. Salah satu alasan yang membuat Kristo untuk membuat film bergenre komedi getir ialah pengalamannya menonton film dark comedy. Menurutnya, film dengan genre tersebut memiliki sensasi tersendiri yang menarik ketika ditonton, dan dia pun ingin membagikan sensasi tersebut kepada penonton Indonesia.
 
"Sensasinya itu menyenangkan banget. Karena bisa dalam satu baris itu aku ketawa, tapi sebelah aku enggak nyaman. Aku kala itu ngerasanya sesuatu yang baru banget. Aku suka banget sensasi itu. Jadi aku berusaha kaya suatu hari pengen deh bikin film yang komedi getir juga atau dark comedy gitu," ucapnya.

 
 

4. Pakai Teknik Breaking The 4th Wall

Dalam film perdananya ini, Kristo memilih untuk menggunakan teknik breaking the fourth wall, sebutan untuk dinding keempat yang memisahkan dunia aktor dan penonton. Dalam bioskop, dinding keempat yang dimaksud ialah layar lebar, sementara ketiga dinding lainnya ialah yang membentuk ruang teater. 
 
Dalam teknik breaking the fourth wall, aktor dari film mendobrak batasan dinding keempat itu. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi yang dibangun oleh aktor kepada penonton. Aktor melihat ke kamera dan berbicara kepada audiens, seolah tak ada batasan antara dunia fiksi dan kenyataan.
 
Di film Tinggal Meninggal, teknik breaking the fourth wall digunakan oleh karakter utama Gema yang diperankan oleh Omara Esteghlal. Dalam beberapa adegan, Gema akan melihat ke kamera dan berbicara seolah-olah sedang berinteraksi langsung dengan penonton.
 
Kristo mengatakan penggunaan teknik breaking the fourth wall dalam film Tinggal Meninggal dilatarbelakangi kesukaannya terhadap film-film yang menerapkan konsep itu. Di sisi lain, dia juga merasa bahwa teknik tersebut sangat relevan dengan apa yang dia rasakan khususnya ketika berhadapan dengan momen-momen aneh.
 
"Aku tuh suka banget kaya misalnya kalo di momen-momen awkward, cringe, atau enggak nyaman, misalnya depan aku ada orang berantem nih. Terus kaya aduh ini awkward lagi gitu. Rasanya tuh pengin cari dan lihat kamera, kalian lihat apa yang gue lihat enggak sih," ucapnya. 
 

5. Mawar de Jongh Isi Soundtrack

Selain menjadi pemeran, Mawar de Jongh juga dipercaya mengisi soundtrack original film TingNing lewat single "Tinggal", sebuah lagu pop enerjik dengan pesan emosional mendalam. Lagu ini menjadi jembatan antara rasa penyesalan, rasa takut akan ditinggal, dan berbagai lapisan emosi manusia lainnya yang cukup kompleks. 
 
Mengandalkan harmoni ringan khas era 2000-an akhir hingga 2010-an awal, lagu "Tinggal" mengusung pendekatan musik yang membebaskan, tapi liriknya menceritakan sesuatu yang justru mengikat. Tentang rasa kehilangan dan keheningan yang muncul setelah simpati menguap. 
 
Menariknya, single "Tinggal" menjadi momen perdana bagi Mawar mengisi soundtrack untuk sebuah film. Selain itu, "Tinggal" juga menjadi lagu pertama dengan musik upbeat dan catchy yang dinyanyikan Mawar. Sebelumnya, sang penyanyi lebih sering merilis lagu-lagu heartfelt dengan aransemen musik sendu seputar percintaan.
 
Lagu "Tinggal" juga menjadi momen perdana bagi Mawar terlibat dalam proses penulisan lirik bersama Kristo. Adapun, proses produksi dan pengembangan musiknya dibantu oleh Tarapti Ikhtiar Rinrin dan Rizki Maulana Hidayat dari A&R Trinity Optima Production.

Baca juga: Cerita Unik Omara Esteghlal Terpilih Jadi Karakter Utama di Film Tinggal Meninggal

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Rekap Sinopsis Trilogi The Conjuring, Pemanasan Jelang Last Rites

BERIKUTNYA

5 Fakta Menarik Film Freakier Friday, Reuni Jamie Lee Curtis dan Lindsay Lohan Setelah 20 Tahun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga