Pulau Kakaban, Kalimantan Timur (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Melihat Keindahan Pulau Kakaban, Habitat Ubur-ubur di Ujung Kalimantan

12 May 2025   |   19:26 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Di ujung timur Kalimantan, tersembunyi sebuah pulau kecil yang menjadi rumah bagi salah satu keajaiban alam langka di dunia. Pulau Kakaban yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur bukanlah sekadar destinasi wisata biasa, lantaran terdapat keajaiban alam yang memesona. 
 
Di balik hutan tropisnya yang lebat dan garis pantai yang sunyi, terdapat sebuah danau purba yang menyimpan keunikan luar biasa berupa ribuan ubur-ubur tak menyengat yang berenang bebas di perairan tenangnya.
 
Danau Kakaban yang terletak tepat di tengah pulau terbentuk akibat aktivitas geologi ribuan tahun lalu. Air laut yang terjebak di cekungan pulau tersebut perlahan berubah menjadi danau air payau.

Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata Long Weekend di Jakarta
 
Kemudian, danau air payau ini terisolasi dari lautan terbuka dan dikelilingi oleh dinding batu kapur serta hutan tropis. Kondisi yang tertutup dan minim predator membuat penghuni danau berkembang secara unik. Inilah juga yang membuat ubur-ubur di Pulau Kakaban berevolusi hingga kehilangan kemampuan menyengat. 
.

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)


Istimewanya lagi, fenomena ini hanya ditemukan di dua tempat di dunia yakni Palau di Mikronesia dan Pulau Kakaban di Indonesia. Namun, yang menjadikan Kakabanlebih istimewa adalah kehadiran 4 jenis ubur-ubur tak menyengat dalam satu danau.

Empat jenis yang hidup di sini meliputi Mastigias papua dengan ciri khas berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik putih, Aurelia aurita yang memiliki rupa transparan, Cassiopea ornate yang cirinya berenang dengan posisi terbalik, dan Tripedalia cystophora merupakan jenis yang lebih kecil dan sulit dikenali.

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur (Sumber gambar: Wonderful Kemenparekraf RI)


Aktivitas utama yang bisa dilakukan di danau ini adalah snorkeling santai untuk mengamati ubur-ubur dari dekat. Begitu masuk ke dalam danau, pengunjung akan langsung disambut oleh gerombolan ubur-ubur yang berenang perlahan di sekeliling. Ubur-ubur ini tidak menyengat dan dapat disentuh dengan hati-hati asalkan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan danau. 
 
Untuk mencapai danau ini, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit dari dermaga yang  melewati jalur kayu yang membelah hutan tropis yang rimbun. Begitu memasuki area danau ini, udara lembap dan aroma khas dedaunan menyambut sepanjang perjalanan. Terlihat pemandangan danau yang luas, air yang jernih dan tenang, dengan warna hijau toska yang nyaris tanpa riak. 
 
Pulau Kakaban tidak hanya menawarkan keindahan danau ubur-ubur. Di sisi luar pulau, terdapat spot penyelaman kelas dunia seperti Barracuda Point.

Tempat ini dikenal memiliki arus laut kuat dan menjadi lokasi berkumpulnya ikan-ikan besar seperti barakuda, jackfish, bahkan pari manta. Perairannya juga kaya akan terumbu karang yang masih sangat alami dan penuh warna yang cocok bagi para pecinta snorkeling maupun diving.
 
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Kakaban adalah antara Mei hingga September di mana cuaca cerah dan laut lebih tenang. Pada musim ini, visibilitas di dalam air pun sangat baik sehingga pengunjung dapat dengan jelas melihat ubur-ubur dan ekosistem bawah air lainnya.

Baca juga: Rekomendasi Negara-negara di Eropa untuk Wisata dengan Bujet Ramah Kantong
 
Akses menuju Pulau Kakaban dapat ditempuh dengan terbang ke Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, Berau. Setelah itu, perjalanan darat dilanjutkan dalam waktu 2-3 jam menuju pelabuhan Tanjung Batu dan dilanjutkan dengan speedboat ke Pulau Derawan  sekitar 30 menit. Selanjutnya, perjalanan diteruskan ke Kakaban selama kurang lebih 45–60 menit.
 
Tiket masuk ke kawasan Pulau Kakaban cukup terjangkau yakni mulai dari Rp30.000 per orang. Sementara biaya untuk mengikuti tur harian atau menyewa speedboat biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per orang tergantung jumlah peserta dan fasilitas yang disertakan. 
 

SEBELUMNYA

Menikmati Kuliner Kawisari Cafe & Eatery, Cita Rasa Khas Pedesaan di Tengah Jakarta

BERIKUTNYA

Kenang Penyair Wiji Thukul, Makarya Gelar Diskusi Buku & Musikalisi Puisi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: