Orkestrasi Musik Sinematik Spesial Bakal Hadir di Pagelaran Sabang Merauke 2025
01 June 2025 |
20:37 WIB
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway akan dihelat pada 23 dan 24 Agustus 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Pada edisi keenamnya ini, pertunjukan kolosal tahunan itu akan menampilkan orkestrasi musik megah yang disajikan dengan pendekatan sinematik yang kuat.
Keseluruhan harmonisasi musik, baik orkestra, elemen tradisional, dan musik elektronik secara harmonis digabungkan oleh Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal lewat karyanya di perfilman Hollywood, yang bertindak sebagai music director.
Sang komposer akan menghadirkan komposisi megah yang memadukan lebih dari 50 instrumen musik tradisional dengan sentuhan alat musik modern, menciptakan harmoni unik yang merepresentasikan semangat lintas generasi dan budaya.
Keseluruhan harmonisasi musik, baik orkestra, elemen tradisional, dan musik elektronik secara harmonis digabungkan oleh Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal lewat karyanya di perfilman Hollywood, yang bertindak sebagai music director.
Sang komposer akan menghadirkan komposisi megah yang memadukan lebih dari 50 instrumen musik tradisional dengan sentuhan alat musik modern, menciptakan harmoni unik yang merepresentasikan semangat lintas generasi dan budaya.
Sajian musik itu hadir untuk mengiringi penampilan dari sederet penyanyi kenamaan Indonesia yang bergabung pada pagelaran tahun ini, yaitu Yura Yunita, Padi Reborn, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alsant Nababan, Yuyun Arfah, Taufan Purbo, Gabriel Harvianto, Nino Prabowo, Sruti Respati, Swain Mahisa, Alicia Hartono dan Roland Rogers.
Elwin Hendrijanto selaku music director memaparkan tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke akan menampilkan sebanyak 30 lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dia pun berusaha untuk menciptakan 'benang merah' dari keseluruhan lagu yang ditampilkan, sehingga menciptakan kesinambungan dengan cerita pertunjukannya.
"Jadi akhirnya karena [tema] ini adalah hikayat, saya bersama tim memutuskan untuk kita treatment [musik] ini seperti film. Jadi ada tema khusus yang nanti akan diciptakan dan memang itu nanti akan keluar sedikit-sedikit sampai pada akhirnya semua orang sudah inget, yang menjadi seperti benang merahnya," katanya dalam acara jumpa media, baru-baru ini.
Komposer lulusan Royal College of Music London itu menyampaikan musik-musik yang akan disajikan bukan hanya merepresentasikan berbagai etnis di Nusantara, melainkan juga mewakilkan perkembangan zaman.
Sajian musiknya juga kian ciamik lantaran melibatkan Maestro Avip Priatna sebagai konduktor, bersama 60 musisi orkestra, 60 anggota paduan suara Batavia Madrigal Singers, dan 16 anggota paduan suara muda dari The Resonanz Children’s Choir. Plus, sentuhan musik tradisional Indonesia dihadirkan oleh Dunung Basuki.
Elwin menuturkan kombinasi ini bukan hanya menghadirkan latar musik dalam pertunjukan, tetapi juga membentuk benang merah yang mengikat alur cerita “Hikayat Nusantara” secara utuh, menciptakan pengalaman penceritaan yang imersif, seperti sebuah film.
"Musik tidak hanya menjadi pelengkap visual, tetapi juga menjadi medium yang menghadirkan emosi, makna, dan filosofi budaya yang mendalam kepada setiap penonton," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Maestro Avip Priatna, menambahkan dalam proses musikalisasi di Pagelaran Sabang Merauke tahun ini, pihaknya bertindak sebagai intepreter dari musik yang telah dirancang oleh Elwin sehingga menjadi sajian yang komunikatif untuk penonton nikmati.
"Mendukung suasana menciptakan sebuah perjalanan tidak hanya visual tapi juga audio, yang mungkin tidak akan pernah lengkap kisah [pertunjukan] itu jika secara audio juga tidak sempurna. Jadi saya nanti akan bekerja keras tentunya agar notasi-notasi yang ditulis oleh mas Elwin ini akan terdengar begitu istimewa oleh penonton," ujarnya.
Lantaran digelar di venue dengan kapasitas yang lebih besar dari pertunjukan-pertunjukan sebelumnya, Avip pun memastikan bahwa sekitar 150 musisi yang akan hadir telah memiliki jarak warna suara yang lebar, termasuk bass dan treble yang lebih mendalam.
"Sehingga semua warna-warna yang dikeluarkan dalam komposisi [musik] yang mewakili dari setiap kisah di Hikayat Nusantara ini dapat bisa dinikmati secara sempurna oleh para penonton," tambahnya.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway merupakan pertunjukan kolosal yang memadukan aksi teatrikal, tari-tarian daerah dan kontemporer, dengan busana daerah dan etnik Nusantara memukau dari desainer ternama Indonesia. Serta, diiringi oleh musik daerah dan nasional yang dikemas secara epik dan modern.
Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke (PSM) akan mengangkat tema Hikayat Nusantara, dengan menyajikan berbagai cerita rakyat legendaris dari berbagai daerah, seperti Yuyu Kangkang, Si Tumang, Malin Kundang, Mahadewi, dan Calon Arang, dengan format kolosal teatrikal broadway berstandar internasional.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PSM kali ini akan hadir dengan sajian pertunjukan yang lebih megah dan meriah. Digelar selama 2 hari dengan 4 pertunjukan, PSM 2025 melibatkan sebanyak 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, seniman musik, tim produksi, selebritas hingga tokoh budaya Indonesia. Para penari akan membawakan sekitar 70 koreografi yang dirancang khusus dalam nuansa teatrikal yang megah.
Pertunjukan akan semakin semarak dengan kehadiran kostum karakter spektakuler dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi, serta berbagai kejutan atraktif lainnya seperti atraksi dari Barongsai Juara Dunia Kong Ha Hong, pertunjukan marching band, serta aksi enerjik dari tim cheerleaders.
Sebanyak 31 lagu dan puluhan tarian dari hampir seluruh penjuru Nusantara akan ditampilkan, mewakili kekayaan budaya daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Termasuk, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.
Sementara itu, dari segi venue, PSM tahun ini akan dihelat di area yang lebih besar yakni Indonesia Arena dengan kapasitas 6.000 pertunjukan. Dengan 4 kali pementasan, PSM 2025 ditargetkan bakal dihadiri oleh sebanyak 24.000 penonton.
PSM 2025 akan menghadirkan sejumlah aktor dan narator yang akan memperkuat dimensi naratif dan emosional di setiap babak pertunjukan, yakni seniman senior Butet Kartaredjasa, artis Indra Bekti, Risang Janur Wendo, dan pemain muda Zahara Christie.
Para seniman yang terlibat akan mengenakan busana etnik Indonesia modern rancangan sejumlah desainer ternama, mulai dari Priyo Oktaviano sebagai head designer, lalu Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Chossy Lattu, Ivan Gunawan, Eri Dani, Danny Satriadi, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim, Iwan Tirta, Mell Ahyar, Opi Bachtiar, Temma Prasetio, Era Soekamto dan Griya Ageman.
Untuk menyaksikan pertunjukannya, publik bisa membeli tiketnya di aplikasi atau situs Tiket.com dengan harga mulai dari Rp350.000 hingga yang termahal Rp1,25 juta.
Baca Juga: Padi Reborn Siapkan Penampilan Spesial di Pagelaran Sabang Merauke 2025
Baca Juga: Padi Reborn Siapkan Penampilan Spesial di Pagelaran Sabang Merauke 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.