5 Film dengan Standing Ovation Tertinggi di Cannes Film Festival 2025
21 May 2025 |
15:30 WIB
Festival Film Cannes 2025 kembali menghadirkan momen-momen penuh gemuruh tepuk tangan. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi para penonton kepada film-film yang berhasil menggugah emosi dan kekaguman mereka.
Standing ovation atau tepuk tangan berdiri kerap kali menjadi indikator awal terhadap sambutan publik maupun kritikus terhadap sebuah karya sinema. Tahun ini, deretan film dari berbagai genre berhasil mencatatkan rekor waktu standing ovation yang luar biasa.
Baca juga: Profil Elvira Devinamira yang Mencuri Perhatian di Festival Film Cannes 2025
Penonton Cannes dikenal selektif dan tajam dalam menilai film, sehingga ketika mereka memberikan tepuk tangan panjang, itu bukan sekadar gestur sopan. Namun, tanda bahwa film tersebut benar-benar mengena di hati dan pikiran.
Berikut adalah beberapa film yang mendapat sambutan tinggi di Cannes 2025:
Die My Love, salah satu film yang paling dinanti di Cannes 2025, meraih respons luar biasa usai pemutaran perdananya. Karya terbaru Lynne Ramsay ini mendapat standing ovation selama sembilan menit sebagai bentuk apresiasi dari para penonton. Film ini mengikuti kisah seorang perempuan (diperankan oleh Jennifer Lawrence) yang berjuang mempertahankan kewarasannya di tengah depresi pascapersalinan dan gangguan psikologis setelah pernikahannya runtuh.
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Ariana Harwicz dan menjadi proyek terbaru Ramsay setelah You Were Never Really Here (2017). Selain Lawrence dan Robert Pattinson, film ini juga dibintangi oleh beberapa aktor ternama lainnya, termasuk Danau Keith Stanfield, Banci Spacek, dan Nick Nolte.
Film Splitsville, garapan sutradara Michael Angelo Covino, menerima sambutan antusias di Cannes 2025. Mengusung genre komedi, film ini membahas dinamika pernikahan, percintaan, dan hubungan masa kini. Usai penayangan perdananya, Splitsville mendapat tepuk tangan meriah selama 8 menit.
Cerita film ini berfokus pada sekelompok sahabat yang hidupnya terguncang akibat perceraian dan praktik pernikahan terbuka. Dengan pendekatan ironis sekaligus tragis, Splitsville menyajikan refleksi tajam tentang kompleksitas hubungan modern dan pilihan hidup yang tidak selalu hitam putih. Film ini dibintangi oleh Adria Arjona, Dakota Johnson, Kyle Marvin, Nicholas Braun, dan OT Fagbenle.
Pillion, film debut panjang karya Harry Lighton, menerima sambutan positif saat tayang perdana di Cannes 2025. Usai penayangannya, film ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton selama tujuh menit.
Cerita Pillion berfokus pada Colin, seorang pria dengan kehidupan yang datar dan nyaris tak menonjol. Segalanya berubah ketika Ray—pemimpin klub motor yang karismatik dan penuh percaya diri—mengajaknya masuk ke dalam hubungan yang tak biasa. Hubungan ini mengguncang rutinitas hidup Colin dan mendorongnya menuju proses transformasi pribadi yang mendalam.
Film terbaru karya Wes Anderson yang berjudul The Phoenician Scheme mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan selama 7 menit 30 detik usai pemutaran perdananya di Festival Film Cannes 2025. Naskah film ini ditulis oleh Anderson bersama kolaborator lamanya, Roman Coppola.
Ceritanya mengangkat drama keluarga kaya yang berada di ambang kehancuran bisnis. Zsa-zsa Korda, seorang pengusaha sukses, menunjuk putri tunggalnya yang kini menjadi biarawati sebagai ahli waris tunggal. Ketika Korda meluncurkan proyek usaha baru, mereka justru menjadi incaran para taipan licik, kelompok teroris asing, hingga pembunuh bayaran yang mematikan.
Melakukan debut penayangan di Cannes 2025, Eddington mendapat tepuk tangan selama hampir tujuh menit yang disertai sorakan meriah selama bagian kredit film ini muncul. Film ini menandai kembalinya sutradara Ari Aster setelah Hereditary, Midsommar, dan Beau Is Afraid.
Diproduksi oleh A24, film ini berlatar di kota fiktif bernama Eddington. Film ini akan mengajak penonton untuk sejenak mundur ke medio Mei 2020. Kala itu, di Eddington, juga berbagai kota lain di dunia, tengah menghadapi pandemi Covid-19.
Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Umumkan Film Aksi Ambisius Ratu Malaka di Cannes 2025
Cerita berpusat pada Sheriff Joe Cross (Joaquin Phoenix) yang terlibat konflik dengan Wali Kota Ted Garcia (Pedro Pascal) setelah insiden perselisihan yang makin memuncak. Ketegangan ini memicu perpecahan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana krisis kesehatan dapat memperburuk dinamika sosial dan politik.
Standing ovation atau tepuk tangan berdiri kerap kali menjadi indikator awal terhadap sambutan publik maupun kritikus terhadap sebuah karya sinema. Tahun ini, deretan film dari berbagai genre berhasil mencatatkan rekor waktu standing ovation yang luar biasa.
Baca juga: Profil Elvira Devinamira yang Mencuri Perhatian di Festival Film Cannes 2025
Penonton Cannes dikenal selektif dan tajam dalam menilai film, sehingga ketika mereka memberikan tepuk tangan panjang, itu bukan sekadar gestur sopan. Namun, tanda bahwa film tersebut benar-benar mengena di hati dan pikiran.
Berikut adalah beberapa film yang mendapat sambutan tinggi di Cannes 2025:
1. Die My Love (9 Menit)
Die My Love, salah satu film yang paling dinanti di Cannes 2025, meraih respons luar biasa usai pemutaran perdananya. Karya terbaru Lynne Ramsay ini mendapat standing ovation selama sembilan menit sebagai bentuk apresiasi dari para penonton. Film ini mengikuti kisah seorang perempuan (diperankan oleh Jennifer Lawrence) yang berjuang mempertahankan kewarasannya di tengah depresi pascapersalinan dan gangguan psikologis setelah pernikahannya runtuh.
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Ariana Harwicz dan menjadi proyek terbaru Ramsay setelah You Were Never Really Here (2017). Selain Lawrence dan Robert Pattinson, film ini juga dibintangi oleh beberapa aktor ternama lainnya, termasuk Danau Keith Stanfield, Banci Spacek, dan Nick Nolte.
2. Splitsville (8 Menit)
Film Splitsville, garapan sutradara Michael Angelo Covino, menerima sambutan antusias di Cannes 2025. Mengusung genre komedi, film ini membahas dinamika pernikahan, percintaan, dan hubungan masa kini. Usai penayangan perdananya, Splitsville mendapat tepuk tangan meriah selama 8 menit.
Cerita film ini berfokus pada sekelompok sahabat yang hidupnya terguncang akibat perceraian dan praktik pernikahan terbuka. Dengan pendekatan ironis sekaligus tragis, Splitsville menyajikan refleksi tajam tentang kompleksitas hubungan modern dan pilihan hidup yang tidak selalu hitam putih. Film ini dibintangi oleh Adria Arjona, Dakota Johnson, Kyle Marvin, Nicholas Braun, dan OT Fagbenle.
3. Pillion (7 Menit)
Pillion, film debut panjang karya Harry Lighton, menerima sambutan positif saat tayang perdana di Cannes 2025. Usai penayangannya, film ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton selama tujuh menit.
Cerita Pillion berfokus pada Colin, seorang pria dengan kehidupan yang datar dan nyaris tak menonjol. Segalanya berubah ketika Ray—pemimpin klub motor yang karismatik dan penuh percaya diri—mengajaknya masuk ke dalam hubungan yang tak biasa. Hubungan ini mengguncang rutinitas hidup Colin dan mendorongnya menuju proses transformasi pribadi yang mendalam.
4. The Phoenician Scheme (7 Menit)
Film terbaru karya Wes Anderson yang berjudul The Phoenician Scheme mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan selama 7 menit 30 detik usai pemutaran perdananya di Festival Film Cannes 2025. Naskah film ini ditulis oleh Anderson bersama kolaborator lamanya, Roman Coppola.
Ceritanya mengangkat drama keluarga kaya yang berada di ambang kehancuran bisnis. Zsa-zsa Korda, seorang pengusaha sukses, menunjuk putri tunggalnya yang kini menjadi biarawati sebagai ahli waris tunggal. Ketika Korda meluncurkan proyek usaha baru, mereka justru menjadi incaran para taipan licik, kelompok teroris asing, hingga pembunuh bayaran yang mematikan.
5. Eddington (6-7 Menit)
Melakukan debut penayangan di Cannes 2025, Eddington mendapat tepuk tangan selama hampir tujuh menit yang disertai sorakan meriah selama bagian kredit film ini muncul. Film ini menandai kembalinya sutradara Ari Aster setelah Hereditary, Midsommar, dan Beau Is Afraid.
Diproduksi oleh A24, film ini berlatar di kota fiktif bernama Eddington. Film ini akan mengajak penonton untuk sejenak mundur ke medio Mei 2020. Kala itu, di Eddington, juga berbagai kota lain di dunia, tengah menghadapi pandemi Covid-19.
Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Umumkan Film Aksi Ambisius Ratu Malaka di Cannes 2025
Cerita berpusat pada Sheriff Joe Cross (Joaquin Phoenix) yang terlibat konflik dengan Wali Kota Ted Garcia (Pedro Pascal) setelah insiden perselisihan yang makin memuncak. Ketegangan ini memicu perpecahan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana krisis kesehatan dapat memperburuk dinamika sosial dan politik.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.