Mengenal United Media Asia, Investor yang Siap Bangun Industri Film Lokal Menuju Global
07 May 2025 |
21:30 WIB
Nama United Media Asia (UMA) mungkin masih terdengar asing di telinga publik Indonesia. Namun di balik nama tersebut, tersimpan visi besar yakni menjadikan Asia Tenggara sebagai episentrum baru industri kreatif dunia dan Indonesia sebagai poros utamanya.
United Media Asia (UMA) bukan sekadar perusahaan investasi. Mereka adalah penggerak transformasi budaya dan ekonomi kreatif dengan pendekatan lintas sektor yang menyeluruh. Mulai dari pendanaan film, pelatihan talenta kreatif, pengembangan teknologi, hingga pembangunan infrastruktur, UMA hadir bukan hanya sebagai penyokong finansial, tapi juga mitra pembangunan ekosistem.
Baca juga: Sandiaga Uno & United Media Asia Suntik Rp5 Triliun ke Industri Kreatif, Dorong Film Lokal Mendunia
Berbasis di Asia Tenggara, tepatnya Singapura, UMA telah berkiprah di berbagai negara seperti Yunani dan Thailand. Di sana, mereka ikut mendorong produksi film internasional untuk dilakukan secara lokal, yang terbukti mampu mengangkat citra negara sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif domestik.
Kini, giliran Indonesia yang menjadi fokus utama. Melalui kolaborasi strategis dengan pengusaha yang juga pernah menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga S. Uno, UMA menyiapkan dana investasi sebesar US$300 juta atau setara Rp5 triliun untuk memperkuat ekosistem industri kreatif Tanah Air. Investasi ini bukan semata untuk film, tapi juga platform digital, pendidikan vokasi, hingga pusat inovasi budaya.
“Kita butuh mitra yang tidak hanya membawa modal, tapi juga semangat dan visi jangka panjang untuk membangun ekosistem kreatif dari hulu ke hilir. United Media Asia hadir dengan komitmen yang kuat dan rekam jejak yang terbukti,” ujar Sandiaga Uno, penggagas kerja sama tersebut.
Tak heran jika langkah UMA disambut antusias oleh para pemangku kepentingan di Indonesia. Menteri Kebudayaan dan Kesusastraan Fadli Zon bahkan menyebut UMA sebagai contoh ideal dari kemitraan internasional yang memiliki visi, pengalaman, dan komitmen nyata terhadap transformasi industri kreatif.
Berbeda dari investor konvensional yang mengejar hasil jangka pendek, UMA menempatkan misi budaya dan keberlanjutan sebagai fondasi utama. Mereka percaya bahwa konten lokal yang autentik dan dikelola dengan standar internasional bisa menjadi kekuatan lunak (soft power) yang mengubah citra dan daya saing sebuah bangsa.
“Setelah saya selesai menjabat, minat UMA terhadap Indonesia tidak surut. Ini bukti bahwa mereka melihat potensi luar biasa dalam budaya dan talenta kita. Sekarang saatnya kita manfaatkan dukungan ini untuk membawa cerita-cerita Indonesia ke panggung dunia,” tambah Sandiaga.
Anka Zumi, Chief Commercial Officer UMA mengatakaj, Indonesia memiliki energi kreatif yang sangat kuat, dan kini saatnya untuk mendorong potensi itu ke tingkat global.
United Media Asia (UMA) bukan sekadar perusahaan investasi. Mereka adalah penggerak transformasi budaya dan ekonomi kreatif dengan pendekatan lintas sektor yang menyeluruh. Mulai dari pendanaan film, pelatihan talenta kreatif, pengembangan teknologi, hingga pembangunan infrastruktur, UMA hadir bukan hanya sebagai penyokong finansial, tapi juga mitra pembangunan ekosistem.
Baca juga: Sandiaga Uno & United Media Asia Suntik Rp5 Triliun ke Industri Kreatif, Dorong Film Lokal Mendunia
Berbasis di Asia Tenggara, tepatnya Singapura, UMA telah berkiprah di berbagai negara seperti Yunani dan Thailand. Di sana, mereka ikut mendorong produksi film internasional untuk dilakukan secara lokal, yang terbukti mampu mengangkat citra negara sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif domestik.
Kini, giliran Indonesia yang menjadi fokus utama. Melalui kolaborasi strategis dengan pengusaha yang juga pernah menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga S. Uno, UMA menyiapkan dana investasi sebesar US$300 juta atau setara Rp5 triliun untuk memperkuat ekosistem industri kreatif Tanah Air. Investasi ini bukan semata untuk film, tapi juga platform digital, pendidikan vokasi, hingga pusat inovasi budaya.
“Kita butuh mitra yang tidak hanya membawa modal, tapi juga semangat dan visi jangka panjang untuk membangun ekosistem kreatif dari hulu ke hilir. United Media Asia hadir dengan komitmen yang kuat dan rekam jejak yang terbukti,” ujar Sandiaga Uno, penggagas kerja sama tersebut.
Tak heran jika langkah UMA disambut antusias oleh para pemangku kepentingan di Indonesia. Menteri Kebudayaan dan Kesusastraan Fadli Zon bahkan menyebut UMA sebagai contoh ideal dari kemitraan internasional yang memiliki visi, pengalaman, dan komitmen nyata terhadap transformasi industri kreatif.
Berbeda dari investor konvensional yang mengejar hasil jangka pendek, UMA menempatkan misi budaya dan keberlanjutan sebagai fondasi utama. Mereka percaya bahwa konten lokal yang autentik dan dikelola dengan standar internasional bisa menjadi kekuatan lunak (soft power) yang mengubah citra dan daya saing sebuah bangsa.
“Setelah saya selesai menjabat, minat UMA terhadap Indonesia tidak surut. Ini bukti bahwa mereka melihat potensi luar biasa dalam budaya dan talenta kita. Sekarang saatnya kita manfaatkan dukungan ini untuk membawa cerita-cerita Indonesia ke panggung dunia,” tambah Sandiaga.
Anka Zumi, Chief Commercial Officer UMA mengatakaj, Indonesia memiliki energi kreatif yang sangat kuat, dan kini saatnya untuk mendorong potensi itu ke tingkat global.
“Bersama Sandiaga Uno dan seluruh ekosistem lokal, kami ingin membangun model kolaborasi yang tidak eksploitatif, tapi berkelanjutan. Kami di UMA percaya bahwa transformasi budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” tambahnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.