Peneliti kesehatan mental untuk pencegahan bunuh diri Sandersan Onien (kiri) dan Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Indria L. Gamayanti (kanan) dalam konferensi pers peluncuran situs ehfa.id.

Emotional Health for All, Situs & Alat untuk Mencegah Bunuh Diri Berbasis Daring

11 September 2021   |   17:32 WIB

Pencegahan bunuh diri merupakan hal yang diupayakan di seluruh lapisan masyarakat, baik di tingkat pemerintah, organisasi profesi, maupun masyarakat secara umum. Di Indonesia sendiri fasilitas untuk melayani pencegahan kasus bunuh diri masih minim, karena stigma kurang baik terkait kesehatan mental yang kental di kalangan masyarakat, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pencegahan kasus bunuh diri.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Black Dog Institute, kasus bunuh diri pada 2019 tercatat sebesar 2,6 kasus bunuh diri dari 100.000 orang, dengan risiko tingkat bunuh diri pada laki-laki tiga kali lebih banyak dibanding dengan perempuan.

Akan tetapi, upaya bunuh diri atau suicide attempt justru lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

Sayangnya, Indonesia kurang memiliki kualitas data pencatatan terhadap kasus bunuh diri yang rendah. Bahkan WHO sendiri memberikan penilaian yang rendah terhadap hal ini sebagai akibat dari suicide registry yang terbatas sehingga pelaporan kurang banyak digerakkan.

Terinspirasi dari pengalaman yang dialami dan juga dari realitas data tentang kasus bunuh diri di Indonesia, peneliti kesehatan mental dalam pencegahan bunuh diri Sandersan 'Sandy' Onie akhirnya tergerak untuk membuat sebuah situs dan alat yang bisa digunakan untuk peningkatan kesadaran akan pencegahan upaya bunuh diri, Emotional Health for All (EHFA) dengan laman ehfa.id.

Dalam konferensi pers, Sabtu (11/9), Sandy bercerita bahwa perancangan situs EHFA sendiri melibatkan banyak pihak mulai dari sesama penyintas serta institusi terkait psikologi dan psikiater di Indonesia dan Australia. Keterlibatan ini mulai ada dari proses pengembangan situs, fitur, hingga konten visual dan modul yang ada di dalam situs tersebut.

Konten teks dan visual ini bisa diakses melalui fitur Saya Butuh Bantuan yang bisa diakses melalui halaman awal. Menariknya, fitur ini hadir dengan video, teks panduan yang berisikan informasi tentang pencegahan bunuh diri, dan modul aktivitas yang bisa dilakukan.

Untuk konten ini, Sandy berbagi bahwa saat ini konten tersedia dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa. Tujuannya agar konten yang disampaikan relevan dan dekat secara personal dengan audiens yang datang ke situs tersebut.

"Saat ini masih pakai pendekatan umum, tapi banyak konten yang dibawakan oleh orang muda. Jadi untuk modul masih umum, enggak apa-apa karena [modul] sudah terbukti bisa membantu berbagai kalangan dari segala usia," jelas Sandy.

Selain halaman bantuan yang berisikan panduan dan modul, fitur Saya Butuh Bantuan juga bisa mengarahkan pengguna untuk mencari bantuan psikolog melalui basis data dari organisasi Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Data ini, menurut Ketua Umum IPK Indonesia Indria Laksmi Gamayanti, dianggap sudah disesuaikan dengan kebutuhan audiens yang akan mencari jasa psikologi.

Ada pun fitur lain yang menjadi fokus utama dari situs EHFA adalah fitur Safety Plan, di mana audiens akan mengisi sebuah formulir yang terdiri atas enam tahapan rencana keamanan, yang bertujuan sebagai panduan awal bagi seseorang dengan tendensi bunuh diri untuk mengatasi krisis atau keinginan bunuh diri.

"Rencana Keamanan yang ditampilkan secara bersahabat ini menawarkan kegiatan yang dapat dilakukan setelah orang tersebut berada dalam kondisi yang lebih tenang, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga diri mereka tetap aman,” jelas Sandy.

Dengan hadirnya situs EHFA, baik Sandy maupun IPK Indonesia berharap bahwa hal ini bisa membantu masyarakat yang sedang mengalami gangguan psikologis dan memiliki tendensi untuk melakukan bunuh diri agar bisa dicegah.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

BLACKPINK Sukses Catatkan Rekor Jumlah Subscriber Terbanyak di YouTube

BERIKUTNYA

Segera Berakhir, Drakor Hospital Playlist 2 Akan Tayang Lebih Lama

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: