Menuju Marche du Film 2028, Indonesia Siapkan Langkah Jadi Country of Honour
30 May 2025 |
08:30 WIB
Kementerian Kebudayaan tengah mempersiapkan langkah besar di kancah perfilman internasional. Saat ini, Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk mengincar posisi lebih strategis secara global dengan menjadi Country of Honour pada ajang Marche du Film edisi 2028.
Marche du Film, yang digelar bersamaan dengan Festival Film Cannes di Prancis setiap tahunnya, merupakan salah satu pasar film paling bergengsi di dunia. Di ajang ini, para produser, distributor, hingga agen penjual, dari berbagai negara berkumpul.
Status Country of Honour memberikan kesempatan istimewa bagi satu negara untuk menampilkan kekayaan sinema, potensi industri film, dan talenta kreatifnya melalui berbagai program khusus.
Baca juga: Berpartisipasi di Festival Film Cannes 2025, Jakarta Bersiap Jadi Kota Sinema
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengatakan menjadi Country of Honour di Cannes merupakan visi besar yang tengah diusung untuk jangka pendek. Dia ingin perkembangan sinema nasional Indonesia yang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini punya muara yang jelas.
Menurutnya, perfilman Indonesia mesti tak hanya mampu unjuk gigi di dalam negeri. Oleh karena itulah, setelah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pihaknya mendorong untuk ekspansi ke kancah global.
“Kita sedang memperjuangkan Indonesia menjadi Country of Honour pada edisi 2025. Itu tujuannya,” ungkap Giring.
Giring mengatakan rencana ini bukanlah isapan jempol belaka. Pada saat berkunjung ke Cannes 2024 beberapa waktu lalu, Giring menyebut salah satu hasil menarik terjadi saat bertemu Menteri Kebudayaan Prancis.
Menurut Giring, dalam pertemuan tersebut Kementerian Kebudayaan Prancis siap untuk membantu Indonesia menampilkan presentasi yang lebih besar, termasuk di antaranya ialah menjadi Country of Honour.
“Untuk menuju ke sana, tentu edisi 2026 dan 2027 nanti itu enggak boleh dilewatkan. Kita harus siapkan benar-benar, karena itu adalah ‘road to’ kita,” imbuhnya.
Sejauh ini, sejumlah negara telah dipilih untuk menjadi Country of Honour di Marche du Film. Pada 2022 lalu, India terpilih menjadi Country of Honour, kemudian disusul Spanyol pada 2023, Swiss pada 2024, dan Brasil pada 2025.
Dengan menjadi Country of Honour, sebuah negara akan mendapat eksposur tinggi di seluruh rangkaian acara Marché du Film, termasuk promosi di materi resmi, media global, dan kanal festival. Film, sineas, dan kebudayaan negara tersebut otomatis menjadi pusat perhatian industri perfilman dunia.
Dengan peningkatan visibilitas, sineas dan rumah produksi nasional juga memiliki peluang lebih besar menjalin kerja sama internasional, baik dalam bentuk co-production, funding, maupun distribusi lintas negara.
Selain itu, status ini juga memperkuat nation branding melalui sinema. Budaya Indonesia, lokasi syuting eksotik, hingga cerita-cerita lokal yang unik dapat dipromosikan sebagai aset kreatif yang potensial bagi pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Marche du Film, yang digelar bersamaan dengan Festival Film Cannes di Prancis setiap tahunnya, merupakan salah satu pasar film paling bergengsi di dunia. Di ajang ini, para produser, distributor, hingga agen penjual, dari berbagai negara berkumpul.
Status Country of Honour memberikan kesempatan istimewa bagi satu negara untuk menampilkan kekayaan sinema, potensi industri film, dan talenta kreatifnya melalui berbagai program khusus.
Baca juga: Berpartisipasi di Festival Film Cannes 2025, Jakarta Bersiap Jadi Kota Sinema

Delegasi Indonesia (Sumber gambar: Kemenkebud/Poplicist)
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengatakan menjadi Country of Honour di Cannes merupakan visi besar yang tengah diusung untuk jangka pendek. Dia ingin perkembangan sinema nasional Indonesia yang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini punya muara yang jelas.
Menurutnya, perfilman Indonesia mesti tak hanya mampu unjuk gigi di dalam negeri. Oleh karena itulah, setelah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pihaknya mendorong untuk ekspansi ke kancah global.
“Kita sedang memperjuangkan Indonesia menjadi Country of Honour pada edisi 2025. Itu tujuannya,” ungkap Giring.
Giring mengatakan rencana ini bukanlah isapan jempol belaka. Pada saat berkunjung ke Cannes 2024 beberapa waktu lalu, Giring menyebut salah satu hasil menarik terjadi saat bertemu Menteri Kebudayaan Prancis.
Menurut Giring, dalam pertemuan tersebut Kementerian Kebudayaan Prancis siap untuk membantu Indonesia menampilkan presentasi yang lebih besar, termasuk di antaranya ialah menjadi Country of Honour.
“Untuk menuju ke sana, tentu edisi 2026 dan 2027 nanti itu enggak boleh dilewatkan. Kita harus siapkan benar-benar, karena itu adalah ‘road to’ kita,” imbuhnya.
Sejauh ini, sejumlah negara telah dipilih untuk menjadi Country of Honour di Marche du Film. Pada 2022 lalu, India terpilih menjadi Country of Honour, kemudian disusul Spanyol pada 2023, Swiss pada 2024, dan Brasil pada 2025.

Delegasi Indonesia (Sumber gambar: Kemenkebud/Poplicist)
Dengan menjadi Country of Honour, sebuah negara akan mendapat eksposur tinggi di seluruh rangkaian acara Marché du Film, termasuk promosi di materi resmi, media global, dan kanal festival. Film, sineas, dan kebudayaan negara tersebut otomatis menjadi pusat perhatian industri perfilman dunia.
Dengan peningkatan visibilitas, sineas dan rumah produksi nasional juga memiliki peluang lebih besar menjalin kerja sama internasional, baik dalam bentuk co-production, funding, maupun distribusi lintas negara.
Selain itu, status ini juga memperkuat nation branding melalui sinema. Budaya Indonesia, lokasi syuting eksotik, hingga cerita-cerita lokal yang unik dapat dipromosikan sebagai aset kreatif yang potensial bagi pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.