Animasi Korea Lost in Starlight Dapat Kredit Khusus dari Sutradara Bong Joon Ho
01 May 2025 |
14:00 WIB
Film animasi Korea, Lost in Starlight, menarik perhatian internasional setelah menerima pujian khusus dari sutradara peraih Oscar, Bong Joon-ho. Film orisinal Netflix yang disutradarai oleh Han Ji-won ini direncanakan akan tayang pada 30 Mei 2025 di platform tersebut.
Dalam pernyataan publiknya, Joon-ho banyak menyanjung film ini, terutama dalam aspek visual. Menurutnya, film ini mampu membangun semesta yang menarik untuk menghidupkan cerita di dalamnya.
"Karya visual yang luar biasa yang membawa Anda menjelajahi alam semesta," kata Bong Joon-ho dalam laman resmi Netflix, seusai menonton film ini.
Baca Juga: Perjalanan Kreatif Ryan Adriandhy 5 Tahun Menghidupkan Animasi Jumbo
Sanjungan tersebut sontak langsung membangkitkan antusiasme terhadap kekuatan penceritaan visual dari film tersebut. Salah satu sorotan film adalah montase kencan Nan-young dan Jay yang melintasi berbagai lokasi ikonik Seoul yang telah direimajinasikan secara futuristik.
Dari Sewoon Plaza yang kini berkilau dengan pencahayaan canggih, hingga jembatan bawah air yang menghubungkan distrik-distrik metropolis dengan keindahan arsitekturnya.
Setiap adegan ditampilkan dengan keindahan sinematik yang menawan. Sang sutradara dianggapnya mampu menangkap nuansa cinta baru yang menggetarkan melalui bahasa visual yang lembut dan penuh detail emosional.
Penggambaran kota Seoul di masa depan bukan hanya menjadi latar, tetapi juga karakter tersendiri dalam film. Latar kota benar-benar hidup, berdenyut, dan membentuk emosi para tokoh di dalamnya.
Dalam trailer, penonton juga dapat melihat warna-warna futuristik, pencahayaan lembut, serta gerakan kameranya kemudian juga berkelindan menciptakan atmosfer yang menghanyutkan, menekankan perasaan hangat dan penuh harapan yang tumbuh antara Nan-young dan Jay.
Pujian dari Bong Joon-ho sendiri menambah legitimasi terhadap kualitas artistik Lost in Starlight. Film ini juga menunjukkan bagaimana animasi Korea terus berevolusi, bukan hanya dalam hal teknis, tetapi juga dalam kepekaan bercerita yang menyentuh ranah emosional dan filosofis.
Film animasi berbahasa Korea pertama Netflix ini makin ditunggu karena mempertemukan kembali dua bintang besar drakor sebagai pengisi suaranya, yakni Kim Tae-ri dan Hong Kyung.
Dalam film ini, Tae-ri akan mengisi suara Nan-young, seorang astronaut. Kemudian, Hong Kyung akan mengisi Jay, seorang musisi. Keduanya digambarkan sebagai pasangan dengan hubungan jarak jauh terpanjang, antara Bumi dan Mars.
Mengusung latar tahun 2050, Lost in Starlight akan mengikuti tokoh bernama Nan Young (diperankan oleh Kim Tae Ri), seorang astronaut muda yang terpilih untuk menjalani misi eksplorasi Mars generasi keempat.
Namun, misi ini menyimpan tujuan pribadi yang lebih dalam darinya. Nan Young diam-diam berharap menemukan jejak ibunya, seorang ilmuwan yang pernah menjalankan misi serupa, tetapi hilang dalam kecelakaan dan tak pernah kembali ke Bumi.
Di sisi lain, Jay (Hong Kyung), seorang musisi berbakat, hadir sebagai sosok yang secara tak sengaja memasuki hidup Nan Young. Pertemuan pertama mereka yang kebetulan berubah menjadi serangkaian pertemuan penuh makna.
Perlahan tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya. Tanpa mereka sadari, takdir mulai menenun hubungan yang lebih dari sekadar kebetulan.
Namun, cinta mereka tak berjalan mulus. Perbedaan jalan hidup, yakni Nan Young dengan misinya ke Mars dan Jay yang menetap di Bumi sebagai seniman, rupanya menciptakan dinamika emosional yang rumit.
Film ini akan mengajak penonton menyaksikan bagaimana keduanya mencoba menjalin hubungan jarak jauh yang tak biasa, sekaligus memperlihatkan perjuangan Nan Young dalam menelusuri misteri keberadaan sang ibu.
Dengan memadukan drama emosional dan visual futuristik yang memesona, Lost in Starlight menawarkan kisah yang menyentuh tentang cinta, kehilangan, dan harapan yang bersinar di tengah gelapnya luar angkasa.
Baca Juga: Ne Zha 2 Susul Inside Out 2 Sebagai Film Animasi Terlaris Sepanjang Masa
Dalam pernyataan publiknya, Joon-ho banyak menyanjung film ini, terutama dalam aspek visual. Menurutnya, film ini mampu membangun semesta yang menarik untuk menghidupkan cerita di dalamnya.
"Karya visual yang luar biasa yang membawa Anda menjelajahi alam semesta," kata Bong Joon-ho dalam laman resmi Netflix, seusai menonton film ini.
Baca Juga: Perjalanan Kreatif Ryan Adriandhy 5 Tahun Menghidupkan Animasi Jumbo

Film Lost in Starlight (Sumber gambar: Netflix)
Sanjungan tersebut sontak langsung membangkitkan antusiasme terhadap kekuatan penceritaan visual dari film tersebut. Salah satu sorotan film adalah montase kencan Nan-young dan Jay yang melintasi berbagai lokasi ikonik Seoul yang telah direimajinasikan secara futuristik.
Dari Sewoon Plaza yang kini berkilau dengan pencahayaan canggih, hingga jembatan bawah air yang menghubungkan distrik-distrik metropolis dengan keindahan arsitekturnya.
Setiap adegan ditampilkan dengan keindahan sinematik yang menawan. Sang sutradara dianggapnya mampu menangkap nuansa cinta baru yang menggetarkan melalui bahasa visual yang lembut dan penuh detail emosional.
Penggambaran kota Seoul di masa depan bukan hanya menjadi latar, tetapi juga karakter tersendiri dalam film. Latar kota benar-benar hidup, berdenyut, dan membentuk emosi para tokoh di dalamnya.
Dalam trailer, penonton juga dapat melihat warna-warna futuristik, pencahayaan lembut, serta gerakan kameranya kemudian juga berkelindan menciptakan atmosfer yang menghanyutkan, menekankan perasaan hangat dan penuh harapan yang tumbuh antara Nan-young dan Jay.

https://www.youtube.com/watch?v=StlSdO-v9fQ
Pujian dari Bong Joon-ho sendiri menambah legitimasi terhadap kualitas artistik Lost in Starlight. Film ini juga menunjukkan bagaimana animasi Korea terus berevolusi, bukan hanya dalam hal teknis, tetapi juga dalam kepekaan bercerita yang menyentuh ranah emosional dan filosofis.
Film animasi berbahasa Korea pertama Netflix ini makin ditunggu karena mempertemukan kembali dua bintang besar drakor sebagai pengisi suaranya, yakni Kim Tae-ri dan Hong Kyung.
Dalam film ini, Tae-ri akan mengisi suara Nan-young, seorang astronaut. Kemudian, Hong Kyung akan mengisi Jay, seorang musisi. Keduanya digambarkan sebagai pasangan dengan hubungan jarak jauh terpanjang, antara Bumi dan Mars.
Sinopsis film Lost in Starlight
Mengusung latar tahun 2050, Lost in Starlight akan mengikuti tokoh bernama Nan Young (diperankan oleh Kim Tae Ri), seorang astronaut muda yang terpilih untuk menjalani misi eksplorasi Mars generasi keempat.
Namun, misi ini menyimpan tujuan pribadi yang lebih dalam darinya. Nan Young diam-diam berharap menemukan jejak ibunya, seorang ilmuwan yang pernah menjalankan misi serupa, tetapi hilang dalam kecelakaan dan tak pernah kembali ke Bumi.
Di sisi lain, Jay (Hong Kyung), seorang musisi berbakat, hadir sebagai sosok yang secara tak sengaja memasuki hidup Nan Young. Pertemuan pertama mereka yang kebetulan berubah menjadi serangkaian pertemuan penuh makna.
Perlahan tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya. Tanpa mereka sadari, takdir mulai menenun hubungan yang lebih dari sekadar kebetulan.
Namun, cinta mereka tak berjalan mulus. Perbedaan jalan hidup, yakni Nan Young dengan misinya ke Mars dan Jay yang menetap di Bumi sebagai seniman, rupanya menciptakan dinamika emosional yang rumit.
Film ini akan mengajak penonton menyaksikan bagaimana keduanya mencoba menjalin hubungan jarak jauh yang tak biasa, sekaligus memperlihatkan perjuangan Nan Young dalam menelusuri misteri keberadaan sang ibu.
Dengan memadukan drama emosional dan visual futuristik yang memesona, Lost in Starlight menawarkan kisah yang menyentuh tentang cinta, kehilangan, dan harapan yang bersinar di tengah gelapnya luar angkasa.
Baca Juga: Ne Zha 2 Susul Inside Out 2 Sebagai Film Animasi Terlaris Sepanjang Masa
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.