Still photo GJLS (sumber gambar: Amadeus Sinemagna dan Legacy Pictures

Kenal Lebih Dekat dengan Karakter Kakak Beradik Absurd di Film GJLS Ibuku Ibu-Ibu

21 May 2025   |   17:14 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Dunia perfilman Indonesia kembali kehadiran grup lawak yang bertransformasi dari program podcast ke layar lebar. Setelah Agak Laen yang sukses dengan 9 juta lebih penonton, kini giliran GJLS, sebuah grup podcast absurd nan kocak, yang akan hadir dalam bentuk film. 

Grup GJLS digawangi oleh tiga komedian, yaitu Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, mulanya dikenal publik melalui podcast yang tayang rutin di platform audio streaming dan YouTube. Dengan gaya bicara santai, humor receh, dan chemistry ketiganya yang sudah seperti kakak beradik, GJLS berhasil membangun fanbase yang loyal. 

Di balik gelak tawa, mereka mengusung kekompakan dan spontanitas yang terasa jujur. Hal ini tentu menjadi modal utama yang akhirnya membawa mereka ke layar bioskop. Dalam waktu dekat, gelak tawa mereka tak hanya muncul dalam bentuk audio atau streaming, melainkan di layar lebar. 

Baca juga: Produser Ernest Prakasa Jawab Rumor Agak Laen Remake Versi Korea-Hollywood

Mereka bersiap merilis film GJLS Ibuku Ibu-Ibu. Tak tanggung-tanggung, trio komika ini bahkan menggandeng Monty Tiwa, sutradara komedi ternama untuk menakhodai film debutnya ini. Film ini mengajak penonton mengikuti kelucuan dan kekacauan tiga bersaudara yang kompak berusaha menggagalkan niat sang ayah untuk menikah lagi. 

Bukan tanpa alasan, mereka khawatir pernikahan baru sang ayah akan memicu konflik keluarga dan berdampak pada berkurangnya bagian warisan yang akan mereka terima. 

Seperti podcast-nya, tiga komedian di grup ini, yaitu Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir juga akan menjadi pemain utamanya. Mereka akan memerankan karakter yang menarik dan menggelitik.

Film ini direncanakan akan tayang di bioskop mulai 12 Juni 2025. Sebelum menyaksikannya nanti, yuk kenal lebih dekat dengan tiga karakter utama film ini. 
 

1. Rigen Rakelna  

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Rigen Rakelna (@rigensih)


Dalam film ini, Rigen tampil tanpa harus bertransformasi menjadi sosok lain. Dia memerankan dirinya sendiri, tetapi dengan profesi yang unik, yakni seorang pawang hujan. Dengan profesi ini, dirinya sering hadir dalam acara-acara luar ruangan untuk menghalau cuaca buruk. 

Namun, yang membuat penampilannya mencolok adalah kemampuannya menyelipkan humor melalui gestur tenang dan komentar nyeleneh yang dilontarkan dengan wajah datar saat ritual berlangsung.

Lewat gaya bicaranya yang terkesan serius, Rigen mampu menciptakan momen komedi yang tidak terduga. Penonton dibuat bertanya-tanya apakah dia sedang melucu atau menyampaikan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Humor yang dia hadirkan terasa natural dan segar, membuatnya menjadi salah satu penggerak utama suasana jenaka dalam film ini. 


2. Rispo 


Rispo kembali hadir dengan persona komedi khasnya yang santai tapi mengena. Dalam film ini, dia digambarkan sebagai sosok pemuda yang hidupnya tak bisa lepas dari dunia digital. 

Sayang, ketergantungannya pada teknologi bukan untuk hal yang produktif, melainkan berkaitan dengan praktik judi online dan pinjaman daring yang terus membebani kesehariannya.

Karakter Rispo menggambarkan realita yang cukup ironis. Di tengah kemajuan teknologi, dia justru terjebak dalam siklus utang dan harapan kosong. Meskipun nasibnya tergolong menyedihkan, sisi ini justru menjadi sumber kelucuan yang sangat relevan dengan kehidupan banyak orang. 


3. Hifdzi Khoir  


Hifdzi Khoir memerankan sosok MC dangdut dengan gaya yang ekspresif. Penampilannya di atas panggung sangat mencolok, bahkan sampai membuat penyanyi aslinya terlihat kalah percaya diri. 

Gaya bicara yang teatrikal, ditambah dengan gerakan tubuh yang dinamis, membuat karakter ini tampil penuh warna dan tak terlupakan. Selain tampilannya yang mencolok, Hifdzi juga membawa subplot kisah cinta yang tak kalah unik.

Kombinasi antara absurditas dan ketulusan menjadikan perannya terasa hidup dan otentik. Dia berhasil menciptakan karakter yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga memperkuat elemen kekacauan jenaka yang menjadi nafas film ini.

Baca juga: 5 Fakta Film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia, Tayang 19 Juni 2025

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Heart Lamp Karya Penulis India Banu Mushtaq Raih The International Booker Prize 2025

BERIKUTNYA

Daftar Mobil Listrik Paling Laris Tahun 2025 di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga