Alasan Harga Mainan Barbie & Hot Wheels Bakal Naik Akibat Tarif Resiprokal AS
01 May 2025 |
13:30 WIB
Kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat tak hanya berdampak pada komoditas besar, seperti baja, otomotif, atau produk teknologi. Baru-baru ini, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menyoroti dampak yang lebih tak terduga dari kebijakan ini.
Sri Mulyani mengatakan ada potensi kenaikan harga yang juga terjadi ke sektor paling kecil, termasuk untuk produk mainan seperti Barbie dan Hot Wheels. Keduanya cukup banyak peminatnya saat ini. Namun, kenaikan harga ini bukan terjadi di Indonesia, melainkan di pasar Amerika Serikat.
Sri Mulyani menyebut perbincangan soal kenaikan harga Barbie dan Hot Wheels ini juga sempat disinggung saat dirinya bertemu Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS Scott Bessent, ketika pemerintah Indonesia melakukan negosiasi tarif resiprokal AS di Washington DC.
Baca Juga: Harga Seri iPhone 16 di Indonesia Bisa Ikutan Naik Efek Tarif Trump
Barbie memang merek ikonik asal Amerika. Produk tersebut bisa dibilang jadi salah satu mainan legendaris di sana dan disukai banyak orang. Namun, Amerika justru menjadi salah satu pengimpor terbesar Barbie dari Indonesia.
Pasalnya, produk mainan tersebut banyak diproduksi di Indonesia untuk diekspor ke berbagai negara, termasuk AS. Sebuah fenomena menarik, betapa globalisasi produksi telah membuat alur perdagangan tak lagi sederhana. Dalam artian, negara asal merek tidak selalu jadi negara produsen utama.
Sebagai informasi, pabrik boneka Barbie terbesar di dunia saat ini berada di Cikarang, Jawa Barat, di bawah naungan PT Mattel Indonesia (PTMI). Pabrik tersebut mencetak lebih dari 85 juta boneka dan aksesoris Barbie pada 2021.
“Barbie boneka itu majority bikinan dari kita. Jadi, waktu pertemuan dengan US Treasury, Barbie muncul dalam percakapan. Sebab, Amerika impor Barbie paling besar dari Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi April 2025, Jakarta, Rabu, (30/4/2025).
Menurutnya, penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap produk impor asal Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat akan berdampak langsung pada naiknya harga mainan seperti Barbie dan Hot Wheels di pasar AS.
Situasi ini menjadi makin rumit terutama menjelang akhir tahun nanti. Sebab, di AS terdapat dua momen besar, yakni Black Friday, yang jatuh setelah perayaan Thanksgiving dan dikenal sebagai hari belanja terbesar, serta perayaan Natal.
Dalam dua momen tersebut, mainan menjadi salah satu barang yang paling dicari. Mainan memainkan peran penting karena saat Natal dan Black Friday tiba, banyak orang tua akan membeli hadiah untuk anak dan cucunya, lalu meletakkannya di bawah pohon Natal.
“Hal ini memang sangat mempengaruhi harga-harga mainan, selain yang mungkin dianggap strategis seperti chip atau EV, tapi ini mempengaruhi masyarakat jelata di sana,” imbuhnya.
Tak hanya Barbie, mainan lain yang turut berpotensi terdampak adalah Hot Wheels, merek miniatur mobil yang sangat digemari anak-anak di seluruh dunia. Produk ini juga masuk dalam daftar ekspor unggulan Indonesia di sektor mainan.
Amerika Serikat tercatat sebagai salah satu negara tujuan utama ekspor Hot Wheels buatan Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan tarif resiprokal dari AS diperkirakan akan berpengaruh terhadap harga jual mainan ini di pasar Amerika.
Sri Mulyani mengatakan ada potensi kenaikan harga yang juga terjadi ke sektor paling kecil, termasuk untuk produk mainan seperti Barbie dan Hot Wheels. Keduanya cukup banyak peminatnya saat ini. Namun, kenaikan harga ini bukan terjadi di Indonesia, melainkan di pasar Amerika Serikat.
Sri Mulyani menyebut perbincangan soal kenaikan harga Barbie dan Hot Wheels ini juga sempat disinggung saat dirinya bertemu Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS Scott Bessent, ketika pemerintah Indonesia melakukan negosiasi tarif resiprokal AS di Washington DC.
Baca Juga: Harga Seri iPhone 16 di Indonesia Bisa Ikutan Naik Efek Tarif Trump
Barbie memang merek ikonik asal Amerika. Produk tersebut bisa dibilang jadi salah satu mainan legendaris di sana dan disukai banyak orang. Namun, Amerika justru menjadi salah satu pengimpor terbesar Barbie dari Indonesia.
Pasalnya, produk mainan tersebut banyak diproduksi di Indonesia untuk diekspor ke berbagai negara, termasuk AS. Sebuah fenomena menarik, betapa globalisasi produksi telah membuat alur perdagangan tak lagi sederhana. Dalam artian, negara asal merek tidak selalu jadi negara produsen utama.
Sebagai informasi, pabrik boneka Barbie terbesar di dunia saat ini berada di Cikarang, Jawa Barat, di bawah naungan PT Mattel Indonesia (PTMI). Pabrik tersebut mencetak lebih dari 85 juta boneka dan aksesoris Barbie pada 2021.
“Barbie boneka itu majority bikinan dari kita. Jadi, waktu pertemuan dengan US Treasury, Barbie muncul dalam percakapan. Sebab, Amerika impor Barbie paling besar dari Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi April 2025, Jakarta, Rabu, (30/4/2025).
Menurutnya, penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap produk impor asal Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat akan berdampak langsung pada naiknya harga mainan seperti Barbie dan Hot Wheels di pasar AS.
Situasi ini menjadi makin rumit terutama menjelang akhir tahun nanti. Sebab, di AS terdapat dua momen besar, yakni Black Friday, yang jatuh setelah perayaan Thanksgiving dan dikenal sebagai hari belanja terbesar, serta perayaan Natal.
Dalam dua momen tersebut, mainan menjadi salah satu barang yang paling dicari. Mainan memainkan peran penting karena saat Natal dan Black Friday tiba, banyak orang tua akan membeli hadiah untuk anak dan cucunya, lalu meletakkannya di bawah pohon Natal.
“Hal ini memang sangat mempengaruhi harga-harga mainan, selain yang mungkin dianggap strategis seperti chip atau EV, tapi ini mempengaruhi masyarakat jelata di sana,” imbuhnya.
Tak hanya Barbie, mainan lain yang turut berpotensi terdampak adalah Hot Wheels, merek miniatur mobil yang sangat digemari anak-anak di seluruh dunia. Produk ini juga masuk dalam daftar ekspor unggulan Indonesia di sektor mainan.
Amerika Serikat tercatat sebagai salah satu negara tujuan utama ekspor Hot Wheels buatan Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan tarif resiprokal dari AS diperkirakan akan berpengaruh terhadap harga jual mainan ini di pasar Amerika.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.